Archive for the Category »Belajar «

Mencoba tidak pernah salah

20130302_101405

Foto di atas di ambil oleh teman saya saat mudik dari Bandung – Bekasi atau sebaliknya. Pada saat itu saya mudik dengan modal kepercayaan tinggi dengan Teknologi GPS. Saya dan teman saya yang baru pertama kali mudik dalam hidup ini mencoba nasib dengan berangkat pakai teknologi.

Sebetulnya ada perasaan gimana gitu saat ingin mudik menggunakan motor. Karena, selama ini saya kalau pulang ke Bekasi naik Bus Primajasa. Tetapi semua perasaan itu terbantahkan oleh perkataan teman kostan namanya Lingga. Dia bilang begini ke saya ” Kalau gak di coba, selamanya pun lu gak bakalan bisa tahu!. Hemb

Good kata-kata yang memberi saya semangat.

Malamnya sebelum mudik saya searching di internet menghafal jalan yang akan di lalui oleh saya dan teman. Ya betul karena ada perasaan riskan tentang GPS dan Maps Hp saya. Karena beberapa hari yang lalu saya baca di Koran Online ada orang yang mau pergi ke kota malah jadinya ke Padang Pasir walaupun orang itu menggunakan Maps Ios beda dengan saya yang menggunakan Google Maps.

So far perjalanan saat itu lancar. Karena memang saya berangkat jam 05.30 pagi dan di jalanan masih sangat sepi, plus saat itu hari weekend. Jadi pada malas bergerak masyarakatnya.

Perjalanan mudik terasa tidak capek di karenakan di bantu dengan udara yang sejuk dari Bandung, Padalarang, Dan Purwakarta yang masih lumayan asri di bandingkan dengan Bekasi. Hehehe

Singkatnya. Sampai di rumah dengan selamat di sambut oleh keponakan Marhadi Prayoga yang sedang menyanyikan lagu Naik kereta api tut tut jemput om Akoy. Padahal om Akoynya udah sampai di rumah. Dia pun bengong.

Lagu menemani saat sampat di Hometown : We Are The Champions

Good Song

Gombal – Gambil

Waktu itu saat sedang menonton TV. ada sebuah acara yang menarik untuk saya simak, acaranya adalah tentang budidaya ikan mujair. dari kecil sampai dewasa. Dan dari situ saya kepikiran untuk di jadikan bahan buat gombalan. Uhuy.

Gini Gombal – Gambil yang kepikiran dari ikan Mujair

 

” Aku ingin kau seperti ikan mujair !”

” Kenapa ?”

” Karena ikan mujair itu menjaga kasih sayang di mulutnya ?”

” Kok di mulut ?”

” Karena mulut adalah awal dari segala penyimpangan”.

 

Kalau ikan mujair artinya menjaga kasih sayang/anaknya dari penyimpangan ikan lain. Sedangkan, kalau manusia menjaga kasih sayangnya dari penyimpangan dan godaan dari manusia lain. Uhuuuuuuyyyy. :-D

Apapun itu pasti bisa jadi bahannya, Seperti ikan mujair ini

budidaya-mujair

Mengisi Kekosongan : Gudang Buku

Waktu itu hujan rintik menyelimuti Kota Bandung pagi hari. Ketika air hujan perlahan-lahan tidak mau pergi dari sini. Ku awali pagi itu dengan hawa males karena situasi dan kondisinya yang tidak mendukung untuk beraktifitas. Untungnya saat itu jadwal kuliah sedang libur jadi bisa santai-santai di Rumah Sementara yang di buat nan megah walaupun ukuran kamar sebenarnya kecil. :D

Pagi itu hawa dingin masih menyelimuti seluruh Kota Bandung. Masih belum beranjak dari selimut nan lembut yang masih nempel di sekujur tubuhku. Ku paksakan untuk bangkit mengambil handuk dan peralatan mandi. Seketika di ambil. Hawa malas dalam diriku saat pagi itu masih menyelimuti.

