Tag-Archive for » Berusaha «

Gombal – Gambil

Waktu itu saat sedang menonton TV. ada sebuah acara yang menarik untuk saya simak, acaranya adalah tentang budidaya ikan mujair. dari kecil sampai dewasa. Dan dari situ saya kepikiran untuk di jadikan bahan buat gombalan. Uhuy.

Gini Gombal – Gambil yang kepikiran dari ikan Mujair

 

” Aku ingin kau seperti ikan mujair !”

” Kenapa ?”

” Karena ikan mujair itu menjaga kasih sayang di mulutnya ?”

” Kok di mulut ?”

” Karena mulut adalah awal dari segala penyimpangan”.

 

Kalau ikan mujair artinya menjaga kasih sayang/anaknya dari penyimpangan ikan lain. Sedangkan, kalau manusia menjaga kasih sayangnya dari penyimpangan dan godaan dari manusia lain. Uhuuuuuuyyyy. :-D

Apapun itu pasti bisa jadi bahannya, Seperti ikan mujair ini

budidaya-mujair

Mengisi Kekosongan : Gudang Buku

Waktu itu hujan rintik menyelimuti Kota Bandung pagi hari. Ketika air hujan perlahan-lahan tidak mau pergi dari sini. Ku awali pagi itu dengan hawa males karena situasi dan kondisinya yang tidak mendukung untuk beraktifitas. Untungnya saat itu jadwal kuliah sedang libur jadi bisa santai-santai di Rumah Sementara yang di buat nan megah walaupun ukuran kamar sebenarnya kecil. :D

Pagi itu hawa dingin masih menyelimuti seluruh Kota Bandung. Masih belum beranjak dari selimut nan lembut yang masih nempel di sekujur tubuhku. Ku paksakan untuk bangkit mengambil handuk dan peralatan mandi. Seketika di ambil. Hawa malas dalam diriku saat pagi itu masih menyelimuti.

Seketika air yang dingin menyentuh kulitku yang sangat berat dan bersedih ketika di siram karena dinginnya pagi itu. Tetapi yang kurasakan saat sudah mandi adalah kesegaran yang tiada tara. Yang awalnya ketika itu malas untuk beranjak menjadi segar dan bugar kembali setelah mandi.

Di awali dengan rutinitas pagi-pagi yaitu online dan cek notif jejaring sosial tidak ada yang asyik saat itu. Isinya semua cuma stat dan tweet tentang dingin, Hujan, dan malas. Bosen yang kurasa waktu online ingin melakukan hal yang lain. Ku cari sesuatu hal yang dapat membangkitkan semangatku lagi. Dari yang download film terbaru sampai main games. Tetap aja yang kurasakan adalah hal kebosanan karena sudah terlalu sering rutinitas itu yang dilakukan.

Teringat kembali saat dirumah sering mengisi kekosongan dan kebosanan dengan cara pergi ke Toko Buku. Memang hal yang ini belum saya lakukan kembali saat coba hidup mandiri di Kota Kembang. Bersiap-siap diri untuk ke Toko Buku yang jaraknya tidak lumayan jauh dari tempat saya. Sebelum berangkat browsing-browsing dulu buku yang akan di cari sudah keluar apa belum. Setelah pasti barulah lets go. Kebetulan hujan juga sudah berhenti jadi bisa berangkat ke Toko Buku mengendarai Si Vega R Biru andalanku.

Di perjalanan yang kurang lebih 15 menit dari tempat saya terasa menyenangkan. Karena hawanya yang sejuk sehabis hujan. Jadi tidak tahu bahwa itu udah siang dan hawanya masih kaya pagi hari. Hemb

Setibanya di Toko Buku Gramedia yang berada di pusat Mall Bandung BIP (Bandung Indah Plaza dan BEC (Bandung Electronic Center). Ku parkir si andalan biru di bawah tempat parkir yang ada langit-langitnya karena takut nanti kehujanan kotor dah. Hehehe

Berangkat menuju Toko Buku yang katanya sebagai Toko Buku Gramedia terlengkap dan Terbesar di Indonesia. Sempat bingung karena ada banyak lantai. Di tiap lantai yang genrenya berbeda. Dari lantai 1 yang isinya tentang Agama semua sampai lantai atas yang isinya komik semua. Tentu saja saya langsung berangkat ke lantai yang paling atas. Karena memang tadi sempat browsing tentang Komik Detektif Conan Volume yang terbaru.

