Archive for the Category »Jalan-jalan «

Mencoba tidak pernah salah

20130302_101405

Foto di atas di ambil oleh teman saya saat mudik dari Bandung – Bekasi atau sebaliknya. Pada saat itu saya mudik dengan modal kepercayaan tinggi dengan Teknologi GPS. Saya dan teman saya yang baru pertama kali mudik dalam hidup ini mencoba nasib dengan berangkat pakai teknologi.

Sebetulnya ada perasaan gimana gitu saat ingin mudik menggunakan motor. Karena, selama ini saya kalau pulang ke Bekasi naik Bus Primajasa. Tetapi semua perasaan itu terbantahkan oleh perkataan teman kostan namanya Lingga. Dia bilang begini ke saya ” Kalau gak di coba, selamanya pun lu gak bakalan bisa tahu!. Hemb

Good kata-kata yang memberi saya semangat.

Malamnya sebelum mudik saya searching di internet menghafal jalan yang akan di lalui oleh saya dan teman. Ya betul karena ada perasaan riskan tentang GPS dan Maps Hp saya. Karena beberapa hari yang lalu saya baca di Koran Online ada orang yang mau pergi ke kota malah jadinya ke Padang Pasir walaupun orang itu menggunakan Maps Ios beda dengan saya yang menggunakan Google Maps.

So far perjalanan saat itu lancar. Karena memang saya berangkat jam 05.30 pagi dan di jalanan masih sangat sepi, plus saat itu hari weekend. Jadi pada malas bergerak masyarakatnya.

Perjalanan mudik terasa tidak capek di karenakan di bantu dengan udara yang sejuk dari Bandung, Padalarang, Dan Purwakarta yang masih lumayan asri di bandingkan dengan Bekasi. Hehehe

Singkatnya. Sampai di rumah dengan selamat di sambut oleh keponakan Marhadi Prayoga yang sedang menyanyikan lagu Naik kereta api tut tut jemput om Akoy. Padahal om Akoynya udah sampai di rumah. Dia pun bengong.

Lagu menemani saat sampat di Hometown : We Are The Champions

Good Song

Mengisi Kekosongan : Gudang Buku

Waktu itu hujan rintik menyelimuti Kota Bandung pagi hari. Ketika air hujan perlahan-lahan tidak mau pergi dari sini. Ku awali pagi itu dengan hawa males karena situasi dan kondisinya yang tidak mendukung untuk beraktifitas. Untungnya saat itu jadwal kuliah sedang libur jadi bisa santai-santai di Rumah Sementara yang di buat nan megah walaupun ukuran kamar sebenarnya kecil. :D

Pagi itu hawa dingin masih menyelimuti seluruh Kota Bandung. Masih belum beranjak dari selimut nan lembut yang masih nempel di sekujur tubuhku. Ku paksakan untuk bangkit mengambil handuk dan peralatan mandi. Seketika di ambil. Hawa malas dalam diriku saat pagi itu masih menyelimuti.

Seketika air yang dingin menyentuh kulitku yang sangat berat dan bersedih ketika di siram karena dinginnya pagi itu. Tetapi yang kurasakan saat sudah mandi adalah kesegaran yang tiada tara. Yang awalnya ketika itu malas untuk beranjak menjadi segar dan bugar kembali setelah mandi.

Di awali dengan rutinitas pagi-pagi yaitu online dan cek notif jejaring sosial tidak ada yang asyik saat itu. Isinya semua cuma stat dan tweet tentang dingin, Hujan, dan malas. Bosen yang kurasa waktu online ingin melakukan hal yang lain. Ku cari sesuatu hal yang dapat membangkitkan semangatku lagi. Dari yang download film terbaru sampai main games. Tetap aja yang kurasakan adalah hal kebosanan karena sudah terlalu sering rutinitas itu yang dilakukan.

Teringat kembali saat dirumah sering mengisi kekosongan dan kebosanan dengan cara pergi ke Toko Buku. Memang hal yang ini belum saya lakukan kembali saat coba hidup mandiri di Kota Kembang. Bersiap-siap diri untuk ke Toko Buku yang jaraknya tidak lumayan jauh dari tempat saya. Sebelum berangkat browsing-browsing dulu buku yang akan di cari sudah keluar apa belum. Setelah pasti barulah lets go. Kebetulan hujan juga sudah berhenti jadi bisa berangkat ke Toko Buku mengendarai Si Vega R Biru andalanku.

