Archive for the Category »Tentang sekitar kita «

My Life, My Photo, And My First with Kamera W

Ini adalah waktu pertama kali membandingkan kamera teman saya dengan punya saya. waktu itu lagi nunggu jadwal untuk masuk perkuliahan, ya karena kita orangnya malu-malu jadi foto hp antar hp. versus gitulah Hehehe

Wah wah, ini sih bukan narsis lagi. ketiga keponakan saya yang dari kiri Ronald,Lala, dan si bungsu Marhadi ini gak takut di foto karena backgroundnya yang makam. Foto ini di ambil yang kedua kalinya saat saya pulang ke My Home Tambun. ketika ziarah ke makam Kakak, Keponakan, dan Keluarga. bersama dengan My Mother or Enyak, My Young Brother or Dewi, Kakak saya Cing Evi, and Keponakan saya kakak dari Ronald, Teteh Dede. sayangnya gak foto bersama yang lain. dan cukup bagus juga karena biasanya si Marhadi ini kalau di foto gak pernah mau. apalagi saat di suruh pake peci. karna saya yang foto makanya dia mau.:D

Ikan-ikan jaer yang tapi kalau di liat aslinya seperti bukan jaer tapi ikan Hias Mas. Kolam ikan ini saya ambil saat berada di Taman Bacaan Excellent. dulu waktu di tebar masih picik-picik tap saat saya pulang kembali udah gede-gede. pertumbuhan yang pesat. Hehe. Kalau saat makan ini pasti di bilang sombong, kenapa sombong karena Ikan Hias aja di makan. Hadeuh

Apalagi ada satu yang gede banget. di samping pohon mangga. coba tebak hayo yang mana !!.. Tinggal di saring or di pancing dengan keberuntungan untuk mendapatkannya.

dari kiri Cing Evi kakak saya, My Mother or Enyak, My Young Brother(Baca brother = sister) biar dramatis = Dewi, and yang pojok My Father or Baba bahasa gaulnya. Kekeluargaan yang bisa ngumpul. tidur pun bareng-bareng seperti itu.

#Hargailah setiap detik dan jangan lewatkan saat kau bersama orang yang berharga dalam hidupmu. hargai waktu dan hargai selalu mereka (y)

 

Gak asyik rasanya jika tidak kenal siapa itu Fotografernya.. Jeng jeng inilah dia

Ini saat saya di kamar kostan mencoba My First with Kamera W. gak tau kenapa bisa narsis seperti itu. jadi gak enak hati.

Ini saat saya berada di ITB untuk mengikuti Gathering Linux and yang pastinya ngeceng di kampus orang. Lumayanlah lumayan

Sekian dulu ya nanti lanjut lagi. Okray

 

Fotografer Pagi Hari with Sunrise

Ku sambut pagi hariku dengan bermain bersama sunriseku ini yang membangunkanku di pagi hari.

Di berikan kesegaran alam atas seperti yang biasa di lihat di rumah-rumah seperti greenland, merambat dan sejuknya pagi hari. di iiringi tangisan oleh daun yang bersyukur bisa ketemu sunrise :)

Teman Kamar Kosan

Gak asyik rasanya jika saya sudah menceritakan kegiatan saya tanpa mengetahui gimana karakter dan cirri – ciri teman saya yang ada di sini. Mungkin sudah tau gimana teman kamar saya dari cerita – cerita saya. Dari jalan malam yang nyasar bersama Teddy sampai berolahraga yang jadinya malah si Anggi godain cewek. Huft

Well gak banyak cincong lagi, saya kasih tau gimana karakteristik teman – teman saya.