Seketika air yang dingin menyentuh kulitku yang sangat berat dan bersedih ketika di siram karena dinginnya pagi itu. Tetapi yang kurasakan saat sudah mandi adalah kesegaran yang tiada tara. Yang awalnya ketika itu malas untuk beranjak menjadi segar dan bugar kembali setelah mandi.

Di awali dengan rutinitas pagi-pagi yaitu online dan cek notif jejaring sosial tidak ada yang asyik saat itu. Isinya semua cuma stat dan tweet tentang dingin, Hujan, dan malas. Bosen yang kurasa waktu online ingin melakukan hal yang lain. Ku cari sesuatu hal yang dapat membangkitkan semangatku lagi. Dari yang download film terbaru sampai main games. Tetap aja yang kurasakan adalah hal kebosanan karena sudah terlalu sering rutinitas itu yang dilakukan.

Teringat kembali saat dirumah sering mengisi kekosongan dan kebosanan dengan cara pergi ke Toko Buku. Memang hal yang ini belum saya lakukan kembali saat coba hidup mandiri di Kota Kembang. Bersiap-siap diri untuk ke Toko Buku yang jaraknya tidak lumayan jauh dari tempat saya. Sebelum berangkat browsing-browsing dulu buku yang akan di cari sudah keluar apa belum. Setelah pasti barulah lets go. Kebetulan hujan juga sudah berhenti jadi bisa berangkat ke Toko Buku mengendarai Si Vega R Biru andalanku.

Di perjalanan yang kurang lebih 15 menit dari tempat saya terasa menyenangkan. Karena hawanya yang sejuk sehabis hujan. Jadi tidak tahu bahwa itu udah siang dan hawanya masih kaya pagi hari. Hemb

Setibanya di Toko Buku Gramedia yang berada di pusat Mall Bandung BIP (Bandung Indah Plaza dan BEC (Bandung Electronic Center). Ku parkir si andalan biru di bawah tempat parkir yang ada langit-langitnya karena takut nanti kehujanan kotor dah. Hehehe

Berangkat menuju Toko Buku yang katanya sebagai Toko Buku Gramedia terlengkap dan Terbesar di Indonesia. Sempat bingung karena ada banyak lantai. Di tiap lantai yang genrenya berbeda. Dari lantai 1 yang isinya tentang Agama semua sampai lantai atas yang isinya komik semua. Tentu saja saya langsung berangkat ke lantai yang paling atas. Karena memang tadi sempat browsing tentang Komik Detektif Conan Volume yang terbaru.

Sesampainya di lantai atas dan mencari tempat dimananya di taruh Komik Detektif Conan. Berbaur dengan komik Naruto dan One Piece tidak mengacaukan mata saya yang langsung mengambil volume terbaru yang sudah keluar. Tujuan utama sudah di tangan. Selanjutnya adalah keliling mencari buku-buku yang lain untuk di jadikan koleksi baca selama di sini.

Ternyata betul saja emang betul di sebut Toko Buku terbesar di Indonesia. Buku yang selama ini saya cari susah-susah di Toko Buku Gramedia Bekasi. Dengan mudah saya dapatkan di sini. Yaitu : Detektif Conan Volume 35 biar jadi koleksi yang lengkap. Karena cuma yang Volume 35 yang saya tidak punya waktu itu. Tetapi sekarang sudah lengkap.

Keliling ke tempat lainnya semakin saya ingin membeli semuanya juga. Karena apa pun buku yang saya inginkan waktu itu ada di sini. Tetapi karena sadar isi dompet tidak mencukupi waktu itu. Hanya cukup untuk beli Conan terbaru dan Volume 35. Saya gunakan cara ketika saya masih sekolah. Dengan membaca buku di situ langsung. Dan mencari buku yang sampulnya sudah terbuka. Jadi bisa irit uang dan lainnya. Kalau yang sampulnya belum dibuka semuanya. Pake cara yang lebih nekat lagi. Yaitu ambil buku yang ingin dibaca, lihat kanan kiri apakah ada petugas atau tidak, jika sudah aman sobek sampulnya dengan cepat dan taruh plastiknya di dalam kantong. Begitulah trik nekat saya saat keadaan tiris dan penasaran. Hehehe. (Jangan Coba-Coba untuk di ikuti). :)

Enaknya lagi kalau di TB sini disediakan bangku untuk area membaca. Jadi tidak mesti lesehan dan kena marah oleh petugas. Saat kita sedang asyik-asyiknya membaca gratis. Well itu tidaklah bagus.

