Archive for » October, 2012 «

Kembalilah !

Ketika ku melangkahkan kaki dari pintu kamar rumah. Persiapan untuk menjadi anak buangan. Ku mandi di rumah kakak. Karena air dirumah sedang sekarat untuk menuju sakaratul mautnya. sedikit sekali keluarnya. Jam menunjukkan pukul 9. menuju sebentar lagi pergi meninggalkan lubang yang telah mengisi hati ini dengan penuh hati.

Ku minta tolong kepada keponakan untuk diantarkan ke terminal. Menunggu lagi. Bisa dibilang menunggu waktu itu adalah bonus untuk kebersamaan yang singkat. Dengan meminjam motor mio adik saya. Pamitan kepada keluarga dan tidak lupa untuk meminta restu kepada orang tua.

Ku melihat wajah senyum diantar keduanya. Yang Insya Allah bangga untuk nanti kelak anaknya menjadi orang besar. Amin. Senyumnya itu menjadi bekal untuk menuju kebesaran akan rahmatnya Yang Maha Kuasa. Setelah semua dilalui. Dengan mengendarai sepeda motor semakin di depan Mio. Ku awali dengan berangkat menuju tempat ke berangkatan bus. Yang akan membawa lagi ke daerah pelajar, membantuku membentuk sebuah jati diri yang bangga.

Di perjalanan itu. Berdua dengan keponakan saya. Sempat mengobrol tentang macam – macam cerita. Hingga akhirnya, saya diberitahu bahwa pembimbing tempat saya PKL dulu waktu SMK sedang sakit parah. Keadaannya yang sudah tidak memungkinkan sebagai manusia. Kaget. Karena sungguh disayangkan orang yang telah membantuku harus menjalani seperti itu. Sakit parah. Ku kenang saat diperkenalkan kepadanya pertama kali. Belajar banyak sama dia. Insya Allah dimanapun dia berada semoga diberikan rahmat dan kesembuhan yang tiada tara.

Jam 10 bus yang akan membawa keberangkatan – kepulanganku akan berangkat. Ku berpamitan kepada keponakan. Dan sangat tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih. Cuma satu pesan yang penuh arti. Hati – hati dijalan.

Di dalam bus yang sudah penuh dengan penumpang. Yang mayoritas isinya adalah orang yang seperti saya. Seorang mahasiswa yang mengisi weekendnya di kampung halaman. Merasa tidak asing dan kesepian karena banyak yang seperti saya.

Mendapat tempat duduk sendiri walaupun penumpang banyak adalah keberkahan karena bisa tenang. Ditemani dengan sebuah snack dan lagu. Ku tertidur karena tenangnya dan indahnya lagu yang diputar oleh supir bus. Terbangun sendiri. Ku melihat ke jendela sudah berada di KM 55. perjalanan yang lancar dengan supir yang penuh keahlian membawakan kendaraan. Ku melihat ke jendela dengan indahnya terhampar sawah – sawah yang baru di tanam. Hijau tiada tara. Ketenangan yang tidak kutemukan di Kota Industri.

Indah dan ketenangannya saat itu kutemukan. Karena pada bulan ini sawah sedang tumbuh dan segarnya berwarna hijau. Sepanjang dari purwakarta sampai Bandung membentang sawah di antara deretan pegunungan.

Ilmu sengkedan yang diterapkan menjadi lebih bagus dengan bentuknya yang zig – zag mengikuti seleksi alam yang dilakukan oleh pegunungan di sana. Melihat hal yang seperti itu saya bersyukur bahwa alamku ini indah. Penuh dengan manfaat yang tidak cuma untuk menghasilkan oksigen.

