Archive for the Category »Jalan-jalan «

Malam kelabu ?

Kegiatan baru bisa dibilang yang namanya kegiatan adalah ketika kegiatan tersebut terdiri dari dua bagian. Kenapa saya bilang begitu karena semua di dunia ini pasti mempunyai dua sisi. Contohnya seperti uang logam mempunyai dua sisi mata uang. ya iyalah namanya juga uang logam. kalau punya empat sisi berarti uang kertas.

Sedangkan dua bagian dari kegiataan yaitu menyenangkan dan menyedihkan, yang pertama adalah bagian menyenangkan yang isinya pasti happy. Membuat raga menjadi lepas. Yang selalu ingin di ulangi kembali. Kenapa raga bisa menjadi lepas ?aneh.

Karna terkadang kegiatan yang biasa dilakukan seperti itu menghasilkan sesuatu yang berbeda. Berbeda dalam arti yang biasanya murung menjadi lebih murung. Well. Bukan itu yang saya maksud karena murung bisa berubah menjadi lebih bahagia. Mengapa murung dulu gak bahagia dan senang.

Karna lebih baik murung terlebih dahulu daripada bahagia dulu. Murung – Bahagia. Tidak seperti, Bahagia – Murung. Karna apa !. Peribahasa aja mengajarkan untuk berakit – rakit ke hulu, berenang – renang ke tepian. Gak ada peribahasa berenang ketepian, terus sakit. ntar malahan di marahin !

Selama hidup mandiri dan bersusah payah untuk melengkapi kegiatan, ada yang kada kalanya sifatnya menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Selama tinggal sendiri di kosan saya sudah mengalami senang – susahnya hidup sendiri. Dari masaka sendiri, nyuci sendiri, main game sendiri,mandi sendiri. Ya iyalah. Tapi untuk makan berdua sama temen saya. So sweet.

Kegiatan kali ini adalah menyedihkan. Bermula dari saya berangkat ngampus pada hari rabu. Ok pada kegiatan ngampus itu semua lancar aja. Jadi untuk kali saya gak akan menceritakan kegiatan ngampus dulu. Menyedihkan ini terjadi saat saya pulang dari ngampus. Pas saat jam 6. ketika saya pulang. Kejadian ini dimulai dengan keanehan. Lampu kosan yang biasanya saat menjelang malam selalu menyala, sekarang tidak menyala.

Saat itu saya biasa aja karna mungkin saja belum dinyalain. Saat masuk kedalam kosan. Semua penghuninya sepi, tidak ada satupun orang di dalam rumah. Semua gelap dan lampu tidak ada yang menyala.

Ketika kebingungan itu ada 1 temen kosan yang di rumah, yaitu teddy. “ted pada kemana nih orang ?”. saya bertanya pada dia. “gak tau”. Cuma itu jawaban yang dia berikan kepada saya. Satu hal yang masih membuat bingung saat itu adalah kenapa lampu tidak ada yang menyala. Kami pun mencari stop kontak dan saklar mungkin saja lagi turun. Tidak ada masalah.

Saya tanya lagi. Sejak kapan nih lampu gak nyala. Karena mungkin saja ini cuma mati listrik. Saya sangat berharap itu mati listrik. Karena iri melihat keasyikan tetangga yang lampunya nyala. Kenapa cuma lampu rumah ini yang tidak nyala ?.

Udah dari jam 3 koy. Si teddy jawab karena saat itu dia ada di kosan. Lah kenapa bisa ya?. Saya pun bingung dan hanya terdiam. Berpikir kosong. Mungkin saja saat berpikir muncul lampu yang menyala.

Tidak ada lampu yang nyala. Melihat arloji yang sudah jam Tujuh kurang 15 menit. Saya panik lagi karna belum ada jawaban dari solusi masalah ini. 1 orang bingung lagi pulang. Dan dengan perkataan yang sama. Saat dia melihat lampu seisi rumah tidak ada yang menyala satupun. Lah kenapa ini gak nyala ya kang ?’.

Dan jawabannya saya adalah menggelengkan kepala. Karena bertambah 1 orang menjadi 3 orang bingung. Berpikir logis kembali. Ketemu ide untuk melihat kembali saklar rumah mungkin saja ada yang terlewat. Berjalan, meraba tembok itulah yang dilakukan untuk melihat suatu mukjizat. Untuk berjalan aja susah. Maka beruntunglah orang yang jalannya lancar dan tidak ada halangan.

