Archive for » September, 2012 «

Tugas pertama + Guru disiplin Sekjur IF

Sebagai Maba ( Mahasiswa Baru ) di kampus, pasti masih akan menemukan jati diri dan bersenang – senang keliling kampus. Memulai pelajaran dengan santai dan di iringi ketawa saat pertama kali berkenalan dengan Dosen.

Tapi itu tidak saya temukan di pelajaran algroritma, karna dosen yang mengajar kami lumayanlah galaknya membuat mental seseorang jatuh. Waktu pertama kali masuk pelajaran dia saja saat dosen datang dan membuka kunci pintu, langsung bilang “ Mau pada masuk gak ?” dengan nada di tinggikan, padahal dia yang telat dan baru saja buka pintu. Kalau lamaan sih no problem gitu.

Masuk ke ruangan saya duduk ke 2 dari depan, karena melihat bangku di depan kosong, dosen marah kembali dengan bilang “ saya tidak suka pelajaran saya bangku depan kosong, harus cepat di isi, kamu yang di belakang maju ke depan”. 2 bentakan dan kesalaahan yang tidak perlu membuat teman – teman saya ngedown menundukkan kepala.

Memperkenalkan diri, saat di tengah memperkenalkan diri ada seorang teman saya yang masih di luar, tapi dosen bilang kalau pintu sudah di kunci kembali, walaupun telat 30 detik tidak boleh masuk, melihat teman – teman begitu ada rasa sedih dan ketawa karna melihat ekspresi teman saya yang kocak abis di depan kaca pintu.

Tapi karena perilaku dosen yang seperti itu saya urungkan untuk ketawa. Seandainya saya ketawa melihat teman begitu, dan ketahuan oleh dosen mungkin ceritanya begini. Saya ketawa dan ketahuan dosen. Langsung dosen bilang “ kenapa kamu ketawa – ketawa, kamu mau saya keluarkan seperti teman kamu yang tidak diluar itu “. Haha sayangnya itu tidak terjadi dan dilakukan.

Pelajaran pertama adalah tentang pengenalan Algoritma yang inti dari Teknik Informatika. Algoritma adalah langkah – langkah logis memecahkan suatu masalah. Saat penjelasan itu, seluruh kelas di kagetkan dengan kelakuan teman saya yang tidak terima, tidak boleh masuk, di menendang tembok. Sontak kaget

Langsung saja itu diambil sebagai contoh dari dosen sebagai pemecahan masalah yang tidak menggunakan logis dan akal. Rasanya ingin ketawa, tapi di urungkan kembali karna khayalan saya yang sudah negatif aja yang bakalan saya alami.

Penjelasan panjang lebar tentang Algoritma dan Pemrograman, sedikit demi sedikit saya mulai memahami dengan menggunakan perbedaan antara Algoritma dan Bahasa Pascal, karena sebenarnya semua bahasa adalah sama tetapi cuma beda penulisan dan bentuknya.

Tidak seperti biasanya, seluruh kelas yang biasanya aktif dan belajar serius menjadi tegang dan kikuk, karena seiring dengan suaranya yang keras dan membuat down. Dosen pun mengajarkan untuk disiplin dan serius untuk belajar apalagi bagi saya yang dari luar kota.

Penjelasan panjang lebar tentang pengenalan Algoritma dan Pemrogramannya yang harus dikerjakan menggunakan logis dan akal sehat, dan di akhiri dengan sebuah soal dari Dosen yang akan di bahas di pertemuan selanjutnya.

Tugas pertama ngampus adalah dapet dari Dosen yang disiplinnya tinggi dan agak gimana gitu. Berat juga karena Dosen ini merangkap juga sebagai Sekretariat Jurusan saya yaitu Teknik Informatika jadi susah untuk bergerak. Hehehe

Selesai pelajaran semua keluar dengan wajah tertunduk lesu. Seperti kayak di apain aja, saya sih biasa aja. Saya gitu lho

Pas malamnya saya tidak bisa tidur terngiang – ngiang tugas dan suara Dosen.