Tetapi saat asyiknya sedang membaca buku. Ada yang berhasil mengalihkan pandangan saya. Cewek Cantik sepantaran saya yang sedang melihat-lihat buku di tempat saya. Seketika saja saat itu langsung lupa seketika karena melihat parasnya. Saya pandangi terus, si cewek itu sedang asyik mencari buku. Buku yang dia cari adalah tentang novel. Bukan karena saya menebak dan tahu lewat telepati. tetapi di rak buku yang dia cari ada bacaan genrenya. :D

Dia sudah memegang dua buku di tangannya. Benar-benar cewek idaman saya selain cantik dan smart tetapi juga suka baca. Hemb. Bolehlah nih.

Selama 15 menit saya mengamati gerak gerik dia. Seperti Detektif Conan sedang mengawasi tersangka pembunuhan. Dengan diam-diam dan menghilangkan aura keberadaan saya waktu itu. Semakin lama semakin pasti saya beranikan untuk mengenal tersangka incaran saya ini. Dengan gerakan pasti dan komat-kamit baca doa keberanian diri saya mencoba berkenalan dengannya.

Satu langkah dua langkah saya samperin tersangka yang masih asyik mencari buku. Dengan hati bergetar hebat dan komat-kamit. Eh tetapi langkah saya terhenti di langkah yang ke 6. Bukan karena tiba-tiba saya menjadi takut dan urungkan niat. Tetapi si tersangka inceran saya waktu itu untuk di ajak berkenalan ternyata udah punya kambing. Sialan. :-)

Langsung saja saya ke kasir untuk membayar dua buah buku dan langsung Ciau kembali pulang.

Sekian dulu ya.

***********************************************************************************************************************

 

 

 

 

 

 

 

 

Edisi Nostalgia : Masa – Masa Saat MOS SMK

Kali ini di post yang kesekian kalinya ini. Saya akan mencoba mengingat kembali masa lalu yang ada asyiknya dan ada juga gak asyiknya. Ketika, saya pas masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Ini adalah kejadian 4 tahun yang lalu. Waktu itu saya ikut Masa Orientasi Siswa atau yang biasa disebut dengan MOS.

Waktu itu di sekolah saya bukan di sebut dengan MOS tapi Pekan Ta’aruf Ilmiah. Yang katanya sih artinya Seminggu berkenalan dan bersilahturahmi. Waktu itu Pekan Ta’aruf yang saya dan teman saya ikuti adalah 3 hari di Sekolah dan 4 Hari kemping di Cibubur. Beginilah isi post kali ini.

Jam 05.30 saya berangkat bersama kakak saya ke Sekolahan. Karena masuknya jam 06.30 makanya saya berangkat pagi itu. Bersama dengan Saudara saya yang diantar oleh Bapaknya. Saya minta diantar karena kalau naik angkutan bisa lama. Di karenakan juga karena saya belum tahu tempat. Dan juga biasanya di saat jam segitu adalah jam-jam macet karena pada memulai kesibukan masing-masing. Makin susah aja saya untuk datang tepat waktu.

Sampai di sekolah jam Setengah 7 kurang 15 menit. Saya bingung mesti ngapain waktu. Karena emang belum kenal sama siapa-siapa. Seperti Ayam Pelo yang di tinggal sama induknya. Kegiatan saya waktu saat itu adalah duduk manis di teras kelas sambil liatin siswa-siswa baru yang pada baru datang.

Selama 3 hari saya mesti mengikuti Pekan Ta’aruf Ilmiah di sekolah. Yang 3 hari itu saya di kasih tugas ini itulah sama Pengawas. Dari tugas rambut di suruh di botakin, Nyari karung buat bikin tas lah. Nyari tambang buat pengait tas lah. Sampai nyari makanan dan minuman dengan di kasih kode. misalnya di suruh nyari minuman 6T. yang telah di cari-cari ternyata Air Minum VIT. Oia waktu itu saya di pilih menjadi ketua kelompok untuk Kemping di Cibubur.