Lewat jendela bus. Kumelihat langit di arah menuju tempat tujuanku sudah mulai gelap. Mendungnya langit adalah berkah dan hikmat yang diberikan-Nya. KM 125 yang diawali dengan akhirnya bentangan sawah. Selamat Datang Di Kota Kembang. Keluar tol pasir koja. Dan pak supir membayar uang tol. Lampu merah yang menghalangi bus untuk berjalan. Ku melihat Warteg yang sering saya kunjungi bersama kakak dan teman mas bro saya. Ketika menuju kota Bandung. Terkenanglah saat itu makan yang lumayan enak. Dengan bumbu dan racikan orang kembang.

Sesampai di terminal Leuwi Panjang. Ku turun dengan kaki mantap. Tidak lupa untuk bilang terima kasih kepada pak supir. Yang membawa penumpangnya dengan selamat. Ku menuju pool tempat bus dalam kota. Yang akan lanjut membawa saya ke kosan dan kampus di daerah dago. Berbeda dengan bus luar kota. Bus dalam kota ini saat saya masuk ke dalam bangkunya lumayan kurang luas. Dan selalu cepat penuh jika telat pasti tidak dapat tempat duduk. 5 menit mangkal di terminal. Bus dalam kota saya berjalan menuju tujuan berikut saya. Pak Kondektur menagih satu – satu penumpang yang menumpang di dalam bus. 2 ribu rupiah saja uang yang di keluarkan dari Terminal Leuwi Panjang – Dago.

Langit akhirnya menangis. Saat ku melihatnya di dalam tol yang masih galau mendung. Hujan rintik – rintik. Menemaniku saat itu di dalam bus. Begitu hal yang romantis bagi yang membawa pasangan. Duduk berdua di dalam bus dengan di temani rintihan hujan. Ketika ku melihat ke sebelah ternyata yang duduk adalah sebuah wanita paruh baya. Yang tadi membantuku ketika ku bingung tempat bus dalam kota. Dia mahasiswi Unisba. Bus makin padat dan ramai saat menuju ke daerah pertokoan yang padat. Hujan makin deras dan rintikannya menimpaku di samping jendela.

Dengan bus yang ramai. Ku santai melihat ke jendela dengan ditemani tangisan langit. Bus tambah ramai dengan masuknya dua penyanyi jalanan di daerah Pasar Baru. Ku melihat dua remaja dengan membawa gitar. Kata sambutan yang biasa dilakukan oleh penyanyi jalanan. Ku acuh tak menentu. Untuk melihat kembali tangisan hujan.

Terkaget dengan suara penyanyi jalanan. Yang dengan suara lantang lumayan merdu. Menambah suasana romantis. Dia menyanyikan lagu Armada – Pemilik Hati. Oh sungguh hari yang lumayan indah dan berwarna.

                  Kau terindah kan slalu terindah

                  Aku bisa apa tuk memilikimu

                 Kau terindah kan slalu terindah

                 Harus Bagaimana ku mengungkapkannya

                 Kau Pemilik Hatiku

Mendengar lirik dari sebuah lagu itu di temani dengan hujan. Indah rasarnya membuat ku terkenang akan kisah cintaku di masa lalu.

Dengan berakhirnya lagu itu, berakhir juga rintikan hujan, dan berakhir pula perjalanan pulangku karena bus sudah sampai di daerah Dago.

Lagu yang terdengar di telinga menuju kosan adalah Mocca – On The Night Like This. Sebuah lagu kenangan saat ku malam mingguan dengan seseorang.

 

                On the night like this

                There’s so many things I want to tell yo

                On the night like this

                There’s so things I wan to show you

               Cause when you’re aroun

               I feel safe and warm

              When you’re aroun

              I can fall in love every day

             In The case like this

             There are a thousan good reasons

             I want you stay

……………………………………………………………………………………………………………

Work Student !!

