Archive for the Category »Cerita Bersambung «

Hubungan antara Cinta, Musik dan Jarak I

Dulu, gue waktu masih kecil tidak mengerti apa itu yang namanya cintalah, sayanglah dan lain-lain yang berhubungan dengan itu semua. Gue selalu berpikir pas masih kecil adalah hal yang indah untuk bermain, main dan main . Tidak di ganggu dengan percintaan atau apapun itu namanya.

Walaupun semua teman gue pas waktu itu sedang giat-giatnya mencari pacar. Mungkin gara-gara dulu nonton film Ada Apa Dengan Cinta. Jadi ke save ke dalam otak. Makanya, jadi pada ngikutin untuk melakukan itu.

Pernah sekali waktu kelas 3 SD ada seorang cewek yang deketin gue dan langsung to the point. Bahwa, dia suka sama gue. Gue mikir nih cewek kayaknya terlalu banyak nonton film orang dewasa tentang percintaan dan pacaran dah. Gue diem, dia diem. Gak tau gue mesti bilang apa ke dia. Tapi gue dengan baik hati menjawab “Oh ok, makasih ya” dengan di ikutin senyuman manis anak kecil. Dan gue pun kabur meninggalkannya, tanpa pernah mengerti maksud dia itu apa bilang gitu ke gue. (Maklum masih kecil).

“Wah lo mah payah mar ?” temen gue bilang saat pas istirahat. Dari gaya ngomongnya kayanya ini terlalu banyak minum obat dah. Dewasa gitu apa emang lagi meranin aktor. “Payah kenapa ?”, “Ya payahlah, lu mah ada cewek yang nembak lo malah di tanggepin seperti itu”. Gue mikir maksud dia ini apa sih, Nembak ?.( Gue pikir nembak itu seperti polisi kejar perampok).

Ternyata nembak dapat memiliki sebuah arti yang berbeda. “maksud lo ?” Gue menjawab. “iyalah payah gue aja susah buat dapetin cewek, eh lo malah dengan santai menolaknya dengan sangat sopan sekali lagi.Hemb. Lo-nya aja kali yang emang kaga laku. “Yee dasar”

Gue anggap angin obrolan tersebut. Karena obrolan tersebut kisah hidup masa kecil gue makin banyak aja yang jadi respect sama gue. Dan dengan sekali lagi gue jawab dengan sopan. Sampai pada akhirnya gue menemukan arti dari hal yang gue alami. Temen gue lapor ke gue “Lo mah gak ngerti sih ! Kita nyari pacar tuh biar pas saat kita lulus nanti punya makna dan pengalaman yang gak akan dilupakan di kemudian hari”.

Jadi gak biasa – biasa aja kita sekolah”. Hemb gue mikir, mikir, mikir, parkir mobil. Sekolah itu tanpa di bumbui dengan pacaran (Orang yang kita suka) tidak akan pernah sempurna. Udah gue duga nih orang kebanyakan nonton Ada Apa Dengan Cinta. Jadi semuanya di ikutin sama dia.

Tapi perkataan dia itu ada benarnya juga. Gue cermati dan gue pikir gue harus punya sesuatu yang akan selalu di ingat untuk diri sendiri, walaupun orang lain tidak akan pernah tahu. Gue mau nanti punya bahan ceritaan buat di kenang, selalu ingat dengan masa kecil.

Naik kelas, naik kelas. Sambil mencari arti makna perbincangan tersebut. Dan satu persatu cewek silih berganti gue lewati. Dan menjawabnya dengan di tambahkan kata maaf. Sampai pada akhirnya gue menemukan seorang cewek yang menurut gue it is beautiful and perfect. Hadeuh pas ngeliat dia pertama kali buat gue lupa diri. Indah rambutnya, badannya, dan kepintarannya. Cewek itu gue temukan pas saat naik ke kelas 5 SD.

Tetapi selama satu tahun sekelas sama dia. Gue gak melakukan pergerakan apapun untuk mendapatkan dia. Karena gue gak ngerti apa yang mesti gue lakuin saat itu. Sampai gue dan dia berlalu naik ke kelas 6.

Mungkin tuhan berpihak kepadaku karena pas kelas 6 bersama dia lagi. Sekelas. Ini adalah momen terakhir jika ingin pas saat nanti bisa selalu di kenang dan di ceritakan seperti yang gue tulis ini. Walaupun untuk diri sendiri bukan untuk yang lain kisah ini.