Saya waktu itu terima aja sebagai ketua. Di karenakan biasanya kalau MOS menjadi ketua kelompok itu jarang di kerjain sama Pengawas dan menjadi akrab. Sebagai ketua kelompok saya memimpin 13 Cowok dan 22 Cewek di karenakan kelompok saya campuran. Tapi pemikiran saya salah karena katanya Ketua Kelompok tuh harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dilakukan oleh Kelompoknya. Sial.

Pas hari keempatnya sebelum berangkat ke Cibubur semua anggota harus berkumpul terlebih dahulu. Dan ini adalah salah satu Pengawas dan kelompoknya. Inilah wajah 4 tahun lalu. Sungguh senyum itu indah.

10941_1312302405155_1923085_n

Setelah berkemas-kemas dan bersiap-siap sambil makan bubur kacang hijau yang di sediakan oleh panitia. Jam 07.30 kita serombongan berangkat menuju Cibubur. Dengan menumpang 3 Mobil TNI kami semua berangkat. Tetapi terjadi kesalahan yang di lakukan oleh Panitia. ternyata jumlah Mobil tidak cukup untuk menampung semua rombongan.

Karena saya waktu itu ketua kelompok. Saya naik yang perjalanan pertama. Karena mesti nyiapin tenda dan ngawasin anggota kelompok cewek saya. Berdua dengan teman baru, Yang sampai sekarang menjadi teman akrab. Saya sangat santai saja sambil nikmatin angin. Perjalanan ke Cibubur hanya butuh waktu 1 jam dari tempat keberangkatan.

Sesampainya, Saya harus mencoba mendirikan tenda bersama anggota kelompok cowok yang baru ada tidak sampai setengahnya. Untuk kelompok cewek saya serahkan kepada Pengawas Kelompok saya untuk membantunya. Waktu terus berjalan. Semua kelompok sudah berhasil pada mendirikan tendanya masing-masing. Sedangkan kelompok saya yang kekurangan Anggota malahan belum berdiri sama sekali. Karena pusing mikirin tenda. Saya ajak kelompok saya untuk makan dulu sambil nunggu anggota kelompok saya yang belakangan. Sungguh santai sekali waktu itu. Padahal gak mikirin kalau tendanya belum berdiri mau tidur dimana kelompok saya.

Sambil makan sambil liatin tenda kelompok lain yang sudah berdiri. Lucu-lucu tendanya. Karena, ada tenda yang dari terpal. Dan pas saya cek ke dalam ternyata bau Kambing. Hahahaha. Gak pernah bisa bayangin tidur dengan beratapan Bau Kambing. Sungguh payah karena tertawain tenda orang tetapi tenda sendiri belum berdiri.

Oia sambil nungguin anggota kelompok saya yang lain. Ini saya kasih tau anggota kelompok cewek saya. Kocak-kocak. Nungguin anggota lain sambil dengerin ceramah pengawas. Ini ni.

10941_1312356286502_8243308_n

Dan pas nungguin kayak begitu. Kelompok yang lain baru pada datang, Terlihat dari mobil yang di belakang. Hahahahha

Pas semua anggota kelompok saya udah pada datang. Barulah tenda kelompok kami coba di dirikan. Di iringi hawa malas karena habis bersantai-santai bersama yang lain.

Bagi-bagi tugas. ada yang membantu mendirikan Tenda dari dalam supaya tegak. Ada yang mematok kayu sebagai penopang tenda. Cukup rumit juga ternyata. Dari patok sini patok situ. Sikut sini sikut situ. Well itu gak nyambung.

Berkeringat dingin dengan jerih payah mendirikan Tenda bersama anggota. Hasilnya. Tenda anggota kelompok saya seperti komedi putar yang di sampingnya di kasih kuda-kuda. Bulat dan mirip sekali. Karena, waktu itu sudah sangat lemas karena baru datang akhirnya tenda kelompok saya didirikan seperti itu. Ya lebih baik lah dibandingkan tenda tetangga sebelah yang bau kambing itu. Hust. Jangan bilang-bilang sama tetangga sebelah ya.