Teddy

Nama Teddy Fajar Hidayat : anak maba Universitas Komputer Indonesia bersama saya tetapi beda haluan(Baca Jurursan). Dia ini anak Tasikmalaya, yang besar di Tasikmalaya tapi cuma numpang tinggal di sana. sebenarnya anak Cibaduyut Bandung. Teddy itu anaknya pendiam dan suka malu – malu. Well gak semaluin yang di kira. Cuma mau ngobrol sama saya dan lainnya yang ia kenal. Susah berkomunikasi. Bahkan pernah dengar isu dari teman saya yang notabene temennya dia. Bahwa waktu dia SMA ada temen satu kelasnya yang tidak kenal dia. Padahal sudah satu tahun bersama. Sohib saya selama di sini. Pergi sama dia,makan sama dia, bahkan pernah tidur sama dia ( Waktu Kejadian PLN). Temen main PES bersama Aggi dan Sam, saat kondisi libur dan tidak ada tugas. Luangkan waktu untuk bermain.

Anggi

Nama Anggi. Anggi aja karna saya gak tau nama panjangnya. : Anak Universitas Pendidikan Indonesia ambil jurusan Sastra Korea ini orangnya gokil, woles, dan enak bergaulnya. Dia termasuk orang yang saya benci ketika ngomong korea. Karena saya gak ngerti jadi Cuma bengong aja saat dia ngomong korea sama temennya. Tiap hari di puterin lagu korea entah antah berantah bahasanya buat telinga saya sakit karena gak ngerti. Mungkin asyik pas dia muter lagu korea Gangnam Style karena ada yang mengerti. Semuanya serba korea, bahkan bisa jadi dia punya cita – cita ingin jualan cuanki di Korea. Masalah godain cewek dia jagonya. Di sokong dengan kepedean yang luar biasa. Setiap kedip mata pasti ada satu lalat yang masuk. Dia ini anak entah Sukabumi, Banten, or apapun. Karna saya kurang ngerti saat dia jelasin darimana asalnya. Yang jelas dia temen main PES saya selain Teddy dan Sam

A Hendra

Nama Hendra. Hendra aja karena sama saya gak tau nama panjangnya : Alumni Managemen Informatika Universitas Komputer Indonesia ini sempat juga ambil sastra korea di Universitas Pendidikan Indonesia selama 1 tahun. Anak – anak di sini biasanya manggil dia sebagai bapak kos / Pak RT kosan. Karena dia adalah orang yang di percaya sama yag empunya kosan. Sudah tinggal di kosan Wisma Citra Muslim dari tahun 2002.hemb pantes. Dia orangnya asyik. Dan mempunyai tipe melihat seseorang dulu dari dalam dan luarnya. Karena tidak ingin menjadi masalah buat dia pribadi. Baik dan santai aja saat bersantai. Iyalah namanya santai mah pasti bersantai.

Zaki

Nama Zaki biasanya di panggil Zak. Hemb, darimana cerita tentang dia ya. Soalnya bingung, jadi gini dia lahir di Sleman tak berselang lama pindah ke Surabaya, pindah lagi ke Sukabumi ketemu sama Anggi. Dan sekarang tinggal di Bandung. Dia bilang pula bahwa mau pergi ke Yogyakarta. Orangnya putih karena wajahnya yang seperti orang cina. Dia ambil juga bahasa korea. Tapi dalam bentuk les. Mungkin karena bisikannya si Anggi. Atau emang ingin ketemu sama SNSD biar gak malu – maluin makanya belajar bahasa korea. Dia sekamar dengan Sam dan Lingga.

Sam

Nama Sam. Gak tau namanya siapa. Karena biasa di panggil Sam aja jadi ikutan manggil dia begitu juga. Anak Sukabumi yang sama ikutan sama si zaki. Mungkin dia punya cita – cita ingin ketemu Super Junior makanya ikutan ambil Les Bahasa Korea. Dia ini samar – samar. Karena Cuma sebentar bersama dia waktu main bola aja di dekat monument. Orangnya pun asyik dan santai tanpa beban. Hembb. selain juga temen main PES bersam Teddy dan Anggi.

