Archive for » November, 2012 «

Sesaat yang terlintas !!

Semua pikiran akan terlintas begitu saja dan berubah dengan cepat. yang bisa menangkap dan memahami lintasan sesaat itulah orang yang selalu beruntung. Saya mencoba menjadi yang beruntung dengan kutipan yang sempat terlintas.

Entah munculnya yang tiba-tiba saat saya sedang baca buku di Perpustakaan Kampus.

Gini isi pikiran tersebut

” Ku berlari melawan arah angin “

” tubuh ini terdiam tak ada rasa ingin “

” Melawan sesuatu yang di lakukan “

” Semua bergerak mengikuti arah tujuan “

” Ku menyelam dalam lautan “

” Ku berlari menyebrangi hutan “

” Semua sama tak ada perubahan “

” Yang ada hanya rasa penyesalan “

” Yang ada hanya kerisauan “

” Semua berubah, detik ini pun berubah”

” Yang tersisa hanya ketidapuasaan “

Sesaat yang terlintas !

Semua yang di pikirkan tapi entah kenapa di pikirkan saat itu !

” terkadang apa yang dipikirkan oleh diri sendiri “

” susah untuk di pahami oleh diri “

” padahal itu adalah hasil dari rumus yang tidak bisa

di ungkapkan oleh ilmu alam “

” itulah kehidupan yang selalu di jalani “

” sebagai pelengkap dunia yang tidak pernah berubah “

” karena isinya dunia ini yang pada berubah “

Hubungan antara Cinta, Musik dan Jarak I

Dulu, gue waktu masih kecil tidak mengerti apa itu yang namanya cintalah, sayanglah dan lain-lain yang berhubungan dengan itu semua. Gue selalu berpikir pas masih kecil adalah hal yang indah untuk bermain, main dan main . Tidak di ganggu dengan percintaan atau apapun itu namanya.

Walaupun semua teman gue pas waktu itu sedang giat-giatnya mencari pacar. Mungkin gara-gara dulu nonton film Ada Apa Dengan Cinta. Jadi ke save ke dalam otak. Makanya, jadi pada ngikutin untuk melakukan itu.

Pernah sekali waktu kelas 3 SD ada seorang cewek yang deketin gue dan langsung to the point. Bahwa, dia suka sama gue. Gue mikir nih cewek kayaknya terlalu banyak nonton film orang dewasa tentang percintaan dan pacaran dah. Gue diem, dia diem. Gak tau gue mesti bilang apa ke dia. Tapi gue dengan baik hati menjawab “Oh ok, makasih ya” dengan di ikutin senyuman manis anak kecil. Dan gue pun kabur meninggalkannya, tanpa pernah mengerti maksud dia itu apa bilang gitu ke gue. (Maklum masih kecil).

“Wah lo mah payah mar ?” temen gue bilang saat pas istirahat. Dari gaya ngomongnya kayanya ini terlalu banyak minum obat dah. Dewasa gitu apa emang lagi meranin aktor. “Payah kenapa ?”, “Ya payahlah, lu mah ada cewek yang nembak lo malah di tanggepin seperti itu”. Gue mikir maksud dia ini apa sih, Nembak ?.( Gue pikir nembak itu seperti polisi kejar perampok).

Ternyata nembak dapat memiliki sebuah arti yang berbeda. “maksud lo ?” Gue menjawab. “iyalah payah gue aja susah buat dapetin cewek, eh lo malah dengan santai menolaknya dengan sangat sopan sekali lagi.Hemb. Lo-nya aja kali yang emang kaga laku. “Yee dasar”

Gue anggap angin obrolan tersebut. Karena obrolan tersebut kisah hidup masa kecil gue makin banyak aja yang jadi respect sama gue. Dan dengan sekali lagi gue jawab dengan sopan. Sampai pada akhirnya gue menemukan arti dari hal yang gue alami. Temen gue lapor ke gue “Lo mah gak ngerti sih ! Kita nyari pacar tuh biar pas saat kita lulus nanti punya makna dan pengalaman yang gak akan dilupakan di kemudian hari”.