Gue yang biasanya di deketin cewek aja gemetaran. Malah nyoba buat deketin cewek. Ya makin plin plan aja nih badan. Tapi kegemetaran itu gue lawan dengan sangat baiknya. Karena satu hal yang pasti kegemetaran itu bisa hilang yaitu no wahid cuma ingin dekat sama dia.

Karena tidak tahu mesti ngapain. Gue lakuin semua kegiatan yang ada di otak gue. Segala cara dari duduk di samping meja tempat dia, biar bisa nyontek dan deketin dia. Hehehe

Sampai gue mencoba ngobrol sama dia berdua saat pelajaran olahraga sedang berlangsung. Berlalu, berlalu dan berlalu. kebodohan tahun lalu pun gue ulangi karena walaupun sudah berusaha untuk mendekati dia tapi belum punya keberanian buat nembak dia. Pas saat itu Ujian Nasional semakin dekat dan membuat gue makin susah aja buat bersama dia. Karena harus fokus belajar dan les di sekolah.

Sampai pada akhirnya Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah selesai kita jalani. Dan gue sama dia lulus bersama. Ini adalah momen yang pas untuk gue nembak dia pas perpisahan sekolah. Gue siapin semuanya dari minta doa restu sampai minum air putih( Ngapain pula minum buat nembak cewek). Tapi ada kalanya takdir berkata lain. Gue yang waktu itu sudah nyiapin jauh – jauh hari untuk hari spesial itu harus menunggu lebih lama lagi.

Karena tanpa sepengetahuan gue, dia pindah ke jawa mengikuti orang tuanya. Gue cuma bisa terdiam membisu mendengar cerita itu dari temannya. Gue lambat bergerak dan akhirnya benar – benar telat.

Gue tidak tahu saat dia pindah, tidak mengucapkan Sampai ketemu lagi, tidak meminta contact yang bisa di hubungi. Karena pas saat itu hp tidak sepopuler seperti sekarang yang anak TK aja punya hp. Tapi satu hal yang pasti gue akan selalu ingat sama dia. Meskipun gue lost contact sama dia. Sampai pas gue kelas 2 SMA dapet kabar lagi tentang dia. 4 Tahun waktu yang cukup lama untuk mendapatkan kabar darinya.
*Bersambung*

Kembalilah !

Ketika ku melangkahkan kaki dari pintu kamar rumah. Persiapan untuk menjadi anak buangan. Ku mandi di rumah kakak. Karena air dirumah sedang sekarat untuk menuju sakaratul mautnya. sedikit sekali keluarnya. Jam menunjukkan pukul 9. menuju sebentar lagi pergi meninggalkan lubang yang telah mengisi hati ini dengan penuh hati.

Ku minta tolong kepada keponakan untuk diantarkan ke terminal. Menunggu lagi. Bisa dibilang menunggu waktu itu adalah bonus untuk kebersamaan yang singkat. Dengan meminjam motor mio adik saya. Pamitan kepada keluarga dan tidak lupa untuk meminta restu kepada orang tua.

Ku melihat wajah senyum diantar keduanya. Yang Insya Allah bangga untuk nanti kelak anaknya menjadi orang besar. Amin. Senyumnya itu menjadi bekal untuk menuju kebesaran akan rahmatnya Yang Maha Kuasa. Setelah semua dilalui. Dengan mengendarai sepeda motor semakin di depan Mio. Ku awali dengan berangkat menuju tempat ke berangkatan bus. Yang akan membawa lagi ke daerah pelajar, membantuku membentuk sebuah jati diri yang bangga.

Di perjalanan itu. Berdua dengan keponakan saya. Sempat mengobrol tentang macam – macam cerita. Hingga akhirnya, saya diberitahu bahwa pembimbing tempat saya PKL dulu waktu SMK sedang sakit parah. Keadaannya yang sudah tidak memungkinkan sebagai manusia. Kaget. Karena sungguh disayangkan orang yang telah membantuku harus menjalani seperti itu. Sakit parah. Ku kenang saat diperkenalkan kepadanya pertama kali. Belajar banyak sama dia. Insya Allah dimanapun dia berada semoga diberikan rahmat dan kesembuhan yang tiada tara.

Jam 10 bus yang akan membawa keberangkatan – kepulanganku akan berangkat. Ku berpamitan kepada keponakan. Dan sangat tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih. Cuma satu pesan yang penuh arti. Hati – hati dijalan.