Di perjalanan yang kurang lebih 15 menit dari tempat saya terasa menyenangkan. Karena hawanya yang sejuk sehabis hujan. Jadi tidak tahu bahwa itu udah siang dan hawanya masih kaya pagi hari. Hemb

Setibanya di Toko Buku Gramedia yang berada di pusat Mall Bandung BIP (Bandung Indah Plaza dan BEC (Bandung Electronic Center). Ku parkir si andalan biru di bawah tempat parkir yang ada langit-langitnya karena takut nanti kehujanan kotor dah. Hehehe

Berangkat menuju Toko Buku yang katanya sebagai Toko Buku Gramedia terlengkap dan Terbesar di Indonesia. Sempat bingung karena ada banyak lantai. Di tiap lantai yang genrenya berbeda. Dari lantai 1 yang isinya tentang Agama semua sampai lantai atas yang isinya komik semua. Tentu saja saya langsung berangkat ke lantai yang paling atas. Karena memang tadi sempat browsing tentang Komik Detektif Conan Volume yang terbaru.

Sesampainya di lantai atas dan mencari tempat dimananya di taruh Komik Detektif Conan. Berbaur dengan komik Naruto dan One Piece tidak mengacaukan mata saya yang langsung mengambil volume terbaru yang sudah keluar. Tujuan utama sudah di tangan. Selanjutnya adalah keliling mencari buku-buku yang lain untuk di jadikan koleksi baca selama di sini.

Ternyata betul saja emang betul di sebut Toko Buku terbesar di Indonesia. Buku yang selama ini saya cari susah-susah di Toko Buku Gramedia Bekasi. Dengan mudah saya dapatkan di sini. Yaitu : Detektif Conan Volume 35 biar jadi koleksi yang lengkap. Karena cuma yang Volume 35 yang saya tidak punya waktu itu. Tetapi sekarang sudah lengkap.

Keliling ke tempat lainnya semakin saya ingin membeli semuanya juga. Karena apa pun buku yang saya inginkan waktu itu ada di sini. Tetapi karena sadar isi dompet tidak mencukupi waktu itu. Hanya cukup untuk beli Conan terbaru dan Volume 35. Saya gunakan cara ketika saya masih sekolah. Dengan membaca buku di situ langsung. Dan mencari buku yang sampulnya sudah terbuka. Jadi bisa irit uang dan lainnya. Kalau yang sampulnya belum dibuka semuanya. Pake cara yang lebih nekat lagi. Yaitu ambil buku yang ingin dibaca, lihat kanan kiri apakah ada petugas atau tidak, jika sudah aman sobek sampulnya dengan cepat dan taruh plastiknya di dalam kantong. Begitulah trik nekat saya saat keadaan tiris dan penasaran. Hehehe. (Jangan Coba-Coba untuk di ikuti). :)

Enaknya lagi kalau di TB sini disediakan bangku untuk area membaca. Jadi tidak mesti lesehan dan kena marah oleh petugas. Saat kita sedang asyik-asyiknya membaca gratis. Well itu tidaklah bagus.

Tetapi saat asyiknya sedang membaca buku. Ada yang berhasil mengalihkan pandangan saya. Cewek Cantik sepantaran saya yang sedang melihat-lihat buku di tempat saya. Seketika saja saat itu langsung lupa seketika karena melihat parasnya. Saya pandangi terus, si cewek itu sedang asyik mencari buku. Buku yang dia cari adalah tentang novel. Bukan karena saya menebak dan tahu lewat telepati. tetapi di rak buku yang dia cari ada bacaan genrenya. :D

Dia sudah memegang dua buku di tangannya. Benar-benar cewek idaman saya selain cantik dan smart tetapi juga suka baca. Hemb. Bolehlah nih.

Selama 15 menit saya mengamati gerak gerik dia. Seperti Detektif Conan sedang mengawasi tersangka pembunuhan. Dengan diam-diam dan menghilangkan aura keberadaan saya waktu itu. Semakin lama semakin pasti saya beranikan untuk mengenal tersangka incaran saya ini. Dengan gerakan pasti dan komat-kamit baca doa keberanian diri saya mencoba berkenalan dengannya.