Lingga

Linga, Lingga, Lingga. Seorang Gamer sejati dalam dirinya. Karena biasa 20 Jam nonstop di depan layar kaca computer untuk ngulik game yang dia mainkan. Saya juga kurang begitu kenal dia. Karena saat siang dia tidur dan malamnya dia keluar. Seperti kalong aja. Atau bisa seharian gak ketemu karena suka tidur di warnet. Mungkin di masa depan dia punya harapan cerah sebagai master game dari Bandung. Well kenyataan berasal dari hobi dan hobi dapat terwujud jika adanya sebuah mimpi dari diri seseorang

Uli or aulia

Wah kalau temen kamar yang ini mah. Blank pisan euy. Yang saya tau dari dia mah Cuma dia kerja di Cipaganti dan selebihnya tidak tau. Namanya aja gak tau entah uli entah pula aulia. Karena itu saya dan teddy manggilnya cipaganti. Dengan contohnya “ Koy, itu si cipaganti kemana ya ?”.. Hehee

Penjaga warnet

Wah kalau ini mah lebih parah lagi. Namanya aja saya gak tau. Yang jelas dia bekerja di sebuah warnet dengan usia yang paruh baya. Udah lah males juga nyeritain yang tidak saya tau.

 

Yang pasti dimanapun mereka berada. Semoga selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Dan kabar yang selalu di terima adalah kabar yang baik

Kembalilah !

Ketika ku melangkahkan kaki dari pintu kamar rumah. Persiapan untuk menjadi anak buangan. Ku mandi di rumah kakak. Karena air dirumah sedang sekarat untuk menuju sakaratul mautnya. sedikit sekali keluarnya. Jam menunjukkan pukul 9. menuju sebentar lagi pergi meninggalkan lubang yang telah mengisi hati ini dengan penuh hati.

Ku minta tolong kepada keponakan untuk diantarkan ke terminal. Menunggu lagi. Bisa dibilang menunggu waktu itu adalah bonus untuk kebersamaan yang singkat. Dengan meminjam motor mio adik saya. Pamitan kepada keluarga dan tidak lupa untuk meminta restu kepada orang tua.

Ku melihat wajah senyum diantar keduanya. Yang Insya Allah bangga untuk nanti kelak anaknya menjadi orang besar. Amin. Senyumnya itu menjadi bekal untuk menuju kebesaran akan rahmatnya Yang Maha Kuasa. Setelah semua dilalui. Dengan mengendarai sepeda motor semakin di depan Mio. Ku awali dengan berangkat menuju tempat ke berangkatan bus. Yang akan membawa lagi ke daerah pelajar, membantuku membentuk sebuah jati diri yang bangga.

Di perjalanan itu. Berdua dengan keponakan saya. Sempat mengobrol tentang macam – macam cerita. Hingga akhirnya, saya diberitahu bahwa pembimbing tempat saya PKL dulu waktu SMK sedang sakit parah. Keadaannya yang sudah tidak memungkinkan sebagai manusia. Kaget. Karena sungguh disayangkan orang yang telah membantuku harus menjalani seperti itu. Sakit parah. Ku kenang saat diperkenalkan kepadanya pertama kali. Belajar banyak sama dia. Insya Allah dimanapun dia berada semoga diberikan rahmat dan kesembuhan yang tiada tara.

Jam 10 bus yang akan membawa keberangkatan – kepulanganku akan berangkat. Ku berpamitan kepada keponakan. Dan sangat tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih. Cuma satu pesan yang penuh arti. Hati – hati dijalan.

Di dalam bus yang sudah penuh dengan penumpang. Yang mayoritas isinya adalah orang yang seperti saya. Seorang mahasiswa yang mengisi weekendnya di kampung halaman. Merasa tidak asing dan kesepian karena banyak yang seperti saya.