Di dalam bus yang sudah penuh dengan penumpang. Yang mayoritas isinya adalah orang yang seperti saya. Seorang mahasiswa yang mengisi weekendnya di kampung halaman. Merasa tidak asing dan kesepian karena banyak yang seperti saya.

Mendapat tempat duduk sendiri walaupun penumpang banyak adalah keberkahan karena bisa tenang. Ditemani dengan sebuah snack dan lagu. Ku tertidur karena tenangnya dan indahnya lagu yang diputar oleh supir bus. Terbangun sendiri. Ku melihat ke jendela sudah berada di KM 55. perjalanan yang lancar dengan supir yang penuh keahlian membawakan kendaraan. Ku melihat ke jendela dengan indahnya terhampar sawah – sawah yang baru di tanam. Hijau tiada tara. Ketenangan yang tidak kutemukan di Kota Industri.

Indah dan ketenangannya saat itu kutemukan. Karena pada bulan ini sawah sedang tumbuh dan segarnya berwarna hijau. Sepanjang dari purwakarta sampai Bandung membentang sawah di antara deretan pegunungan.

Ilmu sengkedan yang diterapkan menjadi lebih bagus dengan bentuknya yang zig – zag mengikuti seleksi alam yang dilakukan oleh pegunungan di sana. Melihat hal yang seperti itu saya bersyukur bahwa alamku ini indah. Penuh dengan manfaat yang tidak cuma untuk menghasilkan oksigen.

Lewat jendela bus. Kumelihat langit di arah menuju tempat tujuanku sudah mulai gelap. Mendungnya langit adalah berkah dan hikmat yang diberikan-Nya. KM 125 yang diawali dengan akhirnya bentangan sawah. Selamat Datang Di Kota Kembang. Keluar tol pasir koja. Dan pak supir membayar uang tol. Lampu merah yang menghalangi bus untuk berjalan. Ku melihat Warteg yang sering saya kunjungi bersama kakak dan teman mas bro saya. Ketika menuju kota Bandung. Terkenanglah saat itu makan yang lumayan enak. Dengan bumbu dan racikan orang kembang.

Sesampai di terminal Leuwi Panjang. Ku turun dengan kaki mantap. Tidak lupa untuk bilang terima kasih kepada pak supir. Yang membawa penumpangnya dengan selamat. Ku menuju pool tempat bus dalam kota. Yang akan lanjut membawa saya ke kosan dan kampus di daerah dago. Berbeda dengan bus luar kota. Bus dalam kota ini saat saya masuk ke dalam bangkunya lumayan kurang luas. Dan selalu cepat penuh jika telat pasti tidak dapat tempat duduk. 5 menit mangkal di terminal. Bus dalam kota saya berjalan menuju tujuan berikut saya. Pak Kondektur menagih satu – satu penumpang yang menumpang di dalam bus. 2 ribu rupiah saja uang yang di keluarkan dari Terminal Leuwi Panjang – Dago.

Langit akhirnya menangis. Saat ku melihatnya di dalam tol yang masih galau mendung. Hujan rintik – rintik. Menemaniku saat itu di dalam bus. Begitu hal yang romantis bagi yang membawa pasangan. Duduk berdua di dalam bus dengan di temani rintihan hujan. Ketika ku melihat ke sebelah ternyata yang duduk adalah sebuah wanita paruh baya. Yang tadi membantuku ketika ku bingung tempat bus dalam kota. Dia mahasiswi Unisba. Bus makin padat dan ramai saat menuju ke daerah pertokoan yang padat. Hujan makin deras dan rintikannya menimpaku di samping jendela.

Dengan bus yang ramai. Ku santai melihat ke jendela dengan ditemani tangisan langit. Bus tambah ramai dengan masuknya dua penyanyi jalanan di daerah Pasar Baru. Ku melihat dua remaja dengan membawa gitar. Kata sambutan yang biasa dilakukan oleh penyanyi jalanan. Ku acuh tak menentu. Untuk melihat kembali tangisan hujan.

Terkaget dengan suara penyanyi jalanan. Yang dengan suara lantang lumayan merdu. Menambah suasana romantis. Dia menyanyikan lagu Armada – Pemilik Hati. Oh sungguh hari yang lumayan indah dan berwarna.