Saat sampai di tujuan. Membuka kotak saklar. Orang bingung yang terakhir memberitahu bahwa ada selembar kertas dalam kotak saklar. Karena mata dia sudah buram dan tidak dapat membaca karena gelap. Jadi kertas itu dikasih kepada saya. Inti isi pesannya

Maaf listrik rumah ini kami putus karena anda telat bayar listrik 1 bulan”.

Well jeger tekewer kewer. Tidak percaya apa yang barusan saya baca. karena biasanya listrik di putus saat sudah telat 2-3 bulan. tapi baru 1 bulan sudah diputus. sadis. Saya memberitahu isi kertas tersebut. Semuanya pada bingung. Dengan 1 pikiran yang sama “ mau tidur dimana malam ini’.

Orang bingung terakhir, bilang dengan sangat bijak kepada kami. Bahwa dia akan tidur dengan temannya. Maka dia pun masuk ke rumah untuk siap-siap. dasar tidak sekawan. inginnya sih ngikutin dia masuk ke rumah. untuk pergi juga. tapi saya setia kawan sama teddy. sekawan tapi tidak seteman. ??

Saya berpaling pada Teddy. Dan dia mengerti apa maksud saya dan menjawab semua solusi yang ada pada solusi. ‘ kita makan dulu yuk koy. Gue laper nih belum makan dari tadi’. sangat – sangat bijak sekali. Dan saya pun Ok sip. Masalah tidur mah nanti yang penting isi dulu perut.

Saya pun berangkat untuk makan. Di samping monumen depan kampus Padjajaran. Lauk saat itu adalah nasi goreng. Apapun makanan saat itu pasti enak. Karena hati yang sedang gundah dan juga memang sedang rakus. Setelah makan. Dan rasanya sudah kenyang. Si teddy menatap saya. Dan saya menjawab tatapan matanya dengan maksud “ abis ini kita mau kemana dan tidur dimana ?”.

****

Main Futsal : Dinginnya Malam Bandung

Saat awal pindah ke kota yang belum pernah di singgahi oleh diri sendiri adalah saat yang menentukan entah dari perilakunya dan pergaulannya. Semua terasa cepat, jika tidak mampu menghadangnya akan tersesat arah.

Pergaulan dan perilaku yang baik adalah saat saya mulai mencari teman seperjuangan dan sepermainan. Teman yang baik akan membantu dan membangun kpribadian yang kuat dan tegar bagi diri kita sendiri, membuat hal baik menjadi lebih baik.

Ajakan teman terkadang dapat menjerumuskan kita, sedangkan teman yang baik adalah mengajak yang baik dan memperkenalkan teman yang baik pula, ajakan yang baik saya terima dari teman 1 kos saya bernama Teddy Fajar Hidayat yang sama – sama ngekos. dia berasal dari Tasikmalaya.

Dia mengajak untuk main futsal bersama teman jurusannya karena kekurangan orang. saya diajak untuk bergabung. Pemain cabutan gitu lah !. Karna tidak memikirkan yang buruk saya terima, Kenapa ? karna menambah pengalaman di kota baru dan dapat membiasakan menghafalkan jalan yang tidak diketahui selama ke tempat Futsal.

Karna ada waktunya untuk main futsal malam, karna pada siang hari masing – masing ada jadwal kuliah. Maka saya bersama teddy berangkat jam setengah Delapan untuk janjian ketemu dengan teman jurusan Akuntasi yang merangkap juga sebagai operator kelas Akuntasi pada jam Delapan. Janjian dan menunggu orang yang lain sambil menunggu lawan berkumpul di tempat yang sama, lawan kali ini yang berasal dari IF senior saya dan juga juara kampus.