Satu langkah dua langkah saya samperin tersangka yang masih asyik mencari buku. Dengan hati bergetar hebat dan komat-kamit. Eh tetapi langkah saya terhenti di langkah yang ke 6. Bukan karena tiba-tiba saya menjadi takut dan urungkan niat. Tetapi si tersangka inceran saya waktu itu untuk di ajak berkenalan ternyata udah punya kambing. Sialan. :-)

Langsung saja saya ke kasir untuk membayar dua buah buku dan langsung Ciau kembali pulang.

Sekian dulu ya.

***********************************************************************************************************************

 

 

 

 

 

 

 

 

Edisi Nostalgia : Masa – Masa Saat MOS SMK

Kali ini di post yang kesekian kalinya ini. Saya akan mencoba mengingat kembali masa lalu yang ada asyiknya dan ada juga gak asyiknya. Ketika, saya pas masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Ini adalah kejadian 4 tahun yang lalu. Waktu itu saya ikut Masa Orientasi Siswa atau yang biasa disebut dengan MOS.

Waktu itu di sekolah saya bukan di sebut dengan MOS tapi Pekan Ta’aruf Ilmiah. Yang katanya sih artinya Seminggu berkenalan dan bersilahturahmi. Waktu itu Pekan Ta’aruf yang saya dan teman saya ikuti adalah 3 hari di Sekolah dan 4 Hari kemping di Cibubur. Beginilah isi post kali ini.

Jam 05.30 saya berangkat bersama kakak saya ke Sekolahan. Karena masuknya jam 06.30 makanya saya berangkat pagi itu. Bersama dengan Saudara saya yang diantar oleh Bapaknya. Saya minta diantar karena kalau naik angkutan bisa lama. Di karenakan juga karena saya belum tahu tempat. Dan juga biasanya di saat jam segitu adalah jam-jam macet karena pada memulai kesibukan masing-masing. Makin susah aja saya untuk datang tepat waktu.

Sampai di sekolah jam Setengah 7 kurang 15 menit. Saya bingung mesti ngapain waktu. Karena emang belum kenal sama siapa-siapa. Seperti Ayam Pelo yang di tinggal sama induknya. Kegiatan saya waktu saat itu adalah duduk manis di teras kelas sambil liatin siswa-siswa baru yang pada baru datang.

Selama 3 hari saya mesti mengikuti Pekan Ta’aruf Ilmiah di sekolah. Yang 3 hari itu saya di kasih tugas ini itulah sama Pengawas. Dari tugas rambut di suruh di botakin, Nyari karung buat bikin tas lah. Nyari tambang buat pengait tas lah. Sampai nyari makanan dan minuman dengan di kasih kode. misalnya di suruh nyari minuman 6T. yang telah di cari-cari ternyata Air Minum VIT. Oia waktu itu saya di pilih menjadi ketua kelompok untuk Kemping di Cibubur.

Saya waktu itu terima aja sebagai ketua. Di karenakan biasanya kalau MOS menjadi ketua kelompok itu jarang di kerjain sama Pengawas dan menjadi akrab. Sebagai ketua kelompok saya memimpin 13 Cowok dan 22 Cewek di karenakan kelompok saya campuran. Tapi pemikiran saya salah karena katanya Ketua Kelompok tuh harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dilakukan oleh Kelompoknya. Sial.

Pas hari keempatnya sebelum berangkat ke Cibubur semua anggota harus berkumpul terlebih dahulu. Dan ini adalah salah satu Pengawas dan kelompoknya. Inilah wajah 4 tahun lalu. Sungguh senyum itu indah.

10941_1312302405155_1923085_n

Setelah berkemas-kemas dan bersiap-siap sambil makan bubur kacang hijau yang di sediakan oleh panitia. Jam 07.30 kita serombongan berangkat menuju Cibubur. Dengan menumpang 3 Mobil TNI kami semua berangkat. Tetapi terjadi kesalahan yang di lakukan oleh Panitia. ternyata jumlah Mobil tidak cukup untuk menampung semua rombongan.

Karena saya waktu itu ketua kelompok. Saya naik yang perjalanan pertama. Karena mesti nyiapin tenda dan ngawasin anggota kelompok cewek saya. Berdua dengan teman baru, Yang sampai sekarang menjadi teman akrab. Saya sangat santai saja sambil nikmatin angin. Perjalanan ke Cibubur hanya butuh waktu 1 jam dari tempat keberangkatan.