Mendapat tempat duduk sendiri walaupun penumpang banyak adalah keberkahan karena bisa tenang. Ditemani dengan sebuah snack dan lagu. Ku tertidur karena tenangnya dan indahnya lagu yang diputar oleh supir bus. Terbangun sendiri. Ku melihat ke jendela sudah berada di KM 55. perjalanan yang lancar dengan supir yang penuh keahlian membawakan kendaraan. Ku melihat ke jendela dengan indahnya terhampar sawah – sawah yang baru di tanam. Hijau tiada tara. Ketenangan yang tidak kutemukan di Kota Industri.

Indah dan ketenangannya saat itu kutemukan. Karena pada bulan ini sawah sedang tumbuh dan segarnya berwarna hijau. Sepanjang dari purwakarta sampai Bandung membentang sawah di antara deretan pegunungan.

Ilmu sengkedan yang diterapkan menjadi lebih bagus dengan bentuknya yang zig – zag mengikuti seleksi alam yang dilakukan oleh pegunungan di sana. Melihat hal yang seperti itu saya bersyukur bahwa alamku ini indah. Penuh dengan manfaat yang tidak cuma untuk menghasilkan oksigen.

Lewat jendela bus. Kumelihat langit di arah menuju tempat tujuanku sudah mulai gelap. Mendungnya langit adalah berkah dan hikmat yang diberikan-Nya. KM 125 yang diawali dengan akhirnya bentangan sawah. Selamat Datang Di Kota Kembang. Keluar tol pasir koja. Dan pak supir membayar uang tol. Lampu merah yang menghalangi bus untuk berjalan. Ku melihat Warteg yang sering saya kunjungi bersama kakak dan teman mas bro saya. Ketika menuju kota Bandung. Terkenanglah saat itu makan yang lumayan enak. Dengan bumbu dan racikan orang kembang.

Sesampai di terminal Leuwi Panjang. Ku turun dengan kaki mantap. Tidak lupa untuk bilang terima kasih kepada pak supir. Yang membawa penumpangnya dengan selamat. Ku menuju pool tempat bus dalam kota. Yang akan lanjut membawa saya ke kosan dan kampus di daerah dago. Berbeda dengan bus luar kota. Bus dalam kota ini saat saya masuk ke dalam bangkunya lumayan kurang luas. Dan selalu cepat penuh jika telat pasti tidak dapat tempat duduk. 5 menit mangkal di terminal. Bus dalam kota saya berjalan menuju tujuan berikut saya. Pak Kondektur menagih satu – satu penumpang yang menumpang di dalam bus. 2 ribu rupiah saja uang yang di keluarkan dari Terminal Leuwi Panjang – Dago.

Langit akhirnya menangis. Saat ku melihatnya di dalam tol yang masih galau mendung. Hujan rintik – rintik. Menemaniku saat itu di dalam bus. Begitu hal yang romantis bagi yang membawa pasangan. Duduk berdua di dalam bus dengan di temani rintihan hujan. Ketika ku melihat ke sebelah ternyata yang duduk adalah sebuah wanita paruh baya. Yang tadi membantuku ketika ku bingung tempat bus dalam kota. Dia mahasiswi Unisba. Bus makin padat dan ramai saat menuju ke daerah pertokoan yang padat. Hujan makin deras dan rintikannya menimpaku di samping jendela.

Dengan bus yang ramai. Ku santai melihat ke jendela dengan ditemani tangisan langit. Bus tambah ramai dengan masuknya dua penyanyi jalanan di daerah Pasar Baru. Ku melihat dua remaja dengan membawa gitar. Kata sambutan yang biasa dilakukan oleh penyanyi jalanan. Ku acuh tak menentu. Untuk melihat kembali tangisan hujan.

Terkaget dengan suara penyanyi jalanan. Yang dengan suara lantang lumayan merdu. Menambah suasana romantis. Dia menyanyikan lagu Armada – Pemilik Hati. Oh sungguh hari yang lumayan indah dan berwarna.