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan pengalaman orang satu nasib. Jika nasibnya sama seperti saya. Yaitu mencari ilmu di kota orang dan kegiatan selama di kosan jika anda bingung mau melakukan apa. Ngekos dan jauh dari keluarga. Tapi menurut saya tidak akan ada jauh bedanya saat anda di rumah. Bila kegiatan di rumah dan di Kos itu di cocokkan maka akan menemukan satu hal yang sama pasti. Berikut ini kegiatannya :

1. Tidur

Nah untuk urutan pertama yang suka dilakukan anak kosan dan pribadi adalah tidur. Kenapa ini saya kasih no satu karena semua orang pasti suka tidur, apalagi yang mengidap Insomnia pasti sangat – sangat suka dan ingin untuk tidur. Kegiatan utama ini biasanya dilakukan bagi Mahasiswa. Biasanya saat pas pulang kuliah, jadwal kosong, dan hari libur. Pasti sangat senang. Atau bahkan biasanya jika orangnya pelor. Pas saat libur kuliah, pasti akan sangat menyenangkan karena bisa memuaskan hasratnya, untuk bisa tidur seharian. Tidur adalah kewajiban bagi manusia. Karena kegiatan ini bisa melepaskan penat selama menjalani kegiatan yang bikin Badmood. Tapi lain hal dan ceritanya jika orang tersebut membawa kegiatan badmoodnya ke dalam mimpi. Pasti akan lain ceritanya. Dan muncul hitam di samping dan bawah mata.

2. Main game

Ya satu kegiatan ini pasti tidak akan pernah di lewatkan oleh siapa pun apalagi bagi mahasiswa, yang menjalani pusingnya perkuliahan. Yaitu main games, biasanya kalau sudah menjalaninya., bisa memakan waktu lama apalagi jika ada teman untuk lawan tandingnya. Yang lumayan sepadan untuk jadi bahan koreksi. Kegiatan ini biasanya membuat lupa diri, dan bagus untuk orang yang setiap saat bisa depresi ataupun stress akibat rutinitas sehari – hari. Saya pun suka begitu. Karena, jika sudah ada teman mainnya bisa melupakan semua hal. Dari kegiatan perut, lupa mengangkat jemuran dan lainnya. Game yang sering dimainkan oleh Mahasiswa dan merupakan game wajib bagi anak kos adalah PES dan FIFA. Game sepakbola yang membuat mata terpukau dengan graphicnya, karena semua orang suka sama sepakbola. Jadi bisa dibilang ini adalah mainannya orang. Tidak mesti PES dan FIFA juga untuk bermain. Karena dibutuhkan spesifikasi yang lumayan di atas rata – rata untuk memainkannya. Game tidak hanya itu aja lebih dari sejuta game jika ingin mencarinya. Dan untuk game lainnya selain sepakbola. Ada macam – macam genre dari yang petualangan sampai game bertarung. Ingat berdua lebih baik daripada sendiri.

3. Main alat musik

Musik, musik, musik dan musik. Semua orang pasti mendengarkan musik. Kecuali orang tuli, ya well kita sudah pasti jawabannya karena bagaimana bisa dia menikmati. Bisa mendengarkan musik jika keindahan dari musik tidak dapat di dengar. Ok lupakan untuk membahas itu. Alat musik yang biasanya digunakan untuk semua orang dan termasuk saya adalah yang paling utama Gitar. Karena bentuknya kecil dan mudah untuk dimainkan dan di bawa kemana – mana. Karena saya ada gitar dan komputer untuk dijadikan buat main game dan dengerin musik jadi sudah seperti di rumah. Walaupun sedang berada di kamar kosan. Bermain musik tidak selalu gitar. Yang ukuran kecil juga bisa seperti pianika dan piano yang ukurannya kecil dan menghasilkan suara yang cukup bagus jika benar memainkannya. Sebenarnya ada banyak jenis alat musik. Tapi jangan coba – coba bawa yang besar seperti drum. Kenapa tidak boleh besar seperti Drum, karena biasanya tidak boleh sama tetangga dan empunya kosan. Bermain musik adalah mengeluarkan ekspresi dan uneg – uneg di sebuah lagu, bisa mencoba untuk mengaransemen puisi menjadi sebuah lagu. Dan untuk main alat musik, harusnya minimal ada dua orang. Yang satu main musik dan satu lagi untuk mendengarkan dan mengkoreksi sebuah lagu yang di bawakan oleh yang bermain musik. Karena biasanya kalau dua orang atau lebih. Afdol dan asyiknya lebih mantap dibandingkan satu orang. Bagaimana jika saya tidak punya alat musik seperti gitar dan semacamnya. Tenang saja solusi atas masalah itu adalah siapkan satu buah sendok dan piring, maka berdendanglah dengan suara yang khas. Dan jangan keras – keras untuk menghasilkan suara yang indah. Karena ingat itu adalah piring kalau terlalu keras bisa pecah. Jika anda serius melakukannya dan ahli memainkannya.Anda dijamin akan di sukai oleh penjual peralatan makan. Karena dagangannya laris oleh anda. Ingat pula jika punya keahlian itu bisa ikut lomba mencari bakat alami. Pasti andalah juaranya. Tapi siap – siap piring anda pecah untuk latihan.