Sesampainya, Saya harus mencoba mendirikan tenda bersama anggota kelompok cowok yang baru ada tidak sampai setengahnya. Untuk kelompok cewek saya serahkan kepada Pengawas Kelompok saya untuk membantunya. Waktu terus berjalan. Semua kelompok sudah berhasil pada mendirikan tendanya masing-masing. Sedangkan kelompok saya yang kekurangan Anggota malahan belum berdiri sama sekali. Karena pusing mikirin tenda. Saya ajak kelompok saya untuk makan dulu sambil nunggu anggota kelompok saya yang belakangan. Sungguh santai sekali waktu itu. Padahal gak mikirin kalau tendanya belum berdiri mau tidur dimana kelompok saya.

Sambil makan sambil liatin tenda kelompok lain yang sudah berdiri. Lucu-lucu tendanya. Karena, ada tenda yang dari terpal. Dan pas saya cek ke dalam ternyata bau Kambing. Hahahaha. Gak pernah bisa bayangin tidur dengan beratapan Bau Kambing. Sungguh payah karena tertawain tenda orang tetapi tenda sendiri belum berdiri.

Oia sambil nungguin anggota kelompok saya yang lain. Ini saya kasih tau anggota kelompok cewek saya. Kocak-kocak. Nungguin anggota lain sambil dengerin ceramah pengawas. Ini ni.

10941_1312356286502_8243308_n

Dan pas nungguin kayak begitu. Kelompok yang lain baru pada datang, Terlihat dari mobil yang di belakang. Hahahahha

Pas semua anggota kelompok saya udah pada datang. Barulah tenda kelompok kami coba di dirikan. Di iringi hawa malas karena habis bersantai-santai bersama yang lain.

Bagi-bagi tugas. ada yang membantu mendirikan Tenda dari dalam supaya tegak. Ada yang mematok kayu sebagai penopang tenda. Cukup rumit juga ternyata. Dari patok sini patok situ. Sikut sini sikut situ. Well itu gak nyambung.

Berkeringat dingin dengan jerih payah mendirikan Tenda bersama anggota. Hasilnya. Tenda anggota kelompok saya seperti komedi putar yang di sampingnya di kasih kuda-kuda. Bulat dan mirip sekali. Karena, waktu itu sudah sangat lemas karena baru datang akhirnya tenda kelompok saya didirikan seperti itu. Ya lebih baik lah dibandingkan tenda tetangga sebelah yang bau kambing itu. Hust. Jangan bilang-bilang sama tetangga sebelah ya.

Acara hari itu hanya dengerin arahan dari Ketua Yayasan dan pengawas. Diiringi dengan pengajian dan Surat Yasin dengan khidmat karena waktu itu malam jum’at. setelah selesai semuanya kembali ke Komedi Putar dan tidur bersama-sama.

Acara hari selanjutnya adalah Perkenalan dengan para tetangga sebelah. Dilanjutkan dengan Shalat Jum’at. Sambil diberikan ceramah yang jelas-jelas bikin ngantuk karena semuanya capek saat ceramah itu. Waktu itu selepas shalat jum’at semua rombongan di kumpulkan di lapangan. Di beritahukan bahwa telah terjadi Bom terorisme di Hotel Ritz Carlton dan hotel lain. Kami serombongan langsung berdoa untuk diberikan ketabahan dan kebaikan bagi korban. Amin

Acara klimaksnya adalah nyari jejak. Semuanya rombongan ikutan acara itu. Diawali satu persatu kelompok maju duluan. Karena waktu itu kelompok saya kelompok 11. Yang berarti kelompok saya adalah kelompok yang terakhir untuk maju belakangan. Hehehe.