                  Kau terindah kan slalu terindah

                  Aku bisa apa tuk memilikimu

                 Kau terindah kan slalu terindah

                 Harus Bagaimana ku mengungkapkannya

                 Kau Pemilik Hatiku

Mendengar lirik dari sebuah lagu itu di temani dengan hujan. Indah rasarnya membuat ku terkenang akan kisah cintaku di masa lalu.

Dengan berakhirnya lagu itu, berakhir juga rintikan hujan, dan berakhir pula perjalanan pulangku karena bus sudah sampai di daerah Dago.

Lagu yang terdengar di telinga menuju kosan adalah Mocca – On The Night Like This. Sebuah lagu kenangan saat ku malam mingguan dengan seseorang.

 

                On the night like this

                There’s so many things I want to tell yo

                On the night like this

                There’s so things I wan to show you

               Cause when you’re aroun

               I feel safe and warm

              When you’re aroun

              I can fall in love every day

             In The case like this

             There are a thousan good reasons

             I want you stay

……………………………………………………………………………………………………………

Malam Kelabu ??

Selepas kebingungan pada saat itu. Si teddy mendapatkan sms dari yang bertanggung jawab di kosan ini. Namanya kang Hendra. Bisa dibilang dia adalah pak RT kosan yang dipercaya untuk menjadi pengurus kosan sama yang punya. Isi smsnya adalah menanyakan emang betul kalau listrik di rumah mati?.

Kita jawab iya. Dan dia menjelaskan bahwa dia lupa membayar listrik. Karena kang Hendra sendiri pada saat itu sedang di Jakarta. Untuk menemani bapaknya yang sedang di rawat di Rumah Sakit. Mendengar penjelasan itu. Kami juga pasti mengerti bagaimana membagi pikiran. Jika Orang Tua kita sedang sakit.

Terjawab sudah kenapa listrik diputus. Tapi yang masih heran. Kenapa cuma baru telat 1 bulan. Dan bulannya adalah bulan ini langsung diputus. Dunia memang terkadang sangat kejam.

Tiba – tiba teddy mempunyai ide. Untuk ke kosan temannya, ya biasa ingin numpang tidur semalam saja di situ. Namanya Gilang, saya juga sering ketemu sama dia jadi sudah akrab. Kosan si Gilang ini di samping Kampus kami.

Jadi jaraknya tidak begitu jauh. Pas di beritahu tentang keadaan kita yang luntang lanting lintung. Dia memberti tahu bahwa siap siaga dengan sukarela menerima. Wah rasanya tenang saat itu, makan sudah dan hotel pun sudah ada.

Karena waktu masih jam setengah 8an. Kami jadi main dulu di kampus. Saya pun menjadi Mahasiswa yang rajin. Karena siang ngampus, malam pun ngampus. Walaupun muter gak menentu. Kita sempat berpisah dulu, karena saya ke kosan teman di daerah Tubagus, sekitar 1 kilometer dari kosan saya yang disekeloa. Bahwa minta tolong di bantu tentang tugas algoritma.

Pas pertama kali masuk ke kosannya, ajigile. Tempatnya hotel mah kalah dah. Bagus banget, beda sama kosan saya. Saya sempet bertanya kepada teman saya. Namanya si Hendra. Dia ini mahasiswa perantau beda pulau. Yaitu dari jambi. Sebulan berapa ?. Dia menjawab dengan santai sebulannya 1 juta koy. Gile itusih 2 bulan kosan plus makan 1 bulan bagi gue.

Setelah selesai membantu tugas algoritma. Yang sekalian saya juga mengecek tugas sendiri. Apakah sudah benar atau belum.

Kembali bersama teman senasib. Bertemu kembali jam 8 di Kampus. Siap – siap berangkat ke kampus Gilang. Ternyata si Teddy sudah menghasut si Gilang. Untuk menjerumuskan dia kedalam nasib kita. Yaitu mengajak si Gilang ke kosan untuk tidur bertiga di kosan sendiri aja.

Daripada di kosan Gilang. Gak tau alasannya kenapa. Si Gilang bilang mau saja, emang betul teman tuh mudah dan banyak di cari. Tapi yang namanya teman sejati itu susah untuk di dapat. Hargailah teman seperti kamu menghargai orang yang berarti bagi kamu.