Sesampainya di lantai atas dan mencari tempat dimananya di taruh Komik Detektif Conan. Berbaur dengan komik Naruto dan One Piece tidak mengacaukan mata saya yang langsung mengambil volume terbaru yang sudah keluar. Tujuan utama sudah di tangan. Selanjutnya adalah keliling mencari buku-buku yang lain untuk di jadikan koleksi baca selama di sini.

Ternyata betul saja emang betul di sebut Toko Buku terbesar di Indonesia. Buku yang selama ini saya cari susah-susah di Toko Buku Gramedia Bekasi. Dengan mudah saya dapatkan di sini. Yaitu : Detektif Conan Volume 35 biar jadi koleksi yang lengkap. Karena cuma yang Volume 35 yang saya tidak punya waktu itu. Tetapi sekarang sudah lengkap.

Keliling ke tempat lainnya semakin saya ingin membeli semuanya juga. Karena apa pun buku yang saya inginkan waktu itu ada di sini. Tetapi karena sadar isi dompet tidak mencukupi waktu itu. Hanya cukup untuk beli Conan terbaru dan Volume 35. Saya gunakan cara ketika saya masih sekolah. Dengan membaca buku di situ langsung. Dan mencari buku yang sampulnya sudah terbuka. Jadi bisa irit uang dan lainnya. Kalau yang sampulnya belum dibuka semuanya. Pake cara yang lebih nekat lagi. Yaitu ambil buku yang ingin dibaca, lihat kanan kiri apakah ada petugas atau tidak, jika sudah aman sobek sampulnya dengan cepat dan taruh plastiknya di dalam kantong. Begitulah trik nekat saya saat keadaan tiris dan penasaran. Hehehe. (Jangan Coba-Coba untuk di ikuti). :)

Enaknya lagi kalau di TB sini disediakan bangku untuk area membaca. Jadi tidak mesti lesehan dan kena marah oleh petugas. Saat kita sedang asyik-asyiknya membaca gratis. Well itu tidaklah bagus.

Tetapi saat asyiknya sedang membaca buku. Ada yang berhasil mengalihkan pandangan saya. Cewek Cantik sepantaran saya yang sedang melihat-lihat buku di tempat saya. Seketika saja saat itu langsung lupa seketika karena melihat parasnya. Saya pandangi terus, si cewek itu sedang asyik mencari buku. Buku yang dia cari adalah tentang novel. Bukan karena saya menebak dan tahu lewat telepati. tetapi di rak buku yang dia cari ada bacaan genrenya. :D

Dia sudah memegang dua buku di tangannya. Benar-benar cewek idaman saya selain cantik dan smart tetapi juga suka baca. Hemb. Bolehlah nih.

Selama 15 menit saya mengamati gerak gerik dia. Seperti Detektif Conan sedang mengawasi tersangka pembunuhan. Dengan diam-diam dan menghilangkan aura keberadaan saya waktu itu. Semakin lama semakin pasti saya beranikan untuk mengenal tersangka incaran saya ini. Dengan gerakan pasti dan komat-kamit baca doa keberanian diri saya mencoba berkenalan dengannya.

Satu langkah dua langkah saya samperin tersangka yang masih asyik mencari buku. Dengan hati bergetar hebat dan komat-kamit. Eh tetapi langkah saya terhenti di langkah yang ke 6. Bukan karena tiba-tiba saya menjadi takut dan urungkan niat. Tetapi si tersangka inceran saya waktu itu untuk di ajak berkenalan ternyata udah punya kambing. Sialan. :-)

Langsung saja saya ke kasir untuk membayar dua buah buku dan langsung Ciau kembali pulang.

Sekian dulu ya.

***********************************************************************************************************************