Jadi gak biasa – biasa aja kita sekolah”. Hemb gue mikir, mikir, mikir, parkir mobil. Sekolah itu tanpa di bumbui dengan pacaran (Orang yang kita suka) tidak akan pernah sempurna. Udah gue duga nih orang kebanyakan nonton Ada Apa Dengan Cinta. Jadi semuanya di ikutin sama dia.

Tapi perkataan dia itu ada benarnya juga. Gue cermati dan gue pikir gue harus punya sesuatu yang akan selalu di ingat untuk diri sendiri, walaupun orang lain tidak akan pernah tahu. Gue mau nanti punya bahan ceritaan buat di kenang, selalu ingat dengan masa kecil.

Naik kelas, naik kelas. Sambil mencari arti makna perbincangan tersebut. Dan satu persatu cewek silih berganti gue lewati. Dan menjawabnya dengan di tambahkan kata maaf. Sampai pada akhirnya gue menemukan seorang cewek yang menurut gue it is beautiful and perfect. Hadeuh pas ngeliat dia pertama kali buat gue lupa diri. Indah rambutnya, badannya, dan kepintarannya. Cewek itu gue temukan pas saat naik ke kelas 5 SD.

Tetapi selama satu tahun sekelas sama dia. Gue gak melakukan pergerakan apapun untuk mendapatkan dia. Karena gue gak ngerti apa yang mesti gue lakuin saat itu. Sampai gue dan dia berlalu naik ke kelas 6.

Mungkin tuhan berpihak kepadaku karena pas kelas 6 bersama dia lagi. Sekelas. Ini adalah momen terakhir jika ingin pas saat nanti bisa selalu di kenang dan di ceritakan seperti yang gue tulis ini. Walaupun untuk diri sendiri bukan untuk yang lain kisah ini.

Gue yang biasanya di deketin cewek aja gemetaran. Malah nyoba buat deketin cewek. Ya makin plin plan aja nih badan. Tapi kegemetaran itu gue lawan dengan sangat baiknya. Karena satu hal yang pasti kegemetaran itu bisa hilang yaitu no wahid cuma ingin dekat sama dia.

Karena tidak tahu mesti ngapain. Gue lakuin semua kegiatan yang ada di otak gue. Segala cara dari duduk di samping meja tempat dia, biar bisa nyontek dan deketin dia. Hehehe

Sampai gue mencoba ngobrol sama dia berdua saat pelajaran olahraga sedang berlangsung. Berlalu, berlalu dan berlalu. kebodohan tahun lalu pun gue ulangi karena walaupun sudah berusaha untuk mendekati dia tapi belum punya keberanian buat nembak dia. Pas saat itu Ujian Nasional semakin dekat dan membuat gue makin susah aja buat bersama dia. Karena harus fokus belajar dan les di sekolah.

Sampai pada akhirnya Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah selesai kita jalani. Dan gue sama dia lulus bersama. Ini adalah momen yang pas untuk gue nembak dia pas perpisahan sekolah. Gue siapin semuanya dari minta doa restu sampai minum air putih( Ngapain pula minum buat nembak cewek). Tapi ada kalanya takdir berkata lain. Gue yang waktu itu sudah nyiapin jauh – jauh hari untuk hari spesial itu harus menunggu lebih lama lagi.

Karena tanpa sepengetahuan gue, dia pindah ke jawa mengikuti orang tuanya. Gue cuma bisa terdiam membisu mendengar cerita itu dari temannya. Gue lambat bergerak dan akhirnya benar – benar telat.

Gue tidak tahu saat dia pindah, tidak mengucapkan Sampai ketemu lagi, tidak meminta contact yang bisa di hubungi. Karena pas saat itu hp tidak sepopuler seperti sekarang yang anak TK aja punya hp. Tapi satu hal yang pasti gue akan selalu ingat sama dia. Meskipun gue lost contact sama dia. Sampai pas gue kelas 2 SMA dapet kabar lagi tentang dia. 4 Tahun waktu yang cukup lama untuk mendapatkan kabar darinya.
*Bersambung*

Teman Kamar Kosan

Gak asyik rasanya jika saya sudah menceritakan kegiatan saya tanpa mengetahui gimana karakter dan cirri – ciri teman saya yang ada di sini. Mungkin sudah tau gimana teman kamar saya dari cerita – cerita saya. Dari jalan malam yang nyasar bersama Teddy sampai berolahraga yang jadinya malah si Anggi godain cewek. Huft

Well gak banyak cincong lagi, saya kasih tau gimana karakteristik teman – teman saya.