Pulang ke kosan bersama Gilang. Sesampainya di sana ternyata sudah ada 1 orang. Yang siap mengikuti kita untuk tidur gelap – gelappan. Bedanya dia tidur sendiri kita bertiga. Tidur di kamar teddy dilantai bawah. Karena kamar saya yang diatas. Sudah tidak ada cahaya pun yang dapat dilihar. Gelap.

Di kosan bertiga. Kami makan lagi. Entah kenapa malam itu saya menjadi mudah lapar. Sebelum tidur kami sempet ngobrol sana sini. Dari jurusan Teknik Komputer yang diambil sama Gilang, Akuntasi yang diambil oleh Teddy, dan jurusan Teknik Informatika yang saya ambil sendiri. Diteman dengan satu buah lilin yang cukup untuk menerangi. Malam yang bersedih melihat ketiga Mahasiswa ling lung.

Karena suasanya yang gelap. Saya dan gilang pun mengantuk. Tidak dengan Teddy yang sedang asyik menceritakan kisahnya ke pacarnya melalui BBM. Karena satu kasur. Jadi kami bagi bertiga untuk kesetia kawanan mendapat kasur. Saat saya dan Gilang sudar tidur.

Saya terbangun entah kenapa karena tidak biasa tidur gelap gulita. Melihat jam sudah pukul 1 malam. Tapi si Teddy masih bangun. Pas saat saya tanya masih BBM ted. “ udah gak koy, baterainya udah habis”. Hhaa. Jadi kalau baterainya masih ada lanjut BBM sampai pagi. Wis mantap

Lama kembali untuk tidur. Cahaya api lilin sudah menunggu ajalnya sampai keadaan benar-benar gelap gulita di kamar. Pas setengah 5 pagi mendengar adzan shubuh kami bertiga bangun. Tapi tidak tau arah mana yang diambil. Karena cahanya yang tidak ada sama sekali. Gelap tuh tak ada yang ada hanyalah kekurangan cahaya.

Pas sudah biasa dengan keadaan kekurangan cahaya. Saya merasa senang karena sudah melewati pengalaman yang menjemukkan untuk di lalui. Matahari sudah mulai bersinar. Cahaya masuk lewat celah – celah gorden kamar. Seakan ingin memberitahu tahu.

Habis gelap terbitlah terang.

Selamat Pagi

Malam kelabu ?

Kegiatan baru bisa dibilang yang namanya kegiatan adalah ketika kegiatan tersebut terdiri dari dua bagian. Kenapa saya bilang begitu karena semua di dunia ini pasti mempunyai dua sisi. Contohnya seperti uang logam mempunyai dua sisi mata uang. ya iyalah namanya juga uang logam. kalau punya empat sisi berarti uang kertas.

Sedangkan dua bagian dari kegiataan yaitu menyenangkan dan menyedihkan, yang pertama adalah bagian menyenangkan yang isinya pasti happy. Membuat raga menjadi lepas. Yang selalu ingin di ulangi kembali. Kenapa raga bisa menjadi lepas ?aneh.

Karna terkadang kegiatan yang biasa dilakukan seperti itu menghasilkan sesuatu yang berbeda. Berbeda dalam arti yang biasanya murung menjadi lebih murung. Well. Bukan itu yang saya maksud karena murung bisa berubah menjadi lebih bahagia. Mengapa murung dulu gak bahagia dan senang.

Karna lebih baik murung terlebih dahulu daripada bahagia dulu. Murung – Bahagia. Tidak seperti, Bahagia – Murung. Karna apa !. Peribahasa aja mengajarkan untuk berakit – rakit ke hulu, berenang – renang ke tepian. Gak ada peribahasa berenang ketepian, terus sakit. ntar malahan di marahin !

Selama hidup mandiri dan bersusah payah untuk melengkapi kegiatan, ada yang kada kalanya sifatnya menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Selama tinggal sendiri di kosan saya sudah mengalami senang – susahnya hidup sendiri. Dari masaka sendiri, nyuci sendiri, main game sendiri,mandi sendiri. Ya iyalah. Tapi untuk makan berdua sama temen saya. So sweet.

Kegiatan kali ini adalah menyedihkan. Bermula dari saya berangkat ngampus pada hari rabu. Ok pada kegiatan ngampus itu semua lancar aja. Jadi untuk kali saya gak akan menceritakan kegiatan ngampus dulu. Menyedihkan ini terjadi saat saya pulang dari ngampus. Pas saat jam 6. ketika saya pulang. Kejadian ini dimulai dengan keanehan. Lampu kosan yang biasanya saat menjelang malam selalu menyala, sekarang tidak menyala.