Kumpul, jam Setengah Sembilan berangkat ke gor Antapani, karna saya tidak tahu daerah situ jadi teman saya yang bawa motor, perkiraan saya, Antapani itu dekat ternyata salah. karna lumayan jauh dari Kampus dan kosan saya. Karena sudah booking pada jam 21.00 perjalanan terasa ngebut untuk tepat waktu dan janji. orang yang baik adalah yang selalu menepati janji

Ternyata arena futsal di daerah Antapani itu termasuk di perumahan jadi makin susah jalannya, karna terkadang oleh pilar perumahan yang sudah di tutup. Sialnya saat sudah sampai di Gor antapani yang bernama Bella Futsal. Harus memutar balik lewat belakang tidak boleh lewat depan karna sudah malam. Hehehe

Sampai disana langsung siap – siap memakai sepatu dan bermain, karena saya tidak membawa sepatu futsal yang masih tertinggal di bekasi, terpaksa harus gantian pakai sepatu dengan teman saya. baru kali ini ada pemain cabutan yang sangat tidak modal seperti saya.

Babak pertama saya main, karena dari tim kami cuma 7 orang, 2 orang lain menunggu giliran sambil nunggu sepatunya yang saya pakai.

Karna baru kenal dan pertama kali bermain dengan anak AK saya merasa kagok dan melakukan kesalahan yang tidak perlu. Faktor sepatu juga yang tidak pas dikaki membuat tendangan terasa hambar bagi kiper musuh. Di awal kita kalah langsung 4-0. tentu saja 4 bagi musuh sedangkan 0 untuk tim saya.

Baru awal bermain sekitar 10 menitan teman saya udah ada yang cedera kakinya. Makin berkurang aja pemain menjadi 6 orang, sedangkan waktu yang di booking untuk bermain Futsal adalah 2 jam. Mampus gile

Telur pun pecah, si teddy buat satu gol yang bermakna bagi tim kami, karna sudah tertinggal 7-1. Karna faktor sepatu peluang yang saya dapatkan tidak pernah berhasil menjadi gol. Sampai akhirnya menemukan sepatu yang pas saya pun menjadi lebih baik. Dan tim saya menjadi lebih semangat karna sang jagoan sudah datang. Membuat gol hingga kedudukan menjadi 14 – 12. saya mencetak 2 gol berkat sepatu yang cocok.

Karna semua sudah kelelahan bermain futsal selama 2 jam, menjadi kesempatan saya untuk mencetak 3 gol lagi. Jadi pada malam itu saya mencetak 5 Gol. Lumayanlah bagi anak yang baru gabung dan masih kagok. tapi tetap saja 5 Gol dari saja menjadi tidak bermakna karna tim kami tetap kalah dengan 22 – 18.

Selepas jeda selesai, kami ngomong ngalor ngidul hingga saat kelelahan bermain, Operator Kelas AK yang berasal dari Papua membuat saya tertawa geli dengan ceritanya. Dia bercerita bahwa di sana rakyatnya pada mengangkap ikan Paus dan Hiu. Ajigile

Yang lebih lucunya lagi adalah dia bercerita bahwa pada saat dia upacara adat, orang papua menyembelih sapi. Karna tidak tahu binatang apa itu ! Seorang rakyat berbicara dengan rakyat lain, bahwa Sapi itu kalau di papua di bilang Anjing Besar. Hahaha kaget saat dia berbicara Anjing besar dengan logat papuanya.

Cerita berlanjut saat Kepala Suku marah – marah mendengar rakyatnya bilang bahwa sapi itu Anjing Besar. Kepala Suku bilang bahwa sapi itu adalah “ Jawaban yang tidak terduga muncul”, bahwa Sapi itu adalah Babi Besar. Wwkwkkw

ini yang bodoh Kepala Suku, rakyatnya, atau yang bercerita. Atau yang sedang dengerin kenapa bisa begitu. Perlu revisi kayanya bagi orang papua

Tak terasa sudah jam setengah 12 Malam. Pulang dan merasakan malamnya Kota Bandung dan sampai di Kosan jam 12 malam kurang 5 menit. Pengalaman yang tak terlupakan

Good Night and Nice Dream

Jalan malam pertama ke BIP

Menjadi anak baru pindahan dari kota yang berbeda, yang pertama kali dilakukan adalah membiasakan diri dari lingkungan yang berbeda dari seperti biasanya. Dari masyarakatnya, perilakunya haruslah di jaga supaya tidak menimbulkan kecurigaan diantara satu dengan yang lain.

Dan yang paling penting juga adalah harus tau jalan untuk pergi kemanapun. Kesempatan mengetahui jalan datang ke saya dari Teddy Fajar Hidayat anak jurusan Akuntasi Ekonomi di Unikom yang berasal dari Tasikmalaya.