Acara hari itu hanya dengerin arahan dari Ketua Yayasan dan pengawas. Diiringi dengan pengajian dan Surat Yasin dengan khidmat karena waktu itu malam jum’at. setelah selesai semuanya kembali ke Komedi Putar dan tidur bersama-sama.

Acara hari selanjutnya adalah Perkenalan dengan para tetangga sebelah. Dilanjutkan dengan Shalat Jum’at. Sambil diberikan ceramah yang jelas-jelas bikin ngantuk karena semuanya capek saat ceramah itu. Waktu itu selepas shalat jum’at semua rombongan di kumpulkan di lapangan. Di beritahukan bahwa telah terjadi Bom terorisme di Hotel Ritz Carlton dan hotel lain. Kami serombongan langsung berdoa untuk diberikan ketabahan dan kebaikan bagi korban. Amin

Acara klimaksnya adalah nyari jejak. Semuanya rombongan ikutan acara itu. Diawali satu persatu kelompok maju duluan. Karena waktu itu kelompok saya kelompok 11. Yang berarti kelompok saya adalah kelompok yang terakhir untuk maju belakangan. Hehehe.

Dari hal itu yang masih saya inget adalah di tiap Pos. Saat kena hukuman sama Penjaga Pos. Kelompok saya selalu bilang begini “Salah kita apa ?”. sampai berulang kali kelompok saya bilang begitu dan berulang kali kelompok saya kena hukuman karena hal itu. Tetapi dikarenan kelompok saya benar maka saya berulang kali selalu bilang sama yang lain kalau di hukum serempak harus bilang ” Salah kita apa ?”. Tetapi udah hukum alam yang bilang pengawas selalu benar saya dan anggota kelompok pun pasrah. Sambil di iringi dengan dosa kami yang semakin berkurang. Hehehe

Eniwei di perjalan itu sambil mencari Kayu ranting untuk di kumpulkan saat api unggun. Karena, kelompok kami yang paling terakhir dan rantingnya pun udah pada habis sama kelompok yang duluan. Kelompok saya pun panik karena takut kena hukuman lagi. Dikarenakan hal yang seperti itu, anggota pun mencari akal. Anggota saya tiba-tiba lari ke pohon dan manjat ke atas untuk metik ranting padahal itu di larang karena karena ada di dahan pohon.

Anggota yang sudah mulai takut kena hukuman pun menyemangatinya supaya lebih banyak lagi untuk metiknya biar gak kena marah. Eh apa yang terjadi ternyata bukannya kena marah sama pengawas tetapi kena marah sama penjaga di Cibubur. Kabur. Sejak kejadian itu bocah yang manjat tadi langsung di panggil sama yang lain dengan panggilan Bolang sampai sekarang. Karena seperti Bolang yang di Trans7 itu. :D

Karena harap cemas sudah sirna. Karena sudah punya ranting yang cukup banyak hasil jerih payah tadi. Kami pun berangkat ke tujuan akhir dari perjalanan itu. Eh tatkala sampai di situ. Bukannya senang-senang malahan kena lorengan di pipi dan wajah saya dengan lumpur. Dilanjutkan dengan terjun ke rawa-rawa. Seperti yang ada di di penerimaan Abri baru. Merangkak di atas lumpur. sambil di seret-seret sama pengawas jika males-malesan merangkaknya. Inilah wajah saya saat mengikuti kegiatan waktu itu. Gak terlupa pake make-up lumpur.

10941_1312296245001_2257752_n

Ada lagi anggota kelompok yang lain yang sedang melaksanakan keasyikan itu. Dengan senyum sumbing bahagia merona dibibirnya. Yang seakan-akan manis itu. Hehehe

10941_1312356206500_1257722_n

Senyummu mengalihkan duniaku. :-)

Setelah hari-hari berat itu berakhir. Sehabis mandi dan Shalat maghrib. Kami semua rombongan berkumpul di lapangan untuk acara pamungkas yaitu api unggun. Hasil ranting yang kelompok saya dan kelompok lain kumpulkan tadi siang. Walaupun siang itu berat terasa tapi pas malamnya kami beriang gembira dengan di iringi nyala api unggun yang besar.