Saat itu saya biasa aja karna mungkin saja belum dinyalain. Saat masuk kedalam kosan. Semua penghuninya sepi, tidak ada satupun orang di dalam rumah. Semua gelap dan lampu tidak ada yang menyala.

Ketika kebingungan itu ada 1 temen kosan yang di rumah, yaitu teddy. “ted pada kemana nih orang ?”. saya bertanya pada dia. “gak tau”. Cuma itu jawaban yang dia berikan kepada saya. Satu hal yang masih membuat bingung saat itu adalah kenapa lampu tidak ada yang menyala. Kami pun mencari stop kontak dan saklar mungkin saja lagi turun. Tidak ada masalah.

Saya tanya lagi. Sejak kapan nih lampu gak nyala. Karena mungkin saja ini cuma mati listrik. Saya sangat berharap itu mati listrik. Karena iri melihat keasyikan tetangga yang lampunya nyala. Kenapa cuma lampu rumah ini yang tidak nyala ?.

Udah dari jam 3 koy. Si teddy jawab karena saat itu dia ada di kosan. Lah kenapa bisa ya?. Saya pun bingung dan hanya terdiam. Berpikir kosong. Mungkin saja saat berpikir muncul lampu yang menyala.

Tidak ada lampu yang nyala. Melihat arloji yang sudah jam Tujuh kurang 15 menit. Saya panik lagi karna belum ada jawaban dari solusi masalah ini. 1 orang bingung lagi pulang. Dan dengan perkataan yang sama. Saat dia melihat lampu seisi rumah tidak ada yang menyala satupun. Lah kenapa ini gak nyala ya kang ?’.

Dan jawabannya saya adalah menggelengkan kepala. Karena bertambah 1 orang menjadi 3 orang bingung. Berpikir logis kembali. Ketemu ide untuk melihat kembali saklar rumah mungkin saja ada yang terlewat. Berjalan, meraba tembok itulah yang dilakukan untuk melihat suatu mukjizat. Untuk berjalan aja susah. Maka beruntunglah orang yang jalannya lancar dan tidak ada halangan.

Saat sampai di tujuan. Membuka kotak saklar. Orang bingung yang terakhir memberitahu bahwa ada selembar kertas dalam kotak saklar. Karena mata dia sudah buram dan tidak dapat membaca karena gelap. Jadi kertas itu dikasih kepada saya. Inti isi pesannya

Maaf listrik rumah ini kami putus karena anda telat bayar listrik 1 bulan”.

Well jeger tekewer kewer. Tidak percaya apa yang barusan saya baca. karena biasanya listrik di putus saat sudah telat 2-3 bulan. tapi baru 1 bulan sudah diputus. sadis. Saya memberitahu isi kertas tersebut. Semuanya pada bingung. Dengan 1 pikiran yang sama “ mau tidur dimana malam ini’.

Orang bingung terakhir, bilang dengan sangat bijak kepada kami. Bahwa dia akan tidur dengan temannya. Maka dia pun masuk ke rumah untuk siap-siap. dasar tidak sekawan. inginnya sih ngikutin dia masuk ke rumah. untuk pergi juga. tapi saya setia kawan sama teddy. sekawan tapi tidak seteman. ??

Saya berpaling pada Teddy. Dan dia mengerti apa maksud saya dan menjawab semua solusi yang ada pada solusi. ‘ kita makan dulu yuk koy. Gue laper nih belum makan dari tadi’. sangat – sangat bijak sekali. Dan saya pun Ok sip. Masalah tidur mah nanti yang penting isi dulu perut.

Saya pun berangkat untuk makan. Di samping monumen depan kampus Padjajaran. Lauk saat itu adalah nasi goreng. Apapun makanan saat itu pasti enak. Karena hati yang sedang gundah dan juga memang sedang rakus. Setelah makan. Dan rasanya sudah kenyang. Si teddy menatap saya. Dan saya menjawab tatapan matanya dengan maksud “ abis ini kita mau kemana dan tidur dimana ?”.

****

Bhineka Tunggal Ika : Kelas IF5 Unikom

Halo gan, kali ini saya akan menceritakan hari kedua saya menjadi Mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Unikom. Seperti biasa karna saya masih baru, saya berangkat pagi dengan semangat membara perjuangan. Eh sesampainya di Kampus, bodohnya tidak ada satupun teman 1 kelas yang saya kenal. Saya muter-muter nyari karna capek saya lihat jadwal.