Teddy

Nama Teddy Fajar Hidayat : anak maba Universitas Komputer Indonesia bersama saya tetapi beda haluan(Baca Jurursan). Dia ini anak Tasikmalaya, yang besar di Tasikmalaya tapi cuma numpang tinggal di sana. sebenarnya anak Cibaduyut Bandung. Teddy itu anaknya pendiam dan suka malu – malu. Well gak semaluin yang di kira. Cuma mau ngobrol sama saya dan lainnya yang ia kenal. Susah berkomunikasi. Bahkan pernah dengar isu dari teman saya yang notabene temennya dia. Bahwa waktu dia SMA ada temen satu kelasnya yang tidak kenal dia. Padahal sudah satu tahun bersama. Sohib saya selama di sini. Pergi sama dia,makan sama dia, bahkan pernah tidur sama dia ( Waktu Kejadian PLN). Temen main PES bersama Aggi dan Sam, saat kondisi libur dan tidak ada tugas. Luangkan waktu untuk bermain.

Anggi

Nama Anggi. Anggi aja karna saya gak tau nama panjangnya. : Anak Universitas Pendidikan Indonesia ambil jurusan Sastra Korea ini orangnya gokil, woles, dan enak bergaulnya. Dia termasuk orang yang saya benci ketika ngomong korea. Karena saya gak ngerti jadi Cuma bengong aja saat dia ngomong korea sama temennya. Tiap hari di puterin lagu korea entah antah berantah bahasanya buat telinga saya sakit karena gak ngerti. Mungkin asyik pas dia muter lagu korea Gangnam Style karena ada yang mengerti. Semuanya serba korea, bahkan bisa jadi dia punya cita – cita ingin jualan cuanki di Korea. Masalah godain cewek dia jagonya. Di sokong dengan kepedean yang luar biasa. Setiap kedip mata pasti ada satu lalat yang masuk. Dia ini anak entah Sukabumi, Banten, or apapun. Karna saya kurang ngerti saat dia jelasin darimana asalnya. Yang jelas dia temen main PES saya selain Teddy dan Sam

A Hendra

Nama Hendra. Hendra aja karena sama saya gak tau nama panjangnya : Alumni Managemen Informatika Universitas Komputer Indonesia ini sempat juga ambil sastra korea di Universitas Pendidikan Indonesia selama 1 tahun. Anak – anak di sini biasanya manggil dia sebagai bapak kos / Pak RT kosan. Karena dia adalah orang yang di percaya sama yag empunya kosan. Sudah tinggal di kosan Wisma Citra Muslim dari tahun 2002.hemb pantes. Dia orangnya asyik. Dan mempunyai tipe melihat seseorang dulu dari dalam dan luarnya. Karena tidak ingin menjadi masalah buat dia pribadi. Baik dan santai aja saat bersantai. Iyalah namanya santai mah pasti bersantai.

Zaki

Nama Zaki biasanya di panggil Zak. Hemb, darimana cerita tentang dia ya. Soalnya bingung, jadi gini dia lahir di Sleman tak berselang lama pindah ke Surabaya, pindah lagi ke Sukabumi ketemu sama Anggi. Dan sekarang tinggal di Bandung. Dia bilang pula bahwa mau pergi ke Yogyakarta. Orangnya putih karena wajahnya yang seperti orang cina. Dia ambil juga bahasa korea. Tapi dalam bentuk les. Mungkin karena bisikannya si Anggi. Atau emang ingin ketemu sama SNSD biar gak malu – maluin makanya belajar bahasa korea. Dia sekamar dengan Sam dan Lingga.