                  Kau terindah kan slalu terindah

                  Aku bisa apa tuk memilikimu

                 Kau terindah kan slalu terindah

                 Harus Bagaimana ku mengungkapkannya

                 Kau Pemilik Hatiku

Mendengar lirik dari sebuah lagu itu di temani dengan hujan. Indah rasarnya membuat ku terkenang akan kisah cintaku di masa lalu.

Dengan berakhirnya lagu itu, berakhir juga rintikan hujan, dan berakhir pula perjalanan pulangku karena bus sudah sampai di daerah Dago.

Lagu yang terdengar di telinga menuju kosan adalah Mocca – On The Night Like This. Sebuah lagu kenangan saat ku malam mingguan dengan seseorang.

 

                On the night like this

                There’s so many things I want to tell yo

                On the night like this

                There’s so things I wan to show you

               Cause when you’re aroun

               I feel safe and warm

              When you’re aroun

              I can fall in love every day

             In The case like this

             There are a thousan good reasons

             I want you stay

……………………………………………………………………………………………………………

Work Student !!

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan pengalaman orang satu nasib. Jika nasibnya sama seperti saya. Yaitu mencari ilmu di kota orang dan kegiatan selama di kosan jika anda bingung mau melakukan apa. Ngekos dan jauh dari keluarga. Tapi menurut saya tidak akan ada jauh bedanya saat anda di rumah. Bila kegiatan di rumah dan di Kos itu di cocokkan maka akan menemukan satu hal yang sama pasti. Berikut ini kegiatannya :

1. Tidur

Nah untuk urutan pertama yang suka dilakukan anak kosan dan pribadi adalah tidur. Kenapa ini saya kasih no satu karena semua orang pasti suka tidur, apalagi yang mengidap Insomnia pasti sangat – sangat suka dan ingin untuk tidur. Kegiatan utama ini biasanya dilakukan bagi Mahasiswa. Biasanya saat pas pulang kuliah, jadwal kosong, dan hari libur. Pasti sangat senang. Atau bahkan biasanya jika orangnya pelor. Pas saat libur kuliah, pasti akan sangat menyenangkan karena bisa memuaskan hasratnya, untuk bisa tidur seharian. Tidur adalah kewajiban bagi manusia. Karena kegiatan ini bisa melepaskan penat selama menjalani kegiatan yang bikin Badmood. Tapi lain hal dan ceritanya jika orang tersebut membawa kegiatan badmoodnya ke dalam mimpi. Pasti akan lain ceritanya. Dan muncul hitam di samping dan bawah mata.

2. Main game

Ya satu kegiatan ini pasti tidak akan pernah di lewatkan oleh siapa pun apalagi bagi mahasiswa, yang menjalani pusingnya perkuliahan. Yaitu main games, biasanya kalau sudah menjalaninya., bisa memakan waktu lama apalagi jika ada teman untuk lawan tandingnya. Yang lumayan sepadan untuk jadi bahan koreksi. Kegiatan ini biasanya membuat lupa diri, dan bagus untuk orang yang setiap saat bisa depresi ataupun stress akibat rutinitas sehari – hari. Saya pun suka begitu. Karena, jika sudah ada teman mainnya bisa melupakan semua hal. Dari kegiatan perut, lupa mengangkat jemuran dan lainnya. Game yang sering dimainkan oleh Mahasiswa dan merupakan game wajib bagi anak kos adalah PES dan FIFA. Game sepakbola yang membuat mata terpukau dengan graphicnya, karena semua orang suka sama sepakbola. Jadi bisa dibilang ini adalah mainannya orang. Tidak mesti PES dan FIFA juga untuk bermain. Karena dibutuhkan spesifikasi yang lumayan di atas rata – rata untuk memainkannya. Game tidak hanya itu aja lebih dari sejuta game jika ingin mencarinya. Dan untuk game lainnya selain sepakbola. Ada macam – macam genre dari yang petualangan sampai game bertarung. Ingat berdua lebih baik daripada sendiri.