Main Futsal : Dinginnya Malam Bandung

Saat awal pindah ke kota yang belum pernah di singgahi oleh diri sendiri adalah saat yang menentukan entah dari perilakunya dan pergaulannya. Semua terasa cepat, jika tidak mampu menghadangnya akan tersesat arah.

Pergaulan dan perilaku yang baik adalah saat saya mulai mencari teman seperjuangan dan sepermainan. Teman yang baik akan membantu dan membangun kpribadian yang kuat dan tegar bagi diri kita sendiri, membuat hal baik menjadi lebih baik.

Ajakan teman terkadang dapat menjerumuskan kita, sedangkan teman yang baik adalah mengajak yang baik dan memperkenalkan teman yang baik pula, ajakan yang baik saya terima dari teman 1 kos saya bernama Teddy Fajar Hidayat yang sama – sama ngekos. dia berasal dari Tasikmalaya.

Dia mengajak untuk main futsal bersama teman jurusannya karena kekurangan orang. saya diajak untuk bergabung. Pemain cabutan gitu lah !. Karna tidak memikirkan yang buruk saya terima, Kenapa ? karna menambah pengalaman di kota baru dan dapat membiasakan menghafalkan jalan yang tidak diketahui selama ke tempat Futsal.

Karna ada waktunya untuk main futsal malam, karna pada siang hari masing – masing ada jadwal kuliah. Maka saya bersama teddy berangkat jam setengah Delapan untuk janjian ketemu dengan teman jurusan Akuntasi yang merangkap juga sebagai operator kelas Akuntasi pada jam Delapan. Janjian dan menunggu orang yang lain sambil menunggu lawan berkumpul di tempat yang sama, lawan kali ini yang berasal dari IF senior saya dan juga juara kampus.

Kumpul, jam Setengah Sembilan berangkat ke gor Antapani, karna saya tidak tahu daerah situ jadi teman saya yang bawa motor, perkiraan saya, Antapani itu dekat ternyata salah. karna lumayan jauh dari Kampus dan kosan saya. Karena sudah booking pada jam 21.00 perjalanan terasa ngebut untuk tepat waktu dan janji. orang yang baik adalah yang selalu menepati janji

Ternyata arena futsal di daerah Antapani itu termasuk di perumahan jadi makin susah jalannya, karna terkadang oleh pilar perumahan yang sudah di tutup. Sialnya saat sudah sampai di Gor antapani yang bernama Bella Futsal. Harus memutar balik lewat belakang tidak boleh lewat depan karna sudah malam. Hehehe

Sampai disana langsung siap – siap memakai sepatu dan bermain, karena saya tidak membawa sepatu futsal yang masih tertinggal di bekasi, terpaksa harus gantian pakai sepatu dengan teman saya. baru kali ini ada pemain cabutan yang sangat tidak modal seperti saya.

Babak pertama saya main, karena dari tim kami cuma 7 orang, 2 orang lain menunggu giliran sambil nunggu sepatunya yang saya pakai.

Karna baru kenal dan pertama kali bermain dengan anak AK saya merasa kagok dan melakukan kesalahan yang tidak perlu. Faktor sepatu juga yang tidak pas dikaki membuat tendangan terasa hambar bagi kiper musuh. Di awal kita kalah langsung 4-0. tentu saja 4 bagi musuh sedangkan 0 untuk tim saya.

Baru awal bermain sekitar 10 menitan teman saya udah ada yang cedera kakinya. Makin berkurang aja pemain menjadi 6 orang, sedangkan waktu yang di booking untuk bermain Futsal adalah 2 jam. Mampus gile

Telur pun pecah, si teddy buat satu gol yang bermakna bagi tim kami, karna sudah tertinggal 7-1. Karna faktor sepatu peluang yang saya dapatkan tidak pernah berhasil menjadi gol. Sampai akhirnya menemukan sepatu yang pas saya pun menjadi lebih baik. Dan tim saya menjadi lebih semangat karna sang jagoan sudah datang. Membuat gol hingga kedudukan menjadi 14 – 12. saya mencetak 2 gol berkat sepatu yang cocok.