Sekian dulu ya :D

Oia pesannya seperti ini :

#Walaupun kita mengalami kejadian seperti itu yang tidak mengenakkan di hati, Cobalah buat kejadian itu menjadi asyik. Berpikir positif untuk hal yang mengasyikkan. Walaupun pake make-up lumpur tapi jika di bawa pikiran yang asyik. Senyum kita pun menjadi lebih indah walaupun diri ini penuh dengan kotoran.

 

 

 

 

 

 

Dongengku : Sersan Nematma

Akhirnya cita-cita masa kecil saya menjadi kenyataan yaitu membuat dongeng buatan saya sendiri. Dulu waktu saya kecil saya suka baca dongeng-dongeng yang membuat saya punya impian untuk membuat dongen sendiri, buatan saya sendiri, ide cerita dari saya sendiri. Karena ini yang pertama kali. Pembuatan dongeng ini pun butuh waktu bagi saya. Karena mau kasih nama tokoh utamanya siapa, ide cerita dongen saya gimana. Yang pasti Alhamdulillah hari ini impian itu menjadi kenyataan.

Ssaya kasih tokoh utama bernama Sersan Nematma. Nama yang saya buat sendiri. Hehehehe.

Langsung aja ya ini dongeng buatan saya.

“Sersan Nematma”

Sersan Nematma adalah seorang petualang gagah berani yang melawan penindasan yang terjadi di hidup ini. Dia adalah pemimpin bagi semua kaum penghuni bawah tanah. Dengan armada dan prajurit yang dimilikinya dan juga senjata racun dan badan lunaknya. Dia dengan berani dan tegasnya melawan penindasan yang telah dilakukan oleh para penghuni kaum atas.

Penghuni kaum atas yang dipimpin oleh Komandan Burying yang telah membuat peraturan kejam yang mau tak mau harus dijalankan oleh kaum atas dan dengan peraturannya itu telah membuat penghuni bawah tanah menjadi semrawut.

Yang telah melakukan pencemaran dan membuat penghuni dunia bawah menjadi sengsara dan hancur. Dikarenakan, ulah oleh para penghuni kaum atas. Dengan perilaku dan kegiatan sembarangan yang telah dilakukan oleh para penghuni kaum atas. Membuat struktur kehidupan dunia bawah menjadi kacau.

Sersan Nematma yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam saja dan mengajak para pasukannya untuk bergerak melawan penghuni kaum atas dan melawan pemimpinnya.

Dengan pasukan armada yang terdiri dari semua kaum bawah tanah. Sersan Nematma melancarkan agresi revolusi untuk menumbangkan pemimpin kaum atas.

Saat bulan purnama tiba. Semua pasukan dan armada prajurit bawah tanah mengendap-ngendap untuk masuk ke kediaman pemimpin kaum atas. Di kediaman pemimpin kaum atas yang di jaga ketat oleh para penjaga dan bodyguard terbaik.

Sersan Nematma dan pasukannya berjalan dengan hati-hati. Dengan strategi dan instruksi yang di buat oleh Sersan Nematma. Dengan mudah satu persatu para penjaga dan bodyguard terbaik milik Komandan Burying dapat dikalahkan.

Para pasukan Sersan Nematma yang sudah bergembira karena berhasil menjatuhkan semua lawan dan tinggal melawan Komandan Burying. Menuju ke tempat Komandan Burying. Sersan Nematma yang bersiap untuk menangkap Komandan Burying tidak dapat dilakukkan.

Karena, dengan sigap dan refleks yang luar biasa Komandan Burying dapat melepaskan diri dari Sersan Nematma. Dengan perintah dan aba-aba yang di lakukkan oleh Komandan Burying.