3. Main alat musik

Musik, musik, musik dan musik. Semua orang pasti mendengarkan musik. Kecuali orang tuli, ya well kita sudah pasti jawabannya karena bagaimana bisa dia menikmati. Bisa mendengarkan musik jika keindahan dari musik tidak dapat di dengar. Ok lupakan untuk membahas itu. Alat musik yang biasanya digunakan untuk semua orang dan termasuk saya adalah yang paling utama Gitar. Karena bentuknya kecil dan mudah untuk dimainkan dan di bawa kemana – mana. Karena saya ada gitar dan komputer untuk dijadikan buat main game dan dengerin musik jadi sudah seperti di rumah. Walaupun sedang berada di kamar kosan. Bermain musik tidak selalu gitar. Yang ukuran kecil juga bisa seperti pianika dan piano yang ukurannya kecil dan menghasilkan suara yang cukup bagus jika benar memainkannya. Sebenarnya ada banyak jenis alat musik. Tapi jangan coba – coba bawa yang besar seperti drum. Kenapa tidak boleh besar seperti Drum, karena biasanya tidak boleh sama tetangga dan empunya kosan. Bermain musik adalah mengeluarkan ekspresi dan uneg – uneg di sebuah lagu, bisa mencoba untuk mengaransemen puisi menjadi sebuah lagu. Dan untuk main alat musik, harusnya minimal ada dua orang. Yang satu main musik dan satu lagi untuk mendengarkan dan mengkoreksi sebuah lagu yang di bawakan oleh yang bermain musik. Karena biasanya kalau dua orang atau lebih. Afdol dan asyiknya lebih mantap dibandingkan satu orang. Bagaimana jika saya tidak punya alat musik seperti gitar dan semacamnya. Tenang saja solusi atas masalah itu adalah siapkan satu buah sendok dan piring, maka berdendanglah dengan suara yang khas. Dan jangan keras – keras untuk menghasilkan suara yang indah. Karena ingat itu adalah piring kalau terlalu keras bisa pecah. Jika anda serius melakukannya dan ahli memainkannya.Anda dijamin akan di sukai oleh penjual peralatan makan. Karena dagangannya laris oleh anda. Ingat pula jika punya keahlian itu bisa ikut lomba mencari bakat alami. Pasti andalah juaranya. Tapi siap – siap piring anda pecah untuk latihan.

5. Ke kosan teman

Saat anda libur dan sedang tidak ngapa-ngapain bingung mau ngapain. Karena saya bukan pelor, tidak punya game, dan tidak punya alat musik, apa emang gak bisa main musik. Tenanglah. Ingat anda tidak hidup sendiri di dunia ini. Solusi macam solusi jika anda mempunya kasus seperti itu adalah ke tempat kosan teman. Ya kosan teman adalah hal makruh yang dilakukan jika bingung mau ngapain. Apalagi jika teman yang akan di tuju punya semua kegiatan diatas, (Tidur tidak dibawa). Pasti anda akan menyetujuinya untuk berangkat ke kosan teman. Lebih bagus lagi jika teman yang anda tuju orangnya Low Profile. Sudahlah pasti anda akan sangat puas. Dan merasa seperti punya sendiri.

6. Smsan dan Chat sambil tiduran

Jika semua kegiatan yang diatas bosen dilakukan saya biasanya mencoba yang ini. Kalau yang ini adalah kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pertama yaitu tidur. Tapi siaplah karena untuk kegiatan ini butuh pengeluaran. Bijak – bijaklah untuk mengaturnya. Smsan dan chat sudah bagai makanan sehari – hari tiap orang. Smsan dan chat adalah untuk orang yang jauh dan sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship). Tapi siap – siaplah jika melakukan kegiatan ini karena resikonya. Kalau sudah melakukkannya. Pasti akan dapat resiko yaitu pasti akan muncul rasa kangen sama orang yang disms dan chat. Makanya saya bilang jika melakukan kegiatan ini harus bijak – bijak menanggung resikonya.

7. Dll ( Jika ingin menambahkan).

* Sok Atuh *