Dikarenakan sama – sama dari luar kota dan tidak tahu jalan. Sementara di kamar kosan bete tidak melakukan apa – apa. Saya bersama dia rencana main ke B.I.P (Bandung Indah Plaza) pada malam hari untuk membeli gembok dan peralatan lainnya demi keamanan.

Semua persiapan terasa aman – aman saja karena memang saya dan dia juga sudah punya SIM jadi jika saya atau teddy merasa capek bisa bergantian bawa kendaraannya. Menggunakan motor saya ke B.I.P pertama kali kesannya adalah kirain saya dia tau tempatnya, ternyata emang betul sih tau tempatnya lha kok ?… tapi muter-muter dulu.

Jadi Begini ceritanya :

Saya membonceng dia naik motor dengan awal dan kesan bahwa dia tau tempatnya dikarenakan juga dia yang mengajak saya main ke BIP. Perjalanan awal ke BIP adalah setelah melewati pangkalan ojek sekeloa belok kiri melewati depan kampus Unpad, berlanjut ke lampu merah dago belok kiri, melewati lapangan gasibu, di depan Gedung Sate dia bilang ke saya bahwa kita harus muter belok ke kanan. Setelah belok kanan ambil kanan lagi untuk naik ke atas Fly over setelah itu saya menuju arah Cihampelas, nah setelah melewati jalan Cihampelas ini saya udah merasa khawatir kalau kita itu sebenarnya adalah Nyasar.

Karena apa ?, dikarenakan setau saya BIP itu ke arah Stasiun bukan ke Cihampelas jadi sebaliknya.

Tanpa ada petunjuk dan angkot untuk di ikuti di karenakan sudah malam. Saya bingung, Berdasarkan Feeling dia yang sudah pernah ke BIP naik motor saya percaya bakalan sampai. Ternyata tidak, makin lama makin ke tempat jalan yang gelap dan jarang kendaraan. Di karenakan gue bingung gue tanya “ Ted lo yakinkan kita gak salah jalan?”. Dengan santai dia jawab “Iya yakinlah percaya aja sih sama gue, slow” !….

muter lurus muter lurus itu aja yang saya lakukan atas saran dia. Setelah menjalani jalan antah berantah, hening hening sesaat. Eh tiba – tiba dia bilang yang buat saya nambah pusing “Koy kayanya kita nyasar deh”. Lho kok bisa sih ?. Iya koy, Soalnya pas itu harusnya kita belok kiri bukan belok kanan naik ke atas. Jeger Mantap.

Tapi tenang aja koy. Pas waktu pertama kali ke BIP gue juga lewat sini dan nyasar tapi ujung-ujungnya ketemu kok sama tuh tempat. Jadi sebenarnya kita udah benar jalannya. Hah berarti kita muterin jalan yang lo lalui juga untuk nyasar. Dasar.

Keliling – keliling berdasarkan feeling dan penciuman binatang, akhirnya sampai ke lampu merah dago. Eh saat sedang menunggu lampu hijau, eh Setelah itu dia berkata, nah betulkan waktu itu gue juga lewat lampu merah ini. Tersadar dari godaan gue liat sekeliling dan depan. eh ada bacaan di kirinya Jl Dipati Ukur BDG dan di depannya adalah Fly over pasupati. Lah bukannya tadi kita udah lewat sini awalnya. hemb

Gue tanya sama dia emang BIP dekat mana. Dia bilang, sebelum Kantor Walikota Bandung, lah kalau begitumah gue tau soalnya waktu gue pulang kampung lewat situ. Ternyata jalannya lurus dan 5 menit gue sampai di BIP. Dengan tanpa dosa dia bilang, tuh betulkn sampai ke BIP, tapi emang butuh waktu koy. Alah butuh waktu apaan ini mah kelamaaan waktunya !