Sam

Nama Sam. Gak tau namanya siapa. Karena biasa di panggil Sam aja jadi ikutan manggil dia begitu juga. Anak Sukabumi yang sama ikutan sama si zaki. Mungkin dia punya cita – cita ingin ketemu Super Junior makanya ikutan ambil Les Bahasa Korea. Dia ini samar – samar. Karena Cuma sebentar bersama dia waktu main bola aja di dekat monument. Orangnya pun asyik dan santai tanpa beban. Hembb. selain juga temen main PES bersam Teddy dan Anggi.

Lingga

Linga, Lingga, Lingga. Seorang Gamer sejati dalam dirinya. Karena biasa 20 Jam nonstop di depan layar kaca computer untuk ngulik game yang dia mainkan. Saya juga kurang begitu kenal dia. Karena saat siang dia tidur dan malamnya dia keluar. Seperti kalong aja. Atau bisa seharian gak ketemu karena suka tidur di warnet. Mungkin di masa depan dia punya harapan cerah sebagai master game dari Bandung. Well kenyataan berasal dari hobi dan hobi dapat terwujud jika adanya sebuah mimpi dari diri seseorang

Uli or aulia

Wah kalau temen kamar yang ini mah. Blank pisan euy. Yang saya tau dari dia mah Cuma dia kerja di Cipaganti dan selebihnya tidak tau. Namanya aja gak tau entah uli entah pula aulia. Karena itu saya dan teddy manggilnya cipaganti. Dengan contohnya “ Koy, itu si cipaganti kemana ya ?”.. Hehee

Penjaga warnet

Wah kalau ini mah lebih parah lagi. Namanya aja saya gak tau. Yang jelas dia bekerja di sebuah warnet dengan usia yang paruh baya. Udah lah males juga nyeritain yang tidak saya tau.

 

Yang pasti dimanapun mereka berada. Semoga selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Dan kabar yang selalu di terima adalah kabar yang baik

Olahraga pagi di Monumen Bandung

Ketika hari – hari biasa, dari hari senin sampai dengan sabtu di sibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan main futsal antar teman kelas. Yang tidak lupa untuk di lakukan selain kegiatan tersebut adalah menjaga kondisi badan selama jauh dari orang tua dan keluarga, dengan berolahraga. Semua selalu berpesan jagalah kesehatan jika jauh dari kerabat. Karena biasanya seseorang yang jauh itu pasti akan mudah terserang penyakit.

Nasehat dan pembicaraan itu saya cerna dengan sangat cermat. Dan memasukkanya ke jadwal kegiatan ketika sedang weekend atau libur dari kampus. Karena perkuliahan reguler yang saya ambil liburnya hanya pada jum’at saja. Jadi cuma jum’at dan minggu saya bisa lepas dari hingar bingar. Biasanya Jum’at itu terasa hambar untuk melakukan kegiatan apalagi berolahraga.

Karena image yang di ajarkan pada hari jum’at adalah untuk beribadah kepada yang maha kuasa. Dan selalu bawaannya kalau jum’at itu males beraktifitas, meskipun beraktifitas tapi setengah – setengah kemauan. Sedangkan minggu biasanya selalu ada teman untuk berangkat bersama. Dan siangnya bisa santai di kamar. Jadi saya jadwalkan setiap minggu untuk berolahraga. Biasanya kawula muda mengisinya dengan hangout, tapi itu tidak saya lakukan. Kenapa tidak diisi dengan hangout keluar?.

Bandung saat weekend adalah kebencian(baca neraka) bagi warga asli. Kemana-mana walaupun dekat jaraknya pasti macet. Begitu banyak dan bejibunnya kendaraan dari luar Bandung. Seperti yang sering terlihat di jalanan yang menuju pegunungan seperti lembang dan tempat wisata lainnya adalah kendaraan dari Jabodetabek. Walaupun saya bukan warga asli bandung. Tapi merasakanlah sedikit.

Sungguh ironi karena penduduk asli tidak bisa menikmati anugerah yang diberikan. Alam yang indah, ketika weekend hanya di nikmati oleh orang luar. Sedangkan warga aslinya hanya bisa terdiam di rumah males keluar. Pasti ada yang berpendapat bahwa surga bagi penikmat dan neraka bagi penghuni ketika weekend. Mungkin.