Karna semua sudah kelelahan bermain futsal selama 2 jam, menjadi kesempatan saya untuk mencetak 3 gol lagi. Jadi pada malam itu saya mencetak 5 Gol. Lumayanlah bagi anak yang baru gabung dan masih kagok. tapi tetap saja 5 Gol dari saja menjadi tidak bermakna karna tim kami tetap kalah dengan 22 – 18.

Selepas jeda selesai, kami ngomong ngalor ngidul hingga saat kelelahan bermain, Operator Kelas AK yang berasal dari Papua membuat saya tertawa geli dengan ceritanya. Dia bercerita bahwa di sana rakyatnya pada mengangkap ikan Paus dan Hiu. Ajigile

Yang lebih lucunya lagi adalah dia bercerita bahwa pada saat dia upacara adat, orang papua menyembelih sapi. Karna tidak tahu binatang apa itu ! Seorang rakyat berbicara dengan rakyat lain, bahwa Sapi itu kalau di papua di bilang Anjing Besar. Hahaha kaget saat dia berbicara Anjing besar dengan logat papuanya.

Cerita berlanjut saat Kepala Suku marah – marah mendengar rakyatnya bilang bahwa sapi itu Anjing Besar. Kepala Suku bilang bahwa sapi itu adalah “ Jawaban yang tidak terduga muncul”, bahwa Sapi itu adalah Babi Besar. Wwkwkkw

ini yang bodoh Kepala Suku, rakyatnya, atau yang bercerita. Atau yang sedang dengerin kenapa bisa begitu. Perlu revisi kayanya bagi orang papua

Tak terasa sudah jam setengah 12 Malam. Pulang dan merasakan malamnya Kota Bandung dan sampai di Kosan jam 12 malam kurang 5 menit. Pengalaman yang tak terlupakan

Good Night and Nice Dream

Pelajaran Telat bagi Maba

Nah kembali lagi bersama saya dengan kegiatan perkuliahan di Unikom Bandung. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi yang mungkin juga kalian pernah alami. Seperti biasa kegiatan saya selama di kosan pada pagi hari sebelum kuliah adalah online.

Membuka email, facebookan, twitter bahkan masih sempet ketawa ngakak bersama kaskus. Saat melihat jadwal malam harinya saya sangat santai. Karena jadwal kuliah untuk besok cuma 1 yaitu Pratikum Fisika Dasar pada jam 09.15

Sehabis shalat shubuh, menyalakan Laptop dan PC. Dengan Laptop saya Online sambil dengerin musik dari PC karena semua data musik saya ada di PC. bener – bener bebas sampai jam 08.00, setelah cukup untuk online saya siap – siap untuk mandi, cuaca saat itu dingin yang membuat airnya tambah dingin.

Cukup untuk membangunkan saya dari kesadaran saat terkena dinginnya air, setrika baju dan sarapan saya berangkat seperti biasa 15 menit sebelum pelajaran di mulai. Karena memang letak kampus dan kosan saya yang bisa di tempuh dengan 5 menit. Setelah memarkir motor dengan susah payah karena pada saat itu sudah penuh untung saya masih ada yang kosong untuk jagoan saya dan melihat jam masih 09.00 saya masih santai untuk menuju Lab Fisika.

Jalan kaki tanpa beban, Tempatnya yang di lantai 3 cukuplah untuk olahraga pagi dengan menaiki tangga, sesampainya. Tetapi tidak seperti biasanya saat saya sudah sampai di tempat Lab Fisika, ada yang aneh, biasanya saat 15 menit sebelum pelajaran di mulai di depan kelas udah ada teman saya menunggu di depan. Ini yang ada malah senior yang saya tidak kenal Sebelum itu saya melihat kedalam ternyata ada mahasiswa yang sedang belajar. Karena ada rasa khawatir takut salah tempat.