Setelah menilik dan mencari ternyata jadwal kuliah IF5 adalah siang jam 13.00. pulangpun terasa hampa dan tangan kosong . Hehehehe

Siangnya saya berangkat lagi kali ini saya berangkat jam 12.30 karna takut nunggu lagi. 5 menit berjalan kaki saya sampai lagi di kampus.

Sesampai di sana saya mencari kelas saya yang berada di R 602. nah kali ini pun, kebodohan pagi tadi saya terulang kembali karna setelah mencari dan muter2 di gedung utama untuk mencari R 602, tetap tidak ketemu dengan ruangan 602.

Iseng-iseng dan karena pusing juga, akhirnya saya bertanya kepada tugas kebersihan yang lewat dengan muka capek dan berharap saya bertanya “ Pak, mau tanya ruangan 602 di mana ya ? “. setelah bertanya seperti itu, bapak itu tersenyum dan menjawab “ Ruangan 602 itu ada di kampus sebrang bukan di gedung utama”. Glek

pantesan aja tidak ketemu-temu, ya wong salah gedung. Hehehe 2 hal bodoh aja !

Dengan senyum sumbir, saya berangkat ke Kampus sebrang dan janjian ketemu dengan teman saya, si Saiful yang dari kelas IF9.

Setelah menunggu beberapa menit, saya masuk ke dalam ruangan, apa yang terjadi ! Nunggu-nunggu lama-lama eh Ternyata dosennya tidak ada, Hadeuh lagi. Tetapi saat kebingungan dan kejenuhan itu.

Ada seorang yang berinisiatif untuk memperbaiki suasana yang jenuh. Inisiatifnya adalah dengan maju berdiri di depan, dengan gayanya di berbicara “ Hemb. Sebentar kawan-kawan karna dosennya tidak datang bagaimana kalau kita adain acara sendiri, seperti berkenalan. Di mulai dari saya”. Dia memperkenalkan dirinya.

“ Perkenalkan nama saya Arif, saya dari kerawang”. Hemb setelah perkenalan itu lambat laun pun, yang tadinya kelas IF5 asyik sendiri menjadi asyik bersama-sama. Satu persatu orang maju ke depan.

Nah satu hal yang saya tangkap lagi dari orang yang silih berganti maju adalah Bhineka Tunggal Ika. Kenapa ?.’ karena contohnya begini. Ada seoarang anak yang maju dan memperkanalkan diri namanya Victor dan dia berasal dari manado, ada lagi namanya Hendra dia berasal dari Jambi, si temannya spongebob Petrick berasal dari ambon, dan seterusnya.

Setelah selesai dapat kesimpulan bahwa di kelas itu ada banyak orang dari segala penjuru Indonesia. Ada yang dari Purwakarta, Ambon, Manado, Bandung, dll. Saya sendiri berasal dari Bekasi.

Satu lagi pelajarannya adalah kita tidak boleh rasis karna perbedaan suku, kenapa ? Begini contohnya karna ada teman saya lagi di kelas itu yang bernama Safiq dia keturunan Timur Tengah tepatnya Turki. Dia memperkenalkan dirinya setelah memperkanalkan diri, dengan lantang ia berbicara tidak boleh rasis, karena kita ini sama tidak berbeda. Mantabs

Tapi ada yang asyik ada juga yang lucu, yang di alamai. Nah ada kejadiannya yaitu gini. Saya berkenalan dengan teman sebelah saya. Karna baru kenal,saya langsung memperkenalkan nama saya sebagai Akoy. Tapi saya bilang juga nama lengkap saya Maryadi Aris Munandar.

Dan dia balik memperkenalkan namanya yaitu : Bedha. Sontak saya langsung nanya lagi. Siapa namanya ?. Dia bilang lagi yaitu Bedha. Kenapa gak sama aja hehehehe ettt tidak boleh rasis

Betul juga, kan pelajaran pertama yang saya dapat adalah tidak boleh rasis. Entah itu dari segi nama, suku, dan asalnya dari mana. Jempol

Selesai itu saya duduk kembali, Kongkow bersama-sama. Menunggu jadwal kuliah yang kedua jam 16.00 santai bareng dan akrab kekeluargaan.

 

Bersambung