Suatu hal yang tidak terduga terjadi. Para penjaga dan bodyguard milik Komandan Burying muncul secara tidak terduga di tempat Sersan Nematma dan Komandan Burying berada. Dengan keadaan yang seperti itu semua pasukan Sersan Nematma pun menjadi terkepung dan menyerah dengan mudah di hadapan pasukan Komandan Burying.

Melihat semua pasukannya di tangkap. Sersan Nematma pun menjadi pasrah dengan keadaannya yang terdesak seperti itu. Tetapi, mengingat apa yang telah terjadi dengan para kaum bawah tanah. Sersan Nematma pun mengajak berunding.

Sersan Nematma ingin mengajak Komandan Burying untuk bertarung satu lawan satu. Perjanjian perundingannya jika Sersan Nematma kalah maka bunuhlah dia dan bebaskan para pasukanku. Tetapi jika Sersan Nematma menang maka ubahlah peraturan yang membuat para penghuni bawah tanah sengsara.

Komandan Burying dengan cepat menjawab dapat menyetujui perjanjian itu. Dikarenakan sangat yakin dapat mengalahkan Sersan Nematma dengan senjata dan kemampuannya yang hebat.

Pertarungan antara Sersan Nematma dan Komandan Burying pun terjadi. Dengan senjata dan kemampuan yang di atas rata-rata pertarungan keduanya pun menjadi sengit dan sulit untuk ditebak siapa yang akan menang.

Sersan Nematma tersudut oleh kemampuan Komandan Burying yang luar biasa. Dengan keadaan yang seperti itu pun sudah ditebak bahwa Sersan Nematma akan kalah. Tetapi, saat Sersan Nematma melihat ke arah pasukannya yang pasrah kaumnya yang sengsara. Sersan Nematma pun menjadi bangkit kembali dan bertarung sengit kembali.

Akibat kebangkitan Sersan Nematma yang tiba-tiba seperti itu. Membuat pertahanan Komandan Burying menjadi kacau. Kesempatan itu pun di maksimalkan Sersan Nematma untuk memojokkan Komandan Burying.

Dengan satu gerakan lincah karena tubuhnya yang lunak Sersan Nematma berhasil menjatuhkan Komandan Burying dan memenangkan pertarungan itu. Semua pasukan Sersan Nematma pun menjadi riuh bergembira.

Tetapi Komandan Burying yang tidak terima kekalahan itu mencoba untuk membunuh Sersan Nematma. Dengan sigap Sersan Nematma mengelak serangan itu. Dan membalas serangan Komandan Burying dengan Racun yang dimilikinya itu. Racun itupun mengenai Komandan Burying. Akibat pengaruh racun dari Sersan Nematma yang mengerikan. Komandan Burying pun mati.

Dengan kematian Komandan Burying para Penghuni Kaum bawah pun menjadi riuh gembira. Dan para penghuni Kaum Atas menjadi terbebas dari belenggu peraturan kejam yang di buat oleh Komandan Burying.

Kesepakatan terjadi antara Sersan Nematma dan Wakil Komandan Gubo yang menjadi pemimpin Kaum Atas menggantikan Komandan Burying.

Wakil Komandan Pahermatus berjanji bahwa akan menghapus peraturan kaum Atas yang merugikan kaum bawah. Sersan Nematma pun menerima kesepakatan itu.

Akibat peraturan baru yang di buat Wakil Komandan Gubi. Para kaum bawah pun dapat menikmati Kesejahteraan dan kembali melakukan kegiatan dengan tentram.

Dengan Sersan Nematma pemimpin kaum bawah dan Wakil Komandan pemimpin kaum atas kehidupan para penghuni kaum bawah dan penghuni kaum atas pun menjadi selaras dan akrab.

By Akoy

 

Ya seperti itulah buatan saya. Gak tau bagus apa enggak. Jelek atau Amburadul. Gak tau di sebut dongeng ataupun cerita khayalan. yang pasti ini buatan saya sendiri. Khayalan saya sendiri :D

Oia nanti gambar tokohnya Insya Allah saya buat. Yang pastinya dengan khayalan saya sendiri. di tunggu aja ya !!