Sebenarnya waktu yang di butuhkan ke BIP itu adalah 10 menit tapi menjadi 30 menit untuk mengikuti tuh jalan dia. Jadi seharusnya jika sesuai skenario adalah jalannya begini setelah ketemu pangkalan ojek lewat kanan menuju depan Unikom, setelah ketemu lampu merah belok ke kiri setelah itu lurus, tunggu 5 akan sampai ke BIP. Sampai deh. Mudah kan hadeuh

 

PS : saat pertama kali jalan keluar ke tempat yang asing jangan pada malam hari karna keadaan gelap dan susah mencari petunjuk jalan. Dan jangan lupa bawa teman yang tau jalan dan ingin jalan singkat tidak muter hhehehe

 

Pulang dan Membuat SIM pertama

Pada saat saya pulang minggu kemarin, selain untuk melepaskan kangen bersama keluarga dan kerabat. Saya juga ada niat untuk membuat dan mendapatkan SIM ( Surat Izin Mengemudi ) untuk kendaraan motor.

Karena memang walaupun saya sudah pergi jauh dengan motor tetap saja tanpa menggunakan SIM. Entah saat diperjalanan ada rasa khawatir karena tidak punya SIM dan takut ditilang juga karena takut tidak punya duit untuk membayar tilangannya karena saya mahasiswa yang lumayanlah kere dalam hal perakuntasian.

Karena saya tidak tahu tempat untuk pembuatan SIM di daerah Kabupaten Bekasi, saya minta diantar sama kakak saya yang sebulan lalu habis buat SIM. Saya juga heran karena sudah dewasa baru punya SIM. Dia bilang, buatnya setelah Shalat Jum’at aja karena memang karena hari terakhir operasional dan biasa setelah Shalat Jum’at itu sepi tidak ada pengunjung.

Keesokannya, setelah saya Shalat Jum’at saya di telepon kerumahnya. Tapi sebelum sampai rumahnya saya ngambil Helm dulu setelah di cuci dan terasa baru, wangi dan mengunggah selera untuk memakannya. Hehe

Di perjalanan yang saya bawa sendiri motornya berboncengan bersama kakak saya. Saya juga sebenarnya heran kenapa saya yang bawa. Karena memang saya belum punya SIM juga di karena tidak tau tempat juga dimana. Dia bilang, udah bawa aja nanti saya kasih tau jalannya, dan tenang aja jalannya sepi bagaikan setelah Shalat Idul Fitri.

Memang sih betul lancar jaya di perjalanannya. Gokil sekali karena diperjalanan masih ada aja buruh yang demo setelah Shalat Jum’at. Dikarenakan malas dan rasanya itu panas sekali, sekalipun ada yang mengapresiasi pasti dia juga malas karena hari operasional kerja. Setelah melewati lampu merah cibitung dan di lanjutkan ke Sekolah SMKN 2 Cikarang Barat, saya mesti mutar balik karena harus belok ke kanan, menuju ke kawasan Industri Jababeka.

Saya bingung kenapa lewat sini. Saya tanya kepada kakak ?m ternyata memang betul tempat di pembuatan SIM’a disudut Kawasan Industri.

Setelah saya kira dan sampai di tempatnya, ternyata cuma dibutuhkan 20 menit perjalanan ke tempat pembuatan SIM. Memang betul pembuatan yang baik tuh seperti sekarang, dikarenakan memang tempatnya sepi jaya cuma ada beberapa orang yang ingin membuat dan memperpanjang. Beda sekali dengan jadwal pagi hari yang biasanya penuh dan riuh tumpah seperti di pasar.

Setelah parkir, saya menuju kantornya. Tetapi sebelum itu saya harus foto copy KTP saya 2 buah untuk registrasi nanti. Dikantornya lebih sepi lagi cuma ada orang yang sedang mendaftar dan menunggu. Saya ambil formulir registrasinya, di isi dengan sesuai yang ada di KTP, setelah itu di kasih ke petugas, dan menunggu lagi untuk di panggil untuk jadwal pemotretan.

5 menit kemudian nama saya di panggil. Masuk ke dalam kantor pembuatan SIM untuk di kasih arahan untuk foto dan memastikan registrasi yang di isi sudah benar. Foto dan sudah pasti registrasi cuma 30 detik masuk sudah keluar lagi untuk menunggu SIM pertama saya.

Ternyata ini dibutuhkan 7 menit untuk menunggu, petugas keluar dan memanggil nama saya untuk di berikan SIM. Sebenarnya jika saya di pagi hari dibutuhkan kurang lebih Satu setengah Jam. Ini cuma di butuhkan kurang lebih 30 menit.