Dari hal itu yang masih saya inget adalah di tiap Pos. Saat kena hukuman sama Penjaga Pos. Kelompok saya selalu bilang begini “Salah kita apa ?”. sampai berulang kali kelompok saya bilang begitu dan berulang kali kelompok saya kena hukuman karena hal itu. Tetapi dikarenan kelompok saya benar maka saya berulang kali selalu bilang sama yang lain kalau di hukum serempak harus bilang ” Salah kita apa ?”. Tetapi udah hukum alam yang bilang pengawas selalu benar saya dan anggota kelompok pun pasrah. Sambil di iringi dengan dosa kami yang semakin berkurang. Hehehe

Eniwei di perjalan itu sambil mencari Kayu ranting untuk di kumpulkan saat api unggun. Karena, kelompok kami yang paling terakhir dan rantingnya pun udah pada habis sama kelompok yang duluan. Kelompok saya pun panik karena takut kena hukuman lagi. Dikarenakan hal yang seperti itu, anggota pun mencari akal. Anggota saya tiba-tiba lari ke pohon dan manjat ke atas untuk metik ranting padahal itu di larang karena karena ada di dahan pohon.

Anggota yang sudah mulai takut kena hukuman pun menyemangatinya supaya lebih banyak lagi untuk metiknya biar gak kena marah. Eh apa yang terjadi ternyata bukannya kena marah sama pengawas tetapi kena marah sama penjaga di Cibubur. Kabur. Sejak kejadian itu bocah yang manjat tadi langsung di panggil sama yang lain dengan panggilan Bolang sampai sekarang. Karena seperti Bolang yang di Trans7 itu. :D

Karena harap cemas sudah sirna. Karena sudah punya ranting yang cukup banyak hasil jerih payah tadi. Kami pun berangkat ke tujuan akhir dari perjalanan itu. Eh tatkala sampai di situ. Bukannya senang-senang malahan kena lorengan di pipi dan wajah saya dengan lumpur. Dilanjutkan dengan terjun ke rawa-rawa. Seperti yang ada di di penerimaan Abri baru. Merangkak di atas lumpur. sambil di seret-seret sama pengawas jika males-malesan merangkaknya. Inilah wajah saya saat mengikuti kegiatan waktu itu. Gak terlupa pake make-up lumpur.

10941_1312296245001_2257752_n

Ada lagi anggota kelompok yang lain yang sedang melaksanakan keasyikan itu. Dengan senyum sumbing bahagia merona dibibirnya. Yang seakan-akan manis itu. Hehehe

10941_1312356206500_1257722_n

Senyummu mengalihkan duniaku. :-)

Setelah hari-hari berat itu berakhir. Sehabis mandi dan Shalat maghrib. Kami semua rombongan berkumpul di lapangan untuk acara pamungkas yaitu api unggun. Hasil ranting yang kelompok saya dan kelompok lain kumpulkan tadi siang. Walaupun siang itu berat terasa tapi pas malamnya kami beriang gembira dengan di iringi nyala api unggun yang besar.

Sekian dulu ya :D

Oia pesannya seperti ini :

#Walaupun kita mengalami kejadian seperti itu yang tidak mengenakkan di hati, Cobalah buat kejadian itu menjadi asyik. Berpikir positif untuk hal yang mengasyikkan. Walaupun pake make-up lumpur tapi jika di bawa pikiran yang asyik. Senyum kita pun menjadi lebih indah walaupun diri ini penuh dengan kotoran.

 

 

 

 

 

 

Olahraga pagi di Monumen Bandung

Ketika hari – hari biasa, dari hari senin sampai dengan sabtu di sibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan main futsal antar teman kelas. Yang tidak lupa untuk di lakukan selain kegiatan tersebut adalah menjaga kondisi badan selama jauh dari orang tua dan keluarga, dengan berolahraga. Semua selalu berpesan jagalah kesehatan jika jauh dari kerabat. Karena biasanya seseorang yang jauh itu pasti akan mudah terserang penyakit.

Nasehat dan pembicaraan itu saya cerna dengan sangat cermat. Dan memasukkanya ke jadwal kegiatan ketika sedang weekend atau libur dari kampus. Karena perkuliahan reguler yang saya ambil liburnya hanya pada jum’at saja. Jadi cuma jum’at dan minggu saya bisa lepas dari hingar bingar. Biasanya Jum’at itu terasa hambar untuk melakukan kegiatan apalagi berolahraga.