Eniwei, setelah di jadwalkan minggunya untuk berolahraga. Yang terjadi adalah saya bangun kesiangan dan malas beranjak keluar. Suasana yang mendukung membuat tidur lelap lagi. Jam 8 bangun, karena mendengar bising tetangga yang sedang kerja bakti. Mendengar itu saya turun untuk gabung. Hentakkan kaki saya saat menuruni tangga. Langsung di panggil untuk berolahraga sama A Hendra dan lainnya. Terkadang ajakan seseorang dapat membangkitkan kembali perasaan yang sudah hilang untuk melakukan suatu kegiatan.

Naik ke atas kembali untuk siap – siap. Pas turun sudah di tunggu anak – anak yang lain, semua sudah siap. Hari itu berangkat bersama-sama 7 orang. Saya, Teddy, Anggi, Temennya Anggi, Sam, Zaki dan A Hendra. Tapi nyusut menjadi 6 orang karena A Hendra membawa kendaraannya. Sebetulnya waktu itu bukan jam yang tepat untuk berolahraga karena terlampau siang. Tapi karena bisikan berangkat ke Lapangan Gasibu yang katanya ramai sama cewek dan orang. Saya pun terhasut. Hehehe

Jalan kaki menuju Gasibu ternyata capek. Karena mesti naik anak tangga lewat perumahan dan sambil membawa bola. Sesampainya di depan Unpad karena saya dan anak – anak sudah kecapean. Jadi berubah rencana, olahraga di Monumen aja yang berada di depan Universitas Padjajaran.

Gokilnya bola yang saya bawa waktu itu. Tidak boleh ikut masuk dan di ambil oleh satpam di daerah situ. Huft. Udah siap – siap mau jogging. Anggi usul untuk jalan santai aja. Heh padahal itu modus karena dia ingin memperhatikan cewek – cewek yang lagi pada ngumpul di pelataran monumen.

Betul saja si Anggi sama temennya Anggi pas liat cewek yang kata si Anggi mah Asoy ajelolelah. Langsung nantangin untuk di godain, dan di deketin untuk nyari pacar temennya Anggi ini. Dia nunjuk satu persatu ke anak – anak menggelengkan kepala. Saya pun juga menggelengkan kepala saya. Karena saya tidak mau di tindas selanjutnya. Anak – anak nantang ke Anggi untuk deketin tuh cewek. Tanpa menjawab dia langsung ngeloyor aja ke si cewek. Di temenin sama temennya. Gokil, di buat nunggu sambil liat – liat dia ngajak ngobrol.

Pas udah selesai, dia lambaikan tangan. Bener aja pas ngumpul kembali sama anak – anak. Dengan bangga dia nunjukkin nomer Hp tuh cewek. Gila aja nih bocah, gokil dan nekat kalau masalah godain cewek. Langsung aja pas dia berhasil gitu. Bilang ke anak – anak. Kalau ada yang mau deketin cewek dan malu – malu, panggil dia aja. Ketawa garing gak ya ??..hehehe
pas bilang gitu dia ngeloyor bersam temennya untuk kembali sama si cewek. Katanya ingin olahraga bareng. Walah modus lagi itumah.

Karena cuma berempat tinggal saya, Teddy, Zaki dan si Sam. Keluar ke area luar monumen untuk main bola aja berempat dan tidak lupa untuk ngambil bolanya yang di ambil sama Satpam. Nuhun pam.

Ambil posisi karena cuma berempat jadi dibagi dua tim untuk dua orang. Saya bersama Teddy dan Zaki bersama Sam. Walaupun sepi begitu terasa menyenangkan bagi saya. Kalau di film – film mah. Nanti di ambil scene Anggi dan Temennya sedang senang dengan cewek. Saya, Teddy , Zaki dan Sam asyik bermain bola dan scene terakhir adalah mencari A Hendra yang tak kunjung muncul. Mungkin dia juga sedang senang dengan ceweknya.
Olahraga pertama lancar. Walaupun kacau dari jadwal yang ingin berolahraga malah di warnai dengan kegiatan yang tak terduga.

Dimanapun diriku menatap dan memangdang. di situlah aku ingin bilang Hello World and Good Morning. Ohio. Ku gapai mimpiku di tempat ini.
Good Luck