Saya turun satu tangga untuk mencari Lab Fisika. Tetapi tidak ketemu karena yang ada bukanlah lab. Saya naik 2 tangga lagi karena mungkin ada di atas. Tetapi yang ada di atas adalah lab 8-10 dan perpustakaan Unikom.

Saya tambah bingung karena tidak ketemu dengan tuh tempat, pas saat saya tanya senior dimana letak Lab Fisika, dia membertahu bahwa turun 1 tangga. Di tempat saya tadi awal yang ada mahasiswa sedang belajar.

Memberanikan diri untuk masuk,dan tanya dosen ternyata, melihat keliling emang betul ternyata itu tempatnya dan mahasiswa yang sedang belajar adalah mahasiswa kelas saya. Saya minta izin masuk kepada dosen dan di persilahkan duduk. Setelah saya tanya teman sebelah saya ternyata dia bilang bahwa jadwal kuliah di majuin dari jam 09.15 menjadi jam 09.00. wah pantes aja saya telat.

Dan untungnya bukan saya aja yang telat ternyata masih ada di belakang saya yang nasibnya sama seperti saya. Teman saya si Jihan memberitahu bahwa dia juga telat dan parahnya. Dia itu datang jam Sembilan kurang setelah melihat ke dalam ada mahasiswa yang sedang belajar, dia menunggu di luar ruangan saja karna tidak tahu bahwa yang di dalam adalah teman kelasnya.

 

PS : Saat masih menjadi mahasiswa baru dan awal – awal jadwal kuliah janganlah datang sebelum 15 menit masuk tetapi 30 menit masuk. Baru setelah itu boleh,  karena kejadiannya bisa seperti saya. Bingung sendiri tanpa arah !

Jalan malam pertama ke BIP

Menjadi anak baru pindahan dari kota yang berbeda, yang pertama kali dilakukan adalah membiasakan diri dari lingkungan yang berbeda dari seperti biasanya. Dari masyarakatnya, perilakunya haruslah di jaga supaya tidak menimbulkan kecurigaan diantara satu dengan yang lain.

Dan yang paling penting juga adalah harus tau jalan untuk pergi kemanapun. Kesempatan mengetahui jalan datang ke saya dari Teddy Fajar Hidayat anak jurusan Akuntasi Ekonomi di Unikom yang berasal dari Tasikmalaya.

Dikarenakan sama – sama dari luar kota dan tidak tahu jalan. Sementara di kamar kosan bete tidak melakukan apa – apa. Saya bersama dia rencana main ke B.I.P (Bandung Indah Plaza) pada malam hari untuk membeli gembok dan peralatan lainnya demi keamanan.

Semua persiapan terasa aman – aman saja karena memang saya dan dia juga sudah punya SIM jadi jika saya atau teddy merasa capek bisa bergantian bawa kendaraannya. Menggunakan motor saya ke B.I.P pertama kali kesannya adalah kirain saya dia tau tempatnya, ternyata emang betul sih tau tempatnya lha kok ?… tapi muter-muter dulu.

Jadi Begini ceritanya :

Saya membonceng dia naik motor dengan awal dan kesan bahwa dia tau tempatnya dikarenakan juga dia yang mengajak saya main ke BIP. Perjalanan awal ke BIP adalah setelah melewati pangkalan ojek sekeloa belok kiri melewati depan kampus Unpad, berlanjut ke lampu merah dago belok kiri, melewati lapangan gasibu, di depan Gedung Sate dia bilang ke saya bahwa kita harus muter belok ke kanan. Setelah belok kanan ambil kanan lagi untuk naik ke atas Fly over setelah itu saya menuju arah Cihampelas, nah setelah melewati jalan Cihampelas ini saya udah merasa khawatir kalau kita itu sebenarnya adalah Nyasar.