Karena image yang di ajarkan pada hari jum’at adalah untuk beribadah kepada yang maha kuasa. Dan selalu bawaannya kalau jum’at itu males beraktifitas, meskipun beraktifitas tapi setengah – setengah kemauan. Sedangkan minggu biasanya selalu ada teman untuk berangkat bersama. Dan siangnya bisa santai di kamar. Jadi saya jadwalkan setiap minggu untuk berolahraga. Biasanya kawula muda mengisinya dengan hangout, tapi itu tidak saya lakukan. Kenapa tidak diisi dengan hangout keluar?.

Bandung saat weekend adalah kebencian(baca neraka) bagi warga asli. Kemana-mana walaupun dekat jaraknya pasti macet. Begitu banyak dan bejibunnya kendaraan dari luar Bandung. Seperti yang sering terlihat di jalanan yang menuju pegunungan seperti lembang dan tempat wisata lainnya adalah kendaraan dari Jabodetabek. Walaupun saya bukan warga asli bandung. Tapi merasakanlah sedikit.

Sungguh ironi karena penduduk asli tidak bisa menikmati anugerah yang diberikan. Alam yang indah, ketika weekend hanya di nikmati oleh orang luar. Sedangkan warga aslinya hanya bisa terdiam di rumah males keluar. Pasti ada yang berpendapat bahwa surga bagi penikmat dan neraka bagi penghuni ketika weekend. Mungkin.

Eniwei, setelah di jadwalkan minggunya untuk berolahraga. Yang terjadi adalah saya bangun kesiangan dan malas beranjak keluar. Suasana yang mendukung membuat tidur lelap lagi. Jam 8 bangun, karena mendengar bising tetangga yang sedang kerja bakti. Mendengar itu saya turun untuk gabung. Hentakkan kaki saya saat menuruni tangga. Langsung di panggil untuk berolahraga sama A Hendra dan lainnya. Terkadang ajakan seseorang dapat membangkitkan kembali perasaan yang sudah hilang untuk melakukan suatu kegiatan.

Naik ke atas kembali untuk siap – siap. Pas turun sudah di tunggu anak – anak yang lain, semua sudah siap. Hari itu berangkat bersama-sama 7 orang. Saya, Teddy, Anggi, Temennya Anggi, Sam, Zaki dan A Hendra. Tapi nyusut menjadi 6 orang karena A Hendra membawa kendaraannya. Sebetulnya waktu itu bukan jam yang tepat untuk berolahraga karena terlampau siang. Tapi karena bisikan berangkat ke Lapangan Gasibu yang katanya ramai sama cewek dan orang. Saya pun terhasut. Hehehe

Jalan kaki menuju Gasibu ternyata capek. Karena mesti naik anak tangga lewat perumahan dan sambil membawa bola. Sesampainya di depan Unpad karena saya dan anak – anak sudah kecapean. Jadi berubah rencana, olahraga di Monumen aja yang berada di depan Universitas Padjajaran.

Gokilnya bola yang saya bawa waktu itu. Tidak boleh ikut masuk dan di ambil oleh satpam di daerah situ. Huft. Udah siap – siap mau jogging. Anggi usul untuk jalan santai aja. Heh padahal itu modus karena dia ingin memperhatikan cewek – cewek yang lagi pada ngumpul di pelataran monumen.

Betul saja si Anggi sama temennya Anggi pas liat cewek yang kata si Anggi mah Asoy ajelolelah. Langsung nantangin untuk di godain, dan di deketin untuk nyari pacar temennya Anggi ini. Dia nunjuk satu persatu ke anak – anak menggelengkan kepala. Saya pun juga menggelengkan kepala saya. Karena saya tidak mau di tindas selanjutnya. Anak – anak nantang ke Anggi untuk deketin tuh cewek. Tanpa menjawab dia langsung ngeloyor aja ke si cewek. Di temenin sama temennya. Gokil, di buat nunggu sambil liat – liat dia ngajak ngobrol.

Pas udah selesai, dia lambaikan tangan. Bener aja pas ngumpul kembali sama anak – anak. Dengan bangga dia nunjukkin nomer Hp tuh cewek. Gila aja nih bocah, gokil dan nekat kalau masalah godain cewek. Langsung aja pas dia berhasil gitu. Bilang ke anak – anak. Kalau ada yang mau deketin cewek dan malu – malu, panggil dia aja. Ketawa garing gak ya ??..hehehe
pas bilang gitu dia ngeloyor bersam temennya untuk kembali sama si cewek. Katanya ingin olahraga bareng. Walah modus lagi itumah.