Kembali ke parkiran dan membayar uang parkirnya saya pulang ke rumah. Di perjalanan pulang ternyata orang yang demo masih ada aja. Emang ya jika ingin menuntut haknya walaupun panas dan capek tetap mereka jalani.

Cuma dibutuhkan 15 menit untuk sampai rumah, lebih cepat dari perginya. SIM pun jadi dan siap untuk ngebolang dan tenang tidak ada gangguan.

# Hati – hati jika memilih hari jum’at, memang betul sih sepi pegunjung tempatnya tapi juga sepi petugasnya untuk melayani karena angannya sudah ingin berlibur besoknya jadi males melayani. Ternyata susah memilih harinya juga. Hhehe

Makna Koin bagi seseorang

Tidak semua orang bisa menghargai sebuah koin, kadang kala orang bisa membuang dan memperlakukannya dengan seenaknya saja. Dia tidak tahu bahwa di luar sana masih banyak yang membutuhkan bahkan susah payah mendapatkannya.

Terkadang orang yang mencari sebuah koin adalah Penyanyi Jalanan, semua orang pasti menganggap Penyanyi Jalanan itu mencari uang untuk dirinya sendiri bahkan bisa di bilang digunakan untuk yang salah, padahal itu tidaklah benar tidak semua orang memperlakukannya seperti itu.

Ini berdasarkan pengalaman saya yang melihat sebuah kelompok KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan). Entah KPJ Bekasi dan KPJ Bandung. Saya pernah ikut dan bertanya – tanya ke KPJ Bekasi bersama sebuah kelompok SEBUAI (Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia). Sebuah kelompok yang mengumpulkan buku layak pakai untuk di bagikan kepada yang berhak. Seperti salah satunya di bagikan kepada Penyanyi Jalanan yang rata – rata tidak mengenyam pendidikan.

Saya sebagai anggota SeBuai bekerja sama dengan KPJ Bekasi membuat perpustakaan yang Alhamdulillah sudah jadi di Gedung Juang. Di antara Penyanyi Jalanan yang usianya dari yang kecil, Dewasa, bahkan ada yang Tua. Ketika bertanya ke yang Tua ‘ kenapa memilih menjadi Penyanyi Jalanan ?’. dia bilang bahwa dia punya Taman Bacaan di Bulak Kapal yang di peruntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya. Dia bilang bahwa diapun sebenarnya kurang mampu untuk membiayainya sendiri jadi dia memilih untuk menjadi Penyanyi Jalanan bersama istrinya yang hasilnya di gunakan untuk membiayai Taman Bacaannya. Sungguh mulia sekali Bapak dan Ibu ini, dia bercerita dengan modal yang pas – pasan membentuk Taman Bacaan sebagai bentuk keprihatiannya terhadap masyarakat sekitar.

SeBuai pun memberikan buku – buku untuk membantu Taman Bacaannya. Entah buku pelajaran dan buku Bacaan.

Tidak di KPJ Bekasi tidak juga di KPJ Bandung, saat perjalanan pulang ke Bekasi saya bertemu dengan Penyanyi Jalanan Bandung yang sedang mencari uang, saat dia bernyanyi dan memberitahu bahwa uang yang di hasilkan adalah untuk dirinya sendiri dan kelebihannya di gunakan untuk membantu anak Yatim Piatu di sekitar Bandung, kemuliaan itu bisa berasal dari mana saja dan datang kapan saja.

Aku pun biasanya selalu berpikir buat apa uang koin seperti koin seratus dan dua ratus. Daripada di buang mendingan di kasih kepada seseorang, jika kita dapat pahala dan di doakan maka orang yang di berikan akan mendapatkan sebuah koin berarti.

Tidak kenal maka tak sayang, itulah perumpaan yang di lakukan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak kita ketahui sudah berpikiran negatif kepadanya. So For All

Berbagilah kepada sesama karena sedikit pun akan sangat berarti untuknya.

NB : Janganlah menilai seseorang dari luarnya, jika kita ingin tahu kepribadiannya, maka berkenalan dan bergabunglah bersamanya. Maka anda akan tahu sesuatu yang negatif itu menjadi positif atau sebaliknya, positif menjadi negatif. Karena tidak ada salahnya untuk diri sendiri dan orang lain.