5. Ke kosan teman

Saat anda libur dan sedang tidak ngapa-ngapain bingung mau ngapain. Karena saya bukan pelor, tidak punya game, dan tidak punya alat musik, apa emang gak bisa main musik. Tenanglah. Ingat anda tidak hidup sendiri di dunia ini. Solusi macam solusi jika anda mempunya kasus seperti itu adalah ke tempat kosan teman. Ya kosan teman adalah hal makruh yang dilakukan jika bingung mau ngapain. Apalagi jika teman yang akan di tuju punya semua kegiatan diatas, (Tidur tidak dibawa). Pasti anda akan menyetujuinya untuk berangkat ke kosan teman. Lebih bagus lagi jika teman yang anda tuju orangnya Low Profile. Sudahlah pasti anda akan sangat puas. Dan merasa seperti punya sendiri.

6. Smsan dan Chat sambil tiduran

Jika semua kegiatan yang diatas bosen dilakukan saya biasanya mencoba yang ini. Kalau yang ini adalah kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pertama yaitu tidur. Tapi siaplah karena untuk kegiatan ini butuh pengeluaran. Bijak – bijaklah untuk mengaturnya. Smsan dan chat sudah bagai makanan sehari – hari tiap orang. Smsan dan chat adalah untuk orang yang jauh dan sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship). Tapi siap – siaplah jika melakukan kegiatan ini karena resikonya. Kalau sudah melakukkannya. Pasti akan dapat resiko yaitu pasti akan muncul rasa kangen sama orang yang disms dan chat. Makanya saya bilang jika melakukan kegiatan ini harus bijak – bijak menanggung resikonya.

7. Dll ( Jika ingin menambahkan).

* Sok Atuh *

Malam Kelabu ??

Selepas kebingungan pada saat itu. Si teddy mendapatkan sms dari yang bertanggung jawab di kosan ini. Namanya kang Hendra. Bisa dibilang dia adalah pak RT kosan yang dipercaya untuk menjadi pengurus kosan sama yang punya. Isi smsnya adalah menanyakan emang betul kalau listrik di rumah mati?.

Kita jawab iya. Dan dia menjelaskan bahwa dia lupa membayar listrik. Karena kang Hendra sendiri pada saat itu sedang di Jakarta. Untuk menemani bapaknya yang sedang di rawat di Rumah Sakit. Mendengar penjelasan itu. Kami juga pasti mengerti bagaimana membagi pikiran. Jika Orang Tua kita sedang sakit.

Terjawab sudah kenapa listrik diputus. Tapi yang masih heran. Kenapa cuma baru telat 1 bulan. Dan bulannya adalah bulan ini langsung diputus. Dunia memang terkadang sangat kejam.

Tiba – tiba teddy mempunyai ide. Untuk ke kosan temannya, ya biasa ingin numpang tidur semalam saja di situ. Namanya Gilang, saya juga sering ketemu sama dia jadi sudah akrab. Kosan si Gilang ini di samping Kampus kami.