Karena cuma berempat tinggal saya, Teddy, Zaki dan si Sam. Keluar ke area luar monumen untuk main bola aja berempat dan tidak lupa untuk ngambil bolanya yang di ambil sama Satpam. Nuhun pam.

Ambil posisi karena cuma berempat jadi dibagi dua tim untuk dua orang. Saya bersama Teddy dan Zaki bersama Sam. Walaupun sepi begitu terasa menyenangkan bagi saya. Kalau di film – film mah. Nanti di ambil scene Anggi dan Temennya sedang senang dengan cewek. Saya, Teddy , Zaki dan Sam asyik bermain bola dan scene terakhir adalah mencari A Hendra yang tak kunjung muncul. Mungkin dia juga sedang senang dengan ceweknya.
Olahraga pertama lancar. Walaupun kacau dari jadwal yang ingin berolahraga malah di warnai dengan kegiatan yang tak terduga.

Dimanapun diriku menatap dan memangdang. di situlah aku ingin bilang Hello World and Good Morning. Ohio. Ku gapai mimpiku di tempat ini.
Good Luck

Kembalilah !

Ketika ku melangkahkan kaki dari pintu kamar rumah. Persiapan untuk menjadi anak buangan. Ku mandi di rumah kakak. Karena air dirumah sedang sekarat untuk menuju sakaratul mautnya. sedikit sekali keluarnya. Jam menunjukkan pukul 9. menuju sebentar lagi pergi meninggalkan lubang yang telah mengisi hati ini dengan penuh hati.

Ku minta tolong kepada keponakan untuk diantarkan ke terminal. Menunggu lagi. Bisa dibilang menunggu waktu itu adalah bonus untuk kebersamaan yang singkat. Dengan meminjam motor mio adik saya. Pamitan kepada keluarga dan tidak lupa untuk meminta restu kepada orang tua.

Ku melihat wajah senyum diantar keduanya. Yang Insya Allah bangga untuk nanti kelak anaknya menjadi orang besar. Amin. Senyumnya itu menjadi bekal untuk menuju kebesaran akan rahmatnya Yang Maha Kuasa. Setelah semua dilalui. Dengan mengendarai sepeda motor semakin di depan Mio. Ku awali dengan berangkat menuju tempat ke berangkatan bus. Yang akan membawa lagi ke daerah pelajar, membantuku membentuk sebuah jati diri yang bangga.

Di perjalanan itu. Berdua dengan keponakan saya. Sempat mengobrol tentang macam – macam cerita. Hingga akhirnya, saya diberitahu bahwa pembimbing tempat saya PKL dulu waktu SMK sedang sakit parah. Keadaannya yang sudah tidak memungkinkan sebagai manusia. Kaget. Karena sungguh disayangkan orang yang telah membantuku harus menjalani seperti itu. Sakit parah. Ku kenang saat diperkenalkan kepadanya pertama kali. Belajar banyak sama dia. Insya Allah dimanapun dia berada semoga diberikan rahmat dan kesembuhan yang tiada tara.

Jam 10 bus yang akan membawa keberangkatan – kepulanganku akan berangkat. Ku berpamitan kepada keponakan. Dan sangat tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih. Cuma satu pesan yang penuh arti. Hati – hati dijalan.

Di dalam bus yang sudah penuh dengan penumpang. Yang mayoritas isinya adalah orang yang seperti saya. Seorang mahasiswa yang mengisi weekendnya di kampung halaman. Merasa tidak asing dan kesepian karena banyak yang seperti saya.

Mendapat tempat duduk sendiri walaupun penumpang banyak adalah keberkahan karena bisa tenang. Ditemani dengan sebuah snack dan lagu. Ku tertidur karena tenangnya dan indahnya lagu yang diputar oleh supir bus. Terbangun sendiri. Ku melihat ke jendela sudah berada di KM 55. perjalanan yang lancar dengan supir yang penuh keahlian membawakan kendaraan. Ku melihat ke jendela dengan indahnya terhampar sawah – sawah yang baru di tanam. Hijau tiada tara. Ketenangan yang tidak kutemukan di Kota Industri.

Indah dan ketenangannya saat itu kutemukan. Karena pada bulan ini sawah sedang tumbuh dan segarnya berwarna hijau. Sepanjang dari purwakarta sampai Bandung membentang sawah di antara deretan pegunungan.