Karena apa ?, dikarenakan setau saya BIP itu ke arah Stasiun bukan ke Cihampelas jadi sebaliknya.

Tanpa ada petunjuk dan angkot untuk di ikuti di karenakan sudah malam. Saya bingung, Berdasarkan Feeling dia yang sudah pernah ke BIP naik motor saya percaya bakalan sampai. Ternyata tidak, makin lama makin ke tempat jalan yang gelap dan jarang kendaraan. Di karenakan gue bingung gue tanya “ Ted lo yakinkan kita gak salah jalan?”. Dengan santai dia jawab “Iya yakinlah percaya aja sih sama gue, slow” !….

muter lurus muter lurus itu aja yang saya lakukan atas saran dia. Setelah menjalani jalan antah berantah, hening hening sesaat. Eh tiba – tiba dia bilang yang buat saya nambah pusing “Koy kayanya kita nyasar deh”. Lho kok bisa sih ?. Iya koy, Soalnya pas itu harusnya kita belok kiri bukan belok kanan naik ke atas. Jeger Mantap.

Tapi tenang aja koy. Pas waktu pertama kali ke BIP gue juga lewat sini dan nyasar tapi ujung-ujungnya ketemu kok sama tuh tempat. Jadi sebenarnya kita udah benar jalannya. Hah berarti kita muterin jalan yang lo lalui juga untuk nyasar. Dasar.

Keliling – keliling berdasarkan feeling dan penciuman binatang, akhirnya sampai ke lampu merah dago. Eh saat sedang menunggu lampu hijau, eh Setelah itu dia berkata, nah betulkan waktu itu gue juga lewat lampu merah ini. Tersadar dari godaan gue liat sekeliling dan depan. eh ada bacaan di kirinya Jl Dipati Ukur BDG dan di depannya adalah Fly over pasupati. Lah bukannya tadi kita udah lewat sini awalnya. hemb

Gue tanya sama dia emang BIP dekat mana. Dia bilang, sebelum Kantor Walikota Bandung, lah kalau begitumah gue tau soalnya waktu gue pulang kampung lewat situ. Ternyata jalannya lurus dan 5 menit gue sampai di BIP. Dengan tanpa dosa dia bilang, tuh betulkn sampai ke BIP, tapi emang butuh waktu koy. Alah butuh waktu apaan ini mah kelamaaan waktunya !

Sebenarnya waktu yang di butuhkan ke BIP itu adalah 10 menit tapi menjadi 30 menit untuk mengikuti tuh jalan dia. Jadi seharusnya jika sesuai skenario adalah jalannya begini setelah ketemu pangkalan ojek lewat kanan menuju depan Unikom, setelah ketemu lampu merah belok ke kiri setelah itu lurus, tunggu 5 akan sampai ke BIP. Sampai deh. Mudah kan hadeuh

 

PS : saat pertama kali jalan keluar ke tempat yang asing jangan pada malam hari karna keadaan gelap dan susah mencari petunjuk jalan. Dan jangan lupa bawa teman yang tau jalan dan ingin jalan singkat tidak muter hhehehe

 

Pulang dan Membuat SIM pertama

Pada saat saya pulang minggu kemarin, selain untuk melepaskan kangen bersama keluarga dan kerabat. Saya juga ada niat untuk membuat dan mendapatkan SIM ( Surat Izin Mengemudi ) untuk kendaraan motor.

Karena memang walaupun saya sudah pergi jauh dengan motor tetap saja tanpa menggunakan SIM. Entah saat diperjalanan ada rasa khawatir karena tidak punya SIM dan takut ditilang juga karena takut tidak punya duit untuk membayar tilangannya karena saya mahasiswa yang lumayanlah kere dalam hal perakuntasian.