Jadi jaraknya tidak begitu jauh. Pas di beritahu tentang keadaan kita yang luntang lanting lintung. Dia memberti tahu bahwa siap siaga dengan sukarela menerima. Wah rasanya tenang saat itu, makan sudah dan hotel pun sudah ada.

Karena waktu masih jam setengah 8an. Kami jadi main dulu di kampus. Saya pun menjadi Mahasiswa yang rajin. Karena siang ngampus, malam pun ngampus. Walaupun muter gak menentu. Kita sempat berpisah dulu, karena saya ke kosan teman di daerah Tubagus, sekitar 1 kilometer dari kosan saya yang disekeloa. Bahwa minta tolong di bantu tentang tugas algoritma.

Pas pertama kali masuk ke kosannya, ajigile. Tempatnya hotel mah kalah dah. Bagus banget, beda sama kosan saya. Saya sempet bertanya kepada teman saya. Namanya si Hendra. Dia ini mahasiswa perantau beda pulau. Yaitu dari jambi. Sebulan berapa ?. Dia menjawab dengan santai sebulannya 1 juta koy. Gile itusih 2 bulan kosan plus makan 1 bulan bagi gue.

Setelah selesai membantu tugas algoritma. Yang sekalian saya juga mengecek tugas sendiri. Apakah sudah benar atau belum.

Kembali bersama teman senasib. Bertemu kembali jam 8 di Kampus. Siap – siap berangkat ke kampus Gilang. Ternyata si Teddy sudah menghasut si Gilang. Untuk menjerumuskan dia kedalam nasib kita. Yaitu mengajak si Gilang ke kosan untuk tidur bertiga di kosan sendiri aja.

Daripada di kosan Gilang. Gak tau alasannya kenapa. Si Gilang bilang mau saja, emang betul teman tuh mudah dan banyak di cari. Tapi yang namanya teman sejati itu susah untuk di dapat. Hargailah teman seperti kamu menghargai orang yang berarti bagi kamu.

Pulang ke kosan bersama Gilang. Sesampainya di sana ternyata sudah ada 1 orang. Yang siap mengikuti kita untuk tidur gelap – gelappan. Bedanya dia tidur sendiri kita bertiga. Tidur di kamar teddy dilantai bawah. Karena kamar saya yang diatas. Sudah tidak ada cahaya pun yang dapat dilihar. Gelap.

Di kosan bertiga. Kami makan lagi. Entah kenapa malam itu saya menjadi mudah lapar. Sebelum tidur kami sempet ngobrol sana sini. Dari jurusan Teknik Komputer yang diambil sama Gilang, Akuntasi yang diambil oleh Teddy, dan jurusan Teknik Informatika yang saya ambil sendiri. Diteman dengan satu buah lilin yang cukup untuk menerangi. Malam yang bersedih melihat ketiga Mahasiswa ling lung.

Karena suasanya yang gelap. Saya dan gilang pun mengantuk. Tidak dengan Teddy yang sedang asyik menceritakan kisahnya ke pacarnya melalui BBM. Karena satu kasur. Jadi kami bagi bertiga untuk kesetia kawanan mendapat kasur. Saat saya dan Gilang sudar tidur.

Saya terbangun entah kenapa karena tidak biasa tidur gelap gulita. Melihat jam sudah pukul 1 malam. Tapi si Teddy masih bangun. Pas saat saya tanya masih BBM ted. “ udah gak koy, baterainya udah habis”. Hhaa. Jadi kalau baterainya masih ada lanjut BBM sampai pagi. Wis mantap

Lama kembali untuk tidur. Cahaya api lilin sudah menunggu ajalnya sampai keadaan benar-benar gelap gulita di kamar. Pas setengah 5 pagi mendengar adzan shubuh kami bertiga bangun. Tapi tidak tau arah mana yang diambil. Karena cahanya yang tidak ada sama sekali. Gelap tuh tak ada yang ada hanyalah kekurangan cahaya.