Ilmu sengkedan yang diterapkan menjadi lebih bagus dengan bentuknya yang zig – zag mengikuti seleksi alam yang dilakukan oleh pegunungan di sana. Melihat hal yang seperti itu saya bersyukur bahwa alamku ini indah. Penuh dengan manfaat yang tidak cuma untuk menghasilkan oksigen.

Lewat jendela bus. Kumelihat langit di arah menuju tempat tujuanku sudah mulai gelap. Mendungnya langit adalah berkah dan hikmat yang diberikan-Nya. KM 125 yang diawali dengan akhirnya bentangan sawah. Selamat Datang Di Kota Kembang. Keluar tol pasir koja. Dan pak supir membayar uang tol. Lampu merah yang menghalangi bus untuk berjalan. Ku melihat Warteg yang sering saya kunjungi bersama kakak dan teman mas bro saya. Ketika menuju kota Bandung. Terkenanglah saat itu makan yang lumayan enak. Dengan bumbu dan racikan orang kembang.

Sesampai di terminal Leuwi Panjang. Ku turun dengan kaki mantap. Tidak lupa untuk bilang terima kasih kepada pak supir. Yang membawa penumpangnya dengan selamat. Ku menuju pool tempat bus dalam kota. Yang akan lanjut membawa saya ke kosan dan kampus di daerah dago. Berbeda dengan bus luar kota. Bus dalam kota ini saat saya masuk ke dalam bangkunya lumayan kurang luas. Dan selalu cepat penuh jika telat pasti tidak dapat tempat duduk. 5 menit mangkal di terminal. Bus dalam kota saya berjalan menuju tujuan berikut saya. Pak Kondektur menagih satu – satu penumpang yang menumpang di dalam bus. 2 ribu rupiah saja uang yang di keluarkan dari Terminal Leuwi Panjang – Dago.

Langit akhirnya menangis. Saat ku melihatnya di dalam tol yang masih galau mendung. Hujan rintik – rintik. Menemaniku saat itu di dalam bus. Begitu hal yang romantis bagi yang membawa pasangan. Duduk berdua di dalam bus dengan di temani rintihan hujan. Ketika ku melihat ke sebelah ternyata yang duduk adalah sebuah wanita paruh baya. Yang tadi membantuku ketika ku bingung tempat bus dalam kota. Dia mahasiswi Unisba. Bus makin padat dan ramai saat menuju ke daerah pertokoan yang padat. Hujan makin deras dan rintikannya menimpaku di samping jendela.

Dengan bus yang ramai. Ku santai melihat ke jendela dengan ditemani tangisan langit. Bus tambah ramai dengan masuknya dua penyanyi jalanan di daerah Pasar Baru. Ku melihat dua remaja dengan membawa gitar. Kata sambutan yang biasa dilakukan oleh penyanyi jalanan. Ku acuh tak menentu. Untuk melihat kembali tangisan hujan.

Terkaget dengan suara penyanyi jalanan. Yang dengan suara lantang lumayan merdu. Menambah suasana romantis. Dia menyanyikan lagu Armada – Pemilik Hati. Oh sungguh hari yang lumayan indah dan berwarna.

                  Kau terindah kan slalu terindah

                  Aku bisa apa tuk memilikimu

                 Kau terindah kan slalu terindah

                 Harus Bagaimana ku mengungkapkannya

                 Kau Pemilik Hatiku

Mendengar lirik dari sebuah lagu itu di temani dengan hujan. Indah rasarnya membuat ku terkenang akan kisah cintaku di masa lalu.

Dengan berakhirnya lagu itu, berakhir juga rintikan hujan, dan berakhir pula perjalanan pulangku karena bus sudah sampai di daerah Dago.

Lagu yang terdengar di telinga menuju kosan adalah Mocca – On The Night Like This. Sebuah lagu kenangan saat ku malam mingguan dengan seseorang.

 

                On the night like this

                There’s so many things I want to tell yo

                On the night like this

                There’s so things I wan to show you

               Cause when you’re aroun

               I feel safe and warm

              When you’re aroun

              I can fall in love every day

             In The case like this

             There are a thousan good reasons

             I want you stay

……………………………………………………………………………………………………………