Karena saya tidak tahu tempat untuk pembuatan SIM di daerah Kabupaten Bekasi, saya minta diantar sama kakak saya yang sebulan lalu habis buat SIM. Saya juga heran karena sudah dewasa baru punya SIM. Dia bilang, buatnya setelah Shalat Jum’at aja karena memang karena hari terakhir operasional dan biasa setelah Shalat Jum’at itu sepi tidak ada pengunjung.

Keesokannya, setelah saya Shalat Jum’at saya di telepon kerumahnya. Tapi sebelum sampai rumahnya saya ngambil Helm dulu setelah di cuci dan terasa baru, wangi dan mengunggah selera untuk memakannya. Hehe

Di perjalanan yang saya bawa sendiri motornya berboncengan bersama kakak saya. Saya juga sebenarnya heran kenapa saya yang bawa. Karena memang saya belum punya SIM juga di karena tidak tau tempat juga dimana. Dia bilang, udah bawa aja nanti saya kasih tau jalannya, dan tenang aja jalannya sepi bagaikan setelah Shalat Idul Fitri.

Memang sih betul lancar jaya di perjalanannya. Gokil sekali karena diperjalanan masih ada aja buruh yang demo setelah Shalat Jum’at. Dikarenakan malas dan rasanya itu panas sekali, sekalipun ada yang mengapresiasi pasti dia juga malas karena hari operasional kerja. Setelah melewati lampu merah cibitung dan di lanjutkan ke Sekolah SMKN 2 Cikarang Barat, saya mesti mutar balik karena harus belok ke kanan, menuju ke kawasan Industri Jababeka.

Saya bingung kenapa lewat sini. Saya tanya kepada kakak ?m ternyata memang betul tempat di pembuatan SIM’a disudut Kawasan Industri.

Setelah saya kira dan sampai di tempatnya, ternyata cuma dibutuhkan 20 menit perjalanan ke tempat pembuatan SIM. Memang betul pembuatan yang baik tuh seperti sekarang, dikarenakan memang tempatnya sepi jaya cuma ada beberapa orang yang ingin membuat dan memperpanjang. Beda sekali dengan jadwal pagi hari yang biasanya penuh dan riuh tumpah seperti di pasar.

Setelah parkir, saya menuju kantornya. Tetapi sebelum itu saya harus foto copy KTP saya 2 buah untuk registrasi nanti. Dikantornya lebih sepi lagi cuma ada orang yang sedang mendaftar dan menunggu. Saya ambil formulir registrasinya, di isi dengan sesuai yang ada di KTP, setelah itu di kasih ke petugas, dan menunggu lagi untuk di panggil untuk jadwal pemotretan.

5 menit kemudian nama saya di panggil. Masuk ke dalam kantor pembuatan SIM untuk di kasih arahan untuk foto dan memastikan registrasi yang di isi sudah benar. Foto dan sudah pasti registrasi cuma 30 detik masuk sudah keluar lagi untuk menunggu SIM pertama saya.

Ternyata ini dibutuhkan 7 menit untuk menunggu, petugas keluar dan memanggil nama saya untuk di berikan SIM. Sebenarnya jika saya di pagi hari dibutuhkan kurang lebih Satu setengah Jam. Ini cuma di butuhkan kurang lebih 30 menit.

Kembali ke parkiran dan membayar uang parkirnya saya pulang ke rumah. Di perjalanan pulang ternyata orang yang demo masih ada aja. Emang ya jika ingin menuntut haknya walaupun panas dan capek tetap mereka jalani.

Cuma dibutuhkan 15 menit untuk sampai rumah, lebih cepat dari perginya. SIM pun jadi dan siap untuk ngebolang dan tenang tidak ada gangguan.

# Hati – hati jika memilih hari jum’at, memang betul sih sepi pegunjung tempatnya tapi juga sepi petugasnya untuk melayani karena angannya sudah ingin berlibur besoknya jadi males melayani. Ternyata susah memilih harinya juga. Hhehe