Pas sudah biasa dengan keadaan kekurangan cahaya. Saya merasa senang karena sudah melewati pengalaman yang menjemukkan untuk di lalui. Matahari sudah mulai bersinar. Cahaya masuk lewat celah – celah gorden kamar. Seakan ingin memberitahu tahu.

Habis gelap terbitlah terang.

Selamat Pagi

Malam kelabu ?

Kegiatan baru bisa dibilang yang namanya kegiatan adalah ketika kegiatan tersebut terdiri dari dua bagian. Kenapa saya bilang begitu karena semua di dunia ini pasti mempunyai dua sisi. Contohnya seperti uang logam mempunyai dua sisi mata uang. ya iyalah namanya juga uang logam. kalau punya empat sisi berarti uang kertas.

Sedangkan dua bagian dari kegiataan yaitu menyenangkan dan menyedihkan, yang pertama adalah bagian menyenangkan yang isinya pasti happy. Membuat raga menjadi lepas. Yang selalu ingin di ulangi kembali. Kenapa raga bisa menjadi lepas ?aneh.

Karna terkadang kegiatan yang biasa dilakukan seperti itu menghasilkan sesuatu yang berbeda. Berbeda dalam arti yang biasanya murung menjadi lebih murung. Well. Bukan itu yang saya maksud karena murung bisa berubah menjadi lebih bahagia. Mengapa murung dulu gak bahagia dan senang.

Karna lebih baik murung terlebih dahulu daripada bahagia dulu. Murung – Bahagia. Tidak seperti, Bahagia – Murung. Karna apa !. Peribahasa aja mengajarkan untuk berakit – rakit ke hulu, berenang – renang ke tepian. Gak ada peribahasa berenang ketepian, terus sakit. ntar malahan di marahin !

Selama hidup mandiri dan bersusah payah untuk melengkapi kegiatan, ada yang kada kalanya sifatnya menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Selama tinggal sendiri di kosan saya sudah mengalami senang – susahnya hidup sendiri. Dari masaka sendiri, nyuci sendiri, main game sendiri,mandi sendiri. Ya iyalah. Tapi untuk makan berdua sama temen saya. So sweet.

Kegiatan kali ini adalah menyedihkan. Bermula dari saya berangkat ngampus pada hari rabu. Ok pada kegiatan ngampus itu semua lancar aja. Jadi untuk kali saya gak akan menceritakan kegiatan ngampus dulu. Menyedihkan ini terjadi saat saya pulang dari ngampus. Pas saat jam 6. ketika saya pulang. Kejadian ini dimulai dengan keanehan. Lampu kosan yang biasanya saat menjelang malam selalu menyala, sekarang tidak menyala.

Saat itu saya biasa aja karna mungkin saja belum dinyalain. Saat masuk kedalam kosan. Semua penghuninya sepi, tidak ada satupun orang di dalam rumah. Semua gelap dan lampu tidak ada yang menyala.

Ketika kebingungan itu ada 1 temen kosan yang di rumah, yaitu teddy. “ted pada kemana nih orang ?”. saya bertanya pada dia. “gak tau”. Cuma itu jawaban yang dia berikan kepada saya. Satu hal yang masih membuat bingung saat itu adalah kenapa lampu tidak ada yang menyala. Kami pun mencari stop kontak dan saklar mungkin saja lagi turun. Tidak ada masalah.

Saya tanya lagi. Sejak kapan nih lampu gak nyala. Karena mungkin saja ini cuma mati listrik. Saya sangat berharap itu mati listrik. Karena iri melihat keasyikan tetangga yang lampunya nyala. Kenapa cuma lampu rumah ini yang tidak nyala ?.

Udah dari jam 3 koy. Si teddy jawab karena saat itu dia ada di kosan. Lah kenapa bisa ya?. Saya pun bingung dan hanya terdiam. Berpikir kosong. Mungkin saja saat berpikir muncul lampu yang menyala.

Tidak ada lampu yang nyala. Melihat arloji yang sudah jam Tujuh kurang 15 menit. Saya panik lagi karna belum ada jawaban dari solusi masalah ini. 1 orang bingung lagi pulang. Dan dengan perkataan yang sama. Saat dia melihat lampu seisi rumah tidak ada yang menyala satupun. Lah kenapa ini gak nyala ya kang ?’.

Dan jawabannya saya adalah menggelengkan kepala. Karena bertambah 1 orang menjadi 3 orang bingung. Berpikir logis kembali. Ketemu ide untuk melihat kembali saklar rumah mungkin saja ada yang terlewat. Berjalan, meraba tembok itulah yang dilakukan untuk melihat suatu mukjizat. Untuk berjalan aja susah. Maka beruntunglah orang yang jalannya lancar dan tidak ada halangan.

Saat sampai di tujuan. Membuka kotak saklar. Orang bingung yang terakhir memberitahu bahwa ada selembar kertas dalam kotak saklar. Karena mata dia sudah buram dan tidak dapat membaca karena gelap. Jadi kertas itu dikasih kepada saya. Inti isi pesannya

Maaf listrik rumah ini kami putus karena anda telat bayar listrik 1 bulan”.

Well jeger tekewer kewer. Tidak percaya apa yang barusan saya baca. karena biasanya listrik di putus saat sudah telat 2-3 bulan. tapi baru 1 bulan sudah diputus. sadis. Saya memberitahu isi kertas tersebut. Semuanya pada bingung. Dengan 1 pikiran yang sama “ mau tidur dimana malam ini’.

Orang bingung terakhir, bilang dengan sangat bijak kepada kami. Bahwa dia akan tidur dengan temannya. Maka dia pun masuk ke rumah untuk siap-siap. dasar tidak sekawan. inginnya sih ngikutin dia masuk ke rumah. untuk pergi juga. tapi saya setia kawan sama teddy. sekawan tapi tidak seteman. ??

Saya berpaling pada Teddy. Dan dia mengerti apa maksud saya dan menjawab semua solusi yang ada pada solusi. ‘ kita makan dulu yuk koy. Gue laper nih belum makan dari tadi’. sangat – sangat bijak sekali. Dan saya pun Ok sip. Masalah tidur mah nanti yang penting isi dulu perut.

Saya pun berangkat untuk makan. Di samping monumen depan kampus Padjajaran. Lauk saat itu adalah nasi goreng. Apapun makanan saat itu pasti enak. Karena hati yang sedang gundah dan juga memang sedang rakus. Setelah makan. Dan rasanya sudah kenyang. Si teddy menatap saya. Dan saya menjawab tatapan matanya dengan maksud “ abis ini kita mau kemana dan tidur dimana ?”.

****

Ritme Masak nasi dan lauk mahasiswa di kosan

semua orang bisa melakukan apa saja yang dia mau. Entah dari yang langsung bisa ataupun blank tentang yang akan dilakukkannya. Semua terasa timpang karena, Ada orang yang langsung mengerti apa yang akan dikerjakannya saat dia disuruh untuk mengerjakan sesuatu. Tanpa basa – basi dia langsung kerjakan tanpa dikasih tau.

Tetapi ada yang baik ada buruk, ada pintar ada bodoh, ada Akoy ada juga Maryadi, Lho kok ?. Ada juga orang yang perlu belajar untuk melakukan sesuatu yang awam sekali dia kerjakan. Entah pekerjaan yang mudah yang biasa dilakukan. Entah juga pekerjaan yang memang susah untuk melakukannya.

Saya sendiri berada di tipe yang kedua. Karna kadang kala semua orang itu bisa sangat susah untuk melakukan pekerjaan. Dari yang kecil sudah susah sekali sampai yang besar bisa semaput. Bahkan yang bisa dibilang mudah pun. Tidak akan bisa.

Karena saya berada di tipe yang kedua. Kali ini saya akan mengshare pengalaman saya selama menjadi anak Mahasiswa Kos. Memasak dan kegiatan lainnya harus dilakukan dengan sendiri. Tanpa bantuan orang lain jika memang bisa melakukkannya sendiri. Itulah kehidupan alami anak Kosan.

Bukannya enak karena bebas. Tetapi bisa berat dilaksanakan. Ada enak dan tidaknya menjadi anak kos. Untuk kebutuhan pangan, sandang dan papan pun harus bisa menyiasatinya dengan baik. Jika tidak booom, hancur seketika.

Yang penting adalah kebutuhan perut. Karena segala kegiatan harus perut yang terisi. Memasak nasi adalah pekerjaan yang bagi sebagian orang itu mudah. Tetapi itu menjadi pekerjaan yang sulit dilakukan karena butuh tangan yang halus. Halus disini adalah terampil. Entah alur ritme masaknya dan stepnya itu harus baik-baik dijalankan. Jika tidak booom lagi.

Karena saya tipe yang kedua. Saya minta diajarin ibu saya bagaimana masak nasi yang benar. Beras ukuran untuk gelas kecil. Sudah lebih dari cukup untuk tipe anak kos. Kenapa saya minta ajarin masak bukan minta yang lainnya seperti minta mobil. Karna bisa semaput tidak makan selama setahun. Ok itu nanti bisa booom bagi keluarga saya. Ya sederhana saja alasannya yaitu karna hemat atuh. Kan harus bisa menyiasati kebutuhan dengan sangat baik.

Pengalaman untuk masa depan. Membuat menjadi manusia yang lebih baik dengan menambahkan ilmu memasak bagi mahasiswa. Ketika itu saya diajarin masak nasi menggunakan magic com. Karna lebih spesifik dan mudah bagi mahasiswa yang menemukan ilmu memasak tanpa bingung. Kalau ada yang lebih mudah kenapa milih yang susah. So.

Pertama stepnya untuk memasak nasi adalah :

      1. Siapkan beras dan masukkan beras didalam gelas kecil, karna bagi saya itu sudah lebih dari cukup untuk makan. Tapi sebisa mungkin gunakan beras dengan secukupnya karena bisa mubazir nantinya, terbuang percuma dan kasihan bisa sedih nasinya.

2. Setelah itu, cuci beras tersebut dengan misalnya baskom. Cuci dan bilas menggunakan rinso anti noda pasti akan hilang seketika (Well itu salah). Yang benar adalah cuci dengan air bersih sampai menurut anda sudah cukup bersih. Saran saya cuci dengan air sebanyak lima kali, karna di ajarinnya seperti itu. Jika ukurannya seperti di atas. Inget cucilah dengan sampai bersih karena buat diri sendiri.

3. Masukkan beras yang sudah dicuci tadi, kedalam magic com untuk dimasak. Jangan lupa tambahkan air ke dalam magic com. Untuk satu gelas kecil. Biasanya ukurannya adalah satu penuh air ditambah sedikit. Secukupnya

4. Tunggu sampai beberapa menit, karena biasanya untuk satu gelas kecil itu tidak memerlukan banyak waktu untuk memasak. Dan jangan lupa untuk memindahkan tombol ke cock yang awal warm. Karna jika lupa berarti cuma manasin aja tuh beras gak akan berubah jadi nasi. Booom jika itu terjadi.

5. Setelah selesai memasak, ambil beras yang sudah dimasak menjadi nasi. Untuk dihidangkan bagi diri sendiri. Mantabs

Biasanya memasak dengan tangan sendiri dan buat sendiri itu lebih nikmat dan enak. Daripada beli makanan diluar dan cepat saji. Ya walaupun harus memasak dengan sepenuh hati untuk hasil yang memuaskan.

Memang tidak seenak dan selezat makanan yang lain. Tapi lebih lezat dan puas di diri sendiri.

Untuk umum dan khususnya Mahasiswa kosan.

Well